Kampanye CELUP (Cekrek Lapor Upload) Bikin Netizen Murka dan Dikecam Habis-habisan

29 Desember 2017
|Venanda
932SHARES

Belakangan ini, netizen dihebohkan dengan sebuah kampanye di media sosial. Kampanye yang diberinama CELUP (Cekrek Lapor Upload) ini diklaim bisa meminimalisir tindak asusila di tempat umum. Dalam kampanye ini, netizen diajak untuk beramai-ramai memergoki pasangan yang sedang berbuat asusila di ruang publik.

Mungkin niatnya baik, namun sayangnya, CELUP ini justru mendapat berbagai respon negatif dari banyak orang. Berbagai hal didalamnya dinilai kurang pantas untuk dikampanyekan. Apalagi mereka juga mencatut nama berbagai instansi di posternya. Tak heran jika netizen jadi beramai-ramai menghujat gerakan ini.

Seperti namanya, gerakan ini mengajak orang-orang untuk berpartisipasi dalam cekrek atau memfoto orang yang sedang melakukan tidak asusila, lalu laporkan kepada tim, dan akan diunggah di media sosial. Selain itu pelapor nantinya juga akan mendapat poin yang bisa ditukar dengan hadiah seperti marchendise, gantungan kunci, hingga pulsa.

Mereka melalukan kampanye melalui Instagram dengan nama akun @cekrek.upload.celup dan juga menyebarkan brosur. Dalam salah satu brosurnya, terlihat ilustrasi orang yang sedang diam-diam mengambil foto orang yang sedang pacaran. Selain itu di tengah poster ada tagline yang bertuliskan, “Pergokin Yuk! Biar Kapok”.

Dan juga ada tambahan keterangan, “Jika kamu menemui sepasang kekasih berbuat tindak asusila di tempat umum dan merasa terganggu maka segera laporkan dengan mengikuti gerakan sosial ini”.

Mungkin niatnya baik ya, namun kampanye CELUP yang diprakarsai oleh mahasiswa semester 5 jurusan DKV (Desain Komunikasi Visual) UPN Jawa Timur ini justru dinilai bisa mengarah ke tindakan persekusi. Sebagai salah satu tugas kuliah, kampanye ini juga sepertinya cukup serius karena sudah memiliki akun Instagram dan Official Account di LINE. 

Mengaku ingin mengurangi tidakan asusila yang sering terjadi di tempat umum, kampanye ini justru dinilai sudah melanggar privasi orang lain. Dan lagi, tindakannya yang mencatut beberapa instansi seperti media dan pemerintah kota tanpa izin juga dinilai tidak pantas dilakukan.

Dalam salah satu poster tersebut terdapat logo dari media seperti Detik.com, Jawa Pos, Perpustakaan C2O Surabaya, Radiogasm, dan Aiola Eatery. Padahal saat dikonfirmasi, instansi-instansi tersebut mengaku tidak ada kerjasama dengan CELUP ini.

Hal ini memunculkan berbagai komentar dari netizen. Ada yang menghuhat, namun ada juga yang mengajak untuk berpikir positif menanggapi hal ini. Inilah beberapa di antaranya.

@netral_ajah: “Senang Celup, tp benci orang lain celup...”

@fikryhaws: “Lucunya orang Indonesia”

@Prastyanto13: “Mau jadi polisi moral, tapi moralnya ndiri babarblas~ Begimane dah, lumba-lumba billing!”

@OtiasMandala: “Barisan pasukan sok jd polisi moral tp nyatanya moralnya dipertanyakan? Miris. Cuma segini kualitas mahasiswa indonesia? Primitif sekali ya pemikirannya.”

@jordymojo: “siapa tau mereka cuma anak2 kuliahan lagi bercanda aja.... positif thinking aja sebelum ngejudge wkwk”

Mungkin niat kampanye ini baik untuk mengurangi tindakan asusila di tempat umum. Namun sepertinya caranya kurang tepat. Karena dengan melakukan CELUP, privasi seseorang jadi terganggu karena asal cekrek dan justru mengarak ke tindakan persekusi. Kampanye ini sepertinya harus dipikirkan ulang karena akan ada dampak negatif yang terjadi saat foto seseorang diunggah dan diviralkan melalui media sosial.


Marah
Marah
0 %
Gokil
Gokil
0 %
Lucu
Lucu
0 %
Kaget
Kaget
0 %
Suka
Suka
0 %
Aneh
Aneh
0 %
PENULIS
Venanda
"Keep moving forward"
932SHARES