5 Twit Fahri Hamzah yang Bikin Kesel dan Nggak Habis Pikir

19 Juli 2017
|Chandra W.
0SHARES

Perbincangan tentang politik di negeri ini nggak akan ada habisnya. Seperti apa yang biasa terjadi di Indonesia, upaya pihak-pihak yang hendak memperbaiki kerusakan yang ada di dalam lembaga korup mendapat perlawanan yang tidak kalah hebat dari pihak yang merusak. Beberapa tahun yang lalu, drama politik Indonesia bertemakan Cicak vs Buaya mewarnai headline berbagai surat kabar nasional maupun regional. Cicak merujuk pada KPK sedangkan Buaya merujuk kepada institusi Polri.

Sekarang, drama itu kembali terjadi namun tokohnya berganti di satu pihak, yaitu Polri digantikan oleh DPR. Isu pelemahan KPK oleh DPR semakin memanas dengan dibentuknya pansus hak angket. Fahri Hamzah, Wakil Ketua DPR selaku salah satu tokoh di balik pembentukan pansus hak angket meroket kepopulerannya terutama setelah beberapa waktu lalu twitwar dengan politisi muda Tsamara Amany. Fahri dikritik oleh Tsamara dalam sebuah tulisan berjudul "Sesat Pikir Fahri Hamzah,". Setelah diperhatikan, ternyata cuitan-cuitan Fahri Hamzah memang banyak yang bikin nggak habis pikir.

1. Menjawab twit dari Tsamara tentang ukuran keberhasilan KPK.

'Kan koruptor bisa habis dengan ditangkap, Pak.

2. Sudah San itu apa ya, Pak?

Mungkin maksud Pak Fahri "sudah sah." Tapi typo. Lagipula pembentukan pansus hak angket juga diwarnai aksi walk-out dari sebagian besar anggota yang hadir. Sah yang tidak sah.

3. Pertanyaan ini ditunjukkan untuk Tsamara, tapi ya sebenarnya bisa dibalikin juga ke si Bapak.

Pansus niat baik untuk siapa?

4. Jadi jawaban resminya apa Pak?

Kesel nggak, sih? Terus jawabannya apa?

5. Menyindir KPK sebagai "partai" hanya karena opini politik.

Padahal kebebasan berpendapat telah diatur dalam UUD. Sejak sekolah dasar pun kita sudah diajari hal itu. Kalau hanya karena opini jadi gentar, bukankah itu menandakan ada sesuatu yang salah dari dirinya?

Indonesia ini semakin hari semakin membingungkan dan semakin sulit dilihat pihak mana yang benar, mana yang salah. Tapi kita bisa kok membedakan pihak yang bersalah atau pihak yang disalahkan. Bisa dilihat dari ucapan serta perbuatan. Semoga Indonesia segera terselamatkan dari pihak-pihak yang mendukung korupsi.


Marah
Marah
0 %
Gokil
Gokil
0 %
Lucu
Lucu
0 %
Kaget
Kaget
0 %
Suka
Suka
0 %
Aneh
Aneh
0 %
PENULIS
Chandra W.
"Sebaik-baik tulisan adalah yang dibaca sampai akhir."
0SHARES