Di Bulan Tertib Trotoar, Video Supir Parkir Sembarangan Ini Ramai Dikomentari Netizen

12 Agustus 2017
|Disfira Ika
0SHARES

Terhitung sejak awal Agustus 2017, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sedang giat dengan kegitan Bulan Tertib Trotoar. Hal ini ditujukan untuk mengembalikan fungsi trotoar yang memang dibuat oleh pejalan kaki yang selama ini beralih fungsi sebagai tempat parkir pada praktik kesehariannya.

Seperti yang dilansir oleh CNN Indonesia ini. Masih ada di Bulan Tertib Trotoar, baru-baru ini di Twitter diramaikan dengan video antara pejalan kaki dan seorang sopir taksi di Jakarta, sekitar jalan Wahid Hasyim. Potongan video berdurasi 2:20 detik ini adalah rangkuman selisih pendapat supaya tidak memarkir mobilnya di trotoar. Dari kejadian ini, banyak hal yang dibahas dan dan dikomentari oleh netizen. Yuk kita simak seperti apa kejadiannya.

1. Ini adalah video dengan versi 2 menit yang ramai di Twitter

Pejalan kaki yang bernama Pak Albert ini adalah sang juru rekam kejadian yang terjadi di depan hotel ORIA yang terletak di Jalan Wahid Hasyim, Jakarta. Cerita singkatnya, dia mengingatkan seorang sopir taksi untuk tidak parkir di trotoar, dimana hal itu cukup mengganggu aktivitas pejalan kaki.

2. Pak Albert mengunggah juga video yang durasinya lebih panjang di Youtube

Jika kita amati videonya hingga selesai, percakapan didominasi dengan kata parkir dan trotoar. Berawal dari nada yang menyenangkan, lama-lama berubah menjadi saling menggunakan nada tinggi. Pak Albert gigih mengingatkan supaya tidak parkir di trotoar, sedangkan si sopir bersikukuh tidak parkir. Tapi, sedang menunggu penumpang.

3. Kurang lebih ini percakapan yang menarik perhatian netizen

Kita gunakan singkatan S untuk sopir, dan P untuk pejalan kaki (Albert). Ini adalah rekapan percakapan yang menarik perhatian netizen.

P: Jangan parkir di trotoar pak.

S: Saya nggak parkir Pak.

P: Itu turun dari mobil nggak? Turun dari mobil, parkir namanya. Kalau di dalam, baru menunggu. Gitu lho pak. Harus bisa membedakan mana yang namanya menunggu sama yang Parkir Pak. OK.Bapak pengemudi to? Pengemudi teladan nggak? Atau Nggak?

S: Nggak.

P: Parkir nggak?

S: Ganggu bapak?

P: Nggak. Kalau Saya jalan di atas mobil bapak?

S: Nggak apa-apa jalan aja kalau mau.

P: Kalau bapak mau parkir dimana saya mau tanya?

S:Orang bodoh juga tahu orang kalau parkir ya di tempat parkir.

P: Berarti bapak orang....

S: Bapak pinter?

4. Banyak yang menyayangkan sikap sang sopir yang berkilah walau memang sudah jelas salah

Jika kita cek KBBI, definisi memarkir adalah:

menghentikan atau menaruh (kendaraan bermotor) untuk beberapa saat di tempat yang sudah disediakan. Dan yang dilakukan oleh pak sopir memang sudah jelas memarkir kendaraannya. Yang membuatnya salah di mata aturan adalah, dia parkir di trotoar, bukan di tempat yang semestinya. Komentar di atas adalah yang muncul di Youtube. Kebanyakan sependapat bahwa pihak yang salah adalah si sopir.

5. Di sisi lain, ada juga komentar yang menyayangkan tentang cara Pak Albert yang terkesan memancing emosi

Banyak juga yang menyayangkan tindakan Pak Albert ini terkesan berlebihan. Caranya yang menyudutkan dan menyalahkan, tak heran membuat pak sopir naik pitam juga. Memang membuat dia memindahkan kendaraannya, tapi berdasarkan emosi semata.

Kita perlu melihat dari dua sisi terlebih dahulu sebelum memberikan komentar terhadap suatu kejadian. Sebisa mungkin netral dan tidak judgemental. Semoga orang Indonesia juga sadar bahwa trotoar adalah hak pejalan kaki, bukan dialihfungkisan sebagai tempat parkir. Demi Indonesia yang lebih baik, bagaimanapun parkir di trotoar tetap tindakan yang salah.


Marah
Marah
0 %
Gokil
Gokil
0 %
Lucu
Lucu
0 %
Kaget
Kaget
0 %
Suka
Suka
0 %
Aneh
Aneh
0 %
PENULIS
Disfira Ika
Gak Punya Quote Nih!
0SHARES