Marah Aplikasi Musik Kesayangannya Berbayar, Dibilang Riba dan Bawa Agama. Warganet: Misqin!

19 Maret 2018
|Venanda
1SHARES

Beberapa hari lalu, publik dihebohkan dengan unggahan seorang netizen di media sosial. Ia yang tidak terima karena harus membayar sejumlah uang untuk aplikasi musik berbayar pun mengungkapkan kekesalannya di Twitter. Bahkan ia sampai membawa-bawa agama dan membuat tagar boikot aplikasi tersebut.

Padahal jika dilihat dari penuturannya, dia sendiri lah yang salah karena menggunakan aplikasi tersebut secara ilegal. Bukannya introspeksi, ia justu marah-marah dan menyalahkan perusahaan aplikasi musik tersebut. Waduh, pantas saja kalau netizen sampai menghujatnya.

Orang yang marah-marah pada aplikasi musik tersebut adalah pemilik akun Twitter bernama @turkknight48. Ia yang tidak terima akunnya dinonaktifkan membuat beberapa tweet yang mengungkapkan kekecewaan dan kemarahannya. Bahkan di beberapa unggahannya ia sempat menyinggung masalah riba dan agama.

Diketahui bahwa awalnya ia bebas menikmati akun premium secara cuma-cuma karena menggunakan mode gratisan. Tapi tiba-tiba, akunnya dinonaktifkan secara sepihak oleh pengelola. Ternyata pihak pengelola aplikasi musik tersebut sudah mengetahui bahwa ia menggunakan cara ilegal sehingga bisa memakai akun premium tapi gratisan. Karena sebenarnya akun premium baru bisa digunakan jika pelanggan membayar tiap bulannya.

Ia yang kecewa dan tidak terima akhirnya membuat tweet kekesalan yang ditujukan kepada aplikasi musik tersebut. Orang ini mengeluh karena sekarang harus membayar sejumlah uang tiap bulan untuk menikmati akun premium. Ia beranggapan bahwa jika membayar uang langganan aplikasi musik per bulan sama saja dengan menghambur-hamburkan uang. Ia juga takut jika hal tersebut menjadi riba. Entah bagaimana pemikirannya, tapi karena hal itu ia pun membuat tagar #BoikotSpotify.

Hal ini pun membuat beberapa netizen gatal untuk mengomentarinya. Mereka berusaha menjelaskan bahwa dari dulu aplikasi musik Spotify tersebut memang berbayar. Jika ia menggunakan mod gratisan, berarti ia melakukan hal yang ilegal. Karena akun premium hanya bisa digunakan jika ia membayar sejumlah uang tiap bulannya.

@arief_widodo911: “Pake otak! Spotify bayar di bilang riba, katrok amat, kalo mau yg gratis bikin lagu sendiri sono. Kagak ngerti agama tapi sok" pake hadits lah. Dasar cupu, aplikasi ilegal di pake ITU ILEGAL berarti ITU HARAM WKWKWKWKWKWK”

@outerzenith: “Jadi gini, musisi juga butuh makan, Spotify harus byr musisi spy lagunya tetap ada di Spotify. Klau gak mau bayar, ya terima iklan. Spotify itu bisnis, bukan kerja sukarela.”

@Anasmst: “Heh tong! Spotify itu dari jaman lu masih biji memang tuh apps berbayar. Enak aja mau make versi premium tapi ga bayar. Bawa bawa agama lagi. Kalau miskin ya miskin aja gak usah sok religius. Dikait kaitin sama riba lagi. Ah kesel gw, gini nih kalau kuah bubur dikasih nyawa.”

Susah juga sih ya kalau udah salah pemahaman. Dari dulu memang aplikasi musik ini sudah berbayar kalau mau yang premium. Kalau kamu menggunakan akun premium tapi gratisan, bisa dipastikan bahwa ini memakai cara ilegal. Nah, makanya sebagai netizen yang bijak, kita harus pintar-pintar mencari informasi. Daripada udah marah-marah tapi ternyata memang salah, akhirnya malu juga 'kan kalau gini.


Marah
Marah
0 %
Gokil
Gokil
0 %
Lucu
Lucu
0 %
Kaget
Kaget
0 %
Suka
Suka
0 %
Aneh
Aneh
0 %
PENULIS
Venanda
"Keep moving forward"
1SHARES