Masih Kuliah Udah Kebelet Nikah? Realitanya Nggak Selamanya Ena-ena, Guys!

03 April 2018
|Venanda
113SHARES

Nikah muda sepertinya sedang menjadi tren di kalangan orang zaman sekarang. Mereka yang umurnya masih awal dua puluhan, banyak yang sudah menyebar undangan dan siap berumah tangga. Bahkan ada beberapa yang masih menempuh studi di perguruan tinggi. Meski belum memiliki kemampuan finansial yang mumpuni, mereka tetap mantap untuk berumah tangga.

Namun kenyataanya, nggak semua penikahan itu berjalan indah dan sesuai dengan harapan. Kadang banyak cobaan yang justru bikin hati jadi nelangsa. Seperti kisah yang diceritakan oleh netizen berikut ini. Ia membagikan pengalaman teman-temannya setelah menikah muda. Disangka hanya “ena-ena” saja, ternyata pernikahan mereka terasa berat. Terlebih keduanya masih kuliah. 

Kisah ini diceritakan pertama kali oleh netizen yang bernama Sasi Kirana. Melalui akun Twitter pribadinya yang bernama @sasisudibyo ia bercerita bagaimana realita nikah muda yang dialami teman-temannya. Saat itu ia mengunggah 2 cerita sekaligus.

Cerita pertama mengisahkan temannya yang menikah dengan seorang pria mapan dan memiliki pekerjaan menjanjikan. Ia yang saat itu baru selesai pendidikan dokter dan belum koas, berani untuk menikah di usia muda karena melihat masa depan yang cerah bersama sang kekasih yang bekerja sebagai polisi.

Diketahui bahwa saat masih pacaran, kekasihnya sering membelikan barang dan meminjami mobil. Ia yang hanya hidup dengan ibunya saja, berharap bahwa pernikahannya akan memperbaiki kondisi ekonomi keluarga mereka. Terlebih sekolah dokter juga mahal.

Namun sayang, kenyataan tidak seindah yang diharapkan. Setelah melakukan pernikahan mewah dengan sang kekasih, ia baru tahu bahwa selama ini suaminya berutang untuk membelikannya barang macam-macam. Bahkan pernikahan mewah itu juga dari hasil utang. Sehingga impian untuk memperbaiki kondisi ekonomi keluarga pun pupus.

Keadaan ini semakin parah setelah ia punya anak. Mungkin karena belum siap mental, ia tidak mengurus anaknya dengan baik. Bahkan menyerahkan urusan mengasuh anak kepada orangtuanya. Alhasil anaknya speech delay dan memiliki kecenderungan hiperaktif. Parahnya, saat disarankan untuk membawa anaknya terapi, wanita ini justru lebih memilih untuk membeli baju saja.

Kisah yang satunya tidak jauh berbeda. Temannya juga menikah saat masih kuliah. Bukan karena ngebet nikah, tapi karena wasiat mendiang ayahnya. Sebelum meninggal, ayahnya pernah berpesan jika ia sudah menemukan orang yang cocok, lebih baik nikahi saja daripada berzina.

Meski keduanya belum siap secara mental dan finansial, karena wasiat ayahnya ini, mereka memutuskan untuk menikah. Dan benar, pernikahan mereka tidak semulus yang diinginkan. Ia mengalami baby blues dan suaminya belum siap mengasuh anak.

Dari dua cerita tersebut, Sasi ingin menyampaikan pesan bahwa jangan asal nikah muda jika belum siap secara mental dan finansial. Karena menikah bukan tentang kecocokan semata, namun juga kemauan untuk terus membangun rumah tangga. Jika hanya ingin enaknya saja, lebih baik pikirkan lagi, apakah benar-benar sudah siap.


Marah
Marah
0 %
Gokil
Gokil
0 %
Lucu
Lucu
0 %
Kaget
Kaget
0 %
Suka
Suka
0 %
Aneh
Aneh
0 %
PENULIS
Venanda
"Keep moving forward"
113SHARES