Merayakan Hari Anak Nasional 2017, Apa Harapanmu untuk Anak Indonesia?

www.pixoto.com

Indonesia merayakan Hari Anak Nasional pada tanggal 23 Juli setiap tahun. Ucapan Selamat Hari Anak Nasional pun mewarnai jagad media sosial Indonesia terutama Twitter. Hampir semua cuitan mengandung doa dan harapan untuk masa depan anak Indonesia. Anak-anak adalah bagian terpenting dari generasi masa depan bangsa ini. Sepuluh, dua puluh tahun lagi, merekalah yang akan menentukan ke mana Indonesia akan dibawa: maju atau mundur, lebih baik atau lebih buruk, lebih bermoral atau amoral, lebih beradab atau biadab?

Keakraban generasi masa kini dengan teknologi adalah dua sisi mata uang. Satu sisi, memudahkan mereka untuk maju dan berkembang. Sisi lainnya, menjauhkan mereka dari realita. Pertanyaanya kemudian, mana yang akan dipilih? Sehari-harinya, tangan mereka tak pernah lepas dari gadget. Sebutlah telepon genggam, tablet, laptop, belum lagi kamera, mp3 player dan masih banyak lagi. Pornografi dengan mudah menyusup di halaman browsing, kekerasan verbal dan nonverbal rawan dialami sehari-hari akibat tayangan yang mereka tonton di televisi. Biar hits, kata mereka.

Adakah kita sebagai orang yang lebih tua telah bersalah menciptakan lingkungan yang tak ramah untuk kehidupan mereka? Lalu seperti apa harapan yang tersemat di benak untuk masa depan penerus bangsa itu?

1. Semoga anak-anak Indonesia adalah anak yang terbiasa jujur sejak dini

twitter.com

Kejujuran adalah mata uang yang berlaku di mana saja, kata pepatah. Lembaga antirasuah Indonesia, KPK, berharap di Hari Anak Nasional, anak-anak Indonesia adalah anak yang jujur dan antikorupsi. Harapan yang tak cukup hanya diaminkan, melainkan harus segera ditanamkan kepada setiap anak. Kita tahu betapa muaknya rakyat Indonesia terhadap korupsi yang menggerogoti negara ini berpuluh tahun lamanya. Tidak mau keadaan ini terjadi terus menerus? Ajarkan anak-anak di sekitarmu untuk jujur.

2. Semoga terbebas dari tayangan yang tidak mendidik

twitter.com

Telah menjadi rahasia umum bahwa sinetron dan sebenarnya tayangan apa saja di televisi hampir semuanya mengandung elemen yang tidak baik untuk ditonton anak-anak. Kekerasan yang ditampakkan dalam berbagai bentuk: perundungan, saling ejek, hingga budaya patriarki semua ditonton setiap hari oleh jutaan anak Indonesia.

Belum termasuk tayangan yang menjual kegalauan hingga akhirnya remaja tenggelam dalam pikiran yang berputar soal percintaan saja. Tak sempat memikirkan negara. Padahal Indonesia butuh mereka untuk kelak membereskan masalah yang tak habis sejak merdeka tahun 1945. Lagi, ini bukan harapan yang patut diaminkan saja. Ajak anak-anak di sekitarmu untuk lebih sering membaca buku ketimbang menonton televisi.

3. Semoga tidak ada lagi anak Indonesia yang menikah di bawah umur 18 tahun

twitter.com

Jika mau dirunut soal pernikahan anak di Indonesia, tak akan habis dibahas sehari semalam. Ini bukan hanya soal ekonomi atau pendidikan saja. Ada banyak faktor yang menyebabkan maraknya pernikahan usia anak di Indonesia. Faktor ekonomi sering dijadikan kambing hitam, padahal bisa saja penyebabnya bersifat lebih sosiokultural, seperti anggapan bahwa semakin tua seorang perempuan, semakin akan sulit ia mendapatkan pasangan, dan sebagainya.

Padahal, anak-anak (dalam definisi orang yang berusia di bawah 18 tahun) jika menikah terlalu dini belum siap secara psikologis dan justru hal ini akan berdampak buruk bagi dirinya sendiri dan mungkin juga keluarganya di masa depan. Dengan cara apapun, cobalah hentikan pernikahan usia anak sekarang juga.

4. Semoga semua anak Indonesia bisa menempuh pendidikan tinggi

twitter.com

Pendidikan tinggi. Momok bagi sebagian orangtua, impian semu bagi banyak anak Indonesia. Tak semua anak di Indonesia beruntung untuk hanya bermimpi bisa kuliah. Lagi, ini adalah masalah dengan akar serabut. Banyak yang mesti dibereskan, mungkin tak bisa kalau pelan-pelan. Di beberapa daerah, anak-anak bahkan tak bisa mengenyam pendidikan sampai SMA karena tak ada biaya. Padahal, segala mekanisme bantuan biaya pendidikan tersedia. Pasti ada kesalahan di tengah-tengah pihak yang berkuasa mendistribusikannya. Pendidikan untuk semua anak adalah omong kosong. Padahal ini juga diatur di undang-undang. Jika ada anak di sekitarmu yang ingin melanjutkan pendidikan tinggi, dengan segala cara dukunglah ia. Jangan pernah menertawakan mimpi anak yang terlalu tinggi. Karena pada hakikatnya tak ada mimpi yang terlalu tinggi, jika setiap orang mau berusaha sekeras mungkin.

5. Semoga bisa membawa nama baik Indonesia ke kancah dunia
twitter.com

Kalau untuk ini, Indonesia tak perlu terlalu khawatir. Ratusan bahkan ribuan anak Indonesia mengharumkan nama bangsa ini setiap tahunnya melalui kompetisi bergengsi hingga konferensi internasional. Sebut saja olimpiade internasional, Model United Nations (MUN), dan penelitian-penelitian yang mampu menyedot perhatian dunia.

Sayangnya, prestasi anak-anak itu kadang membuat kita sedikit waswas, mengingat banyak putra putri bangsa yang berpestrasi memilih berkarir di luar negeri. Barangkali karena hasil kerja mereka tak banyak dihargai di bangsa sendiri. Semoga apresiasi negara terhadap anak-anak cerdas ini lebih baik ke depannya.

6. Semoga tak terdengar lagi kabar anak Indonesia kekurangan gizi
twitter.com

Sumber daya alam melimpah, mengapa bisa sampai banyak anak mati kurang gizi? Tentu persoalannya bukan di kekayaan alam, namun pengelolaannya. Ibu-ibu pun masih banyak yang kurang paham kadar gizi yang dibutuhkan untuk anak-anaknya. Coba saja lihat tetanggamu yang baru melahirkan, anak usia kurang dari setahun diberi pisang lumat. Benarkah itu baik? Sebagai generasi yang sudah lebih melek ilmu pengetahuan, coba beritahu pelan-pelan, tak perlu ngotot, yang penting kamu sudah memberi tahu. Percuma kan kalau anak-anak diberi makanan bergizi tapi tidak tepat sasaran?

7. Semoga selalu jadi anak Indonesia yang berbahagia

www.suarawajarfm.com

Apalah artinya makan penuh gizi dan berprestasi tapi melakukan segalanya di bawah tekanan? Kasus bunuh diri anak-anak memang jarang terdengar di Indonesia. Tapi tak ada salahnya mencegah, bukan? Tak perlu menekan anak untuk cepat-cepat bisa menguasai banyak hal dalam waktu singkat. Sebab yang lebih penting adalah perkembangan mental mereka. Maka dukunglah anak-anak untuk bercita-cita dan berkembang dengan baik. Jaga agar ia selalu bahagia.

Siapa saja dapat membantu mengawasi perkembangan anak-anak, terutama keluarga dan orang-orang di lingkungan terdekat. Yuk mulai perhatikan anak-anak di sekitarmu mulai sekarang. Oiya, selain tujuh harapan tadi, apa harapanmu untuk anak-anak Indonesia di Hari Anak Nasional?

0%
Marah
0%
Gokil
0%
Lucu
0%
Kaget
0%
Suka
0%
Aneh
SHARES
Belasan Hiu Mati Dibawa Mobil Bak Terbuka di Cilacap, Penangkapan Ilegal?

Belasan Hiu Mati Dibawa Mobil Bak Terbuka di Cilacap, Penangkapan Ilegal?

Artis Dunia Hingga Klub Sepakbola Banjiri Ucapan Belasungkawa Untuk Chester Bennington

Artis Dunia Hingga Klub Sepakbola Banjiri Ucapan Belasungkawa Untuk Chester Bennington

Yosia Siregar, Mahasiswi Indonesia yang Hilang di Jepang Ditemukan, Bagaimana Keadaannya?

Yosia Siregar, Mahasiswi Indonesia yang Hilang di Jepang Ditemukan, Bagaimana Keadaannya?

Siapa Sebenarnya Ustadz Syam yang Kontroversial dengan Ceramah Pesta Seks?

Siapa Sebenarnya Ustadz Syam yang Kontroversial dengan Ceramah Pesta Seks?

5 Twit Fahri Hamzah yang Bikin Kesel dan Nggak Habis Pikir

5 Twit Fahri Hamzah yang Bikin Kesel dan Nggak Habis Pikir

Curhatan Netizen dengan #HariPatahHatiInternasional Membanjiri Twitter

Curhatan Netizen dengan #HariPatahHatiInternasional Membanjiri Twitter

loading