Yudi Hermanto, Pria Berbobot 310 Kg Karena Makan Katering Sisa Hajatan, Tutup Usia

11 Desember 2017
|Venanda

Belakangan ini nama Yudi Hermanto jadi perbincangan publik. Ia jadi sorotan karena berat badannya yang sudah terlalu berlebihan hingga mencapai 310 kg. Kini berat badannya hampir tiga kali lipat dari berat badannya semula. Meskipun, masih belum tahu pasti apa penyebabnya, tapi kabarnya kenaikan badan drastis ini disebabkan oleh kebiasaan Yudi yang sering mengkonsumsi makanan sisa katering.

Tapi, kabar yang kurang menyenangkan datang. Yudi Hermanto dikabarkan meninggal dunia pada Minggu (10/12) pagi lalu.

Kebiasaan Yudi Hermanto selalu menghabiskan sisa makanan pelanggan katering tempatnya bekerja membuat berat badannya naik tiga kali lipat. Kini berat badan Yudi mencapai 310 kg. Sejak setahun terakhir, dia selalu memakan sisa katering hajatan pasangan pengantin yang menjadi pelanggan tempatnya bekerja. Kini ukuran tubuh warga Desa Sirnabaya, Kecamatan Telukjambe Timur, Karawang, Jawa Barat, itu menjadi superjumbo. Yudi menceritakan, setahun lalu berat badannya hanya 110 kilogram. Kini, berat badannya naik tiga kali lipat menjadi 310 kilogram. Saat ini dia dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Karawang. Awalnya, Yudi tidak bisa memeriksakan penyakitnya tersebut karena faktor ekonomi. Namun, dia kini mendapat bantuan biaya pengobatan selama di RSUD Karawang dari Pemkab Karawang. ? "Saya memang punya bakat gemuk, tapi tidak seperti ini. Berat saya waktu itu cuma 110 kilogram. Itu sudah paling tinggi. Tapi, sekarang malah terus bertambah dengan cepat. Saya tidak tahu kenapa," ucapnya. ? "Saya sempat putus asa dengan penyakit saya ini. Tapi, mau bagaimana lagi, saya memang tidak punya uang. Saya bilang kepada orangtua saya jangan mikirin saya lagi, biar ini urusan saya untuk menjalaninya," tuturnya. Yudi mengaku kaget setelah mendapat kabar bahwa penyakit yang dideritanya bakal diobati pemerintah daerah. Saat akan menjalani pemeriksaan di RSUD, Yudi ditemui Wakil Bupati Karawang Ahmad Zamakhsyari. Ahmad menyatakan, pemerintah bakal menanggung seluruh biaya pengobatan Yudi selama dirawat di RSUD. Bahkan, jika harus dirujuk ke rumah sakit lain di luar Karawang, pemerintah tetap membiayai perawatan Yudi hingga dinyatakan sembuh. ? "Kami prihatin dengan penyakit yang diderita Yudi. Semoga saja dengan perawatan intensif dari tim medis, dia bisa segera pulih," ujarnya. Selain biaya perawatan Yudi, pemerintah daerah memberikan bantuan kepada keluarga yang menunggu di rumah sakit. "Kami berharap dengan bantuan pemerintah ini penyebab penyakit Yudi bisa segera diketahui, kemudian dapat disembuhkan," ucapnya. (Source: Liputan6) ? Follow, like, komentar dan tag temanmu untuk ikut bersama kita guys! #kamuharustau #indozone

A post shared by INDOZONE - INDOZONEMEDIA (@indozone.id) on

Pemuda asal Karawang, Jawa Barat ini seketika jadi viral setelah beritanya tersebar di media sosial. Ia menjadi perbincangan karena berat badannya yang naik drastis dalam waktu satu tahun. Diketahui bahwa berat badan sebelumnya adalah 110 kg menjadi 310 kg.

Setelah ditelisik, Yudi yang pada tahun 2013 lalu bekerja di perusahaan katering ternyata sering makan makanan sisa hajatan. Ia juga sering makan camilan seperti bakso, makanan ringan, cilok, dan minuman bersoda. Selain itu kebiasaannya yang lebih sering menggunakan motor ketika bepergian membuat ia jadi kurang bergerak. Dan lagi, Yudi tidak pernah berolahraga. Hal inilah yang kemungkinan membuat berat badannya naik tiga kali lipat dalam waktu satu tahun. 

Pria berusia 33 tahun ini kini harus rela terbaring di ranjang rumah sakit untuk menjalani pengobatan dari dokter. Berat badannya yang mencapai 310 kg ini sudah cukup memprihatinkan. Hal ini juga membuatnya kesulitan untuk beraktivitas.

Meskipun belum diketahui secara pasti, Kepala Seksi Kesehatan Keluarga dan Gizi, Dinas Kesehatan Karawang, Yayuk Sri Rahayu mengatakan bahwa penyebab obesitas Yudi diduga mirip dengan kasus Arya. Sepertinya Yudi kelebihan porsi makan mengingat kebiasaannya yang sering mengkonsumsi makanan sisa katering dan camilan yang cukup banyak. Tapi ada juga kemungkinan adanya metabolisme tubuh yang kurang baik. 

Setelah merasakan sakit yang dideritanya akibat obesitas ini, Yudi Hermanto dikabarkan menghembuskan nafas terakhirnya pada 10 Desember 2017 lalu yang diakibatkan serangan jantung. Ia juga sempat mengeluh karena sesak nafas yang dirasakannya. Yudi juga sempat mengalami kejang-kejang, namun sayang, saat perawat datang, Yudi sudah tidak bernyawa.

Semoga almarhum mendapatkan tempat terbaik di sisi-Nya. Dan hikmah yang bisa diambil adalah untuk tidak berlebihan dalam segala hal. Dalam mengonsumsi makanan misalnya.


Marah
Marah
0 %
Gokil
Gokil
0 %
Lucu
Lucu
0 %
Kaget
Kaget
0 %
Suka
Suka
0 %
Aneh
Aneh
0 %
PENULIS
Venanda
"Keep moving forward"
SHARES