Sedih Banget! Ditolak Driver Ojek Online Karena Tuna Rungu, sampai Disumpahin Juga

28 Maret 2018
|Venanda
0SHARES

Beberapa waktu lalu, ramai kasus penumpang yang ditolak driver ojek online karena dia adalah tuna rungu. Ia yang memesan ojek online melalui aplikasi di cancel sepihak oleh drivernya setelah mengetahui penumpangnya adalah penyandang disabilitas. Nggak cuma itu, ia bahkan sampai disumpahi dengan kata-kata yang tidak pantas oleh driver tersebut.

Hal ini pun langsung viral dan menarik perhatian banyak orang. Mereka miris dengan sikap oknum driver ojek online yang seperti itu. Terlebih, setelah diketahui bahwa kejadian ini sudah beberapa kali terjadi.

Kejadian ini pertama kali diungkapkan oleh seorang netizen yang bernama Annisa Rahmania. Melalui akun Instagram pribadinya, ia menceritakan pengelaman pahitnya saat menggunakan ojek online. Diketahui saat itu ia memesan ojek online untuk pergi ke suatu tempat. Dan seperti biasa, driver akan menghubungi penumpang untuk memastikan lokasinya.

Awalnya driver ini biasa saja saat membalas pesan dari Annisa. Namun, saat tahu bahwa penumpangnya adalah seorang tuna rungu, ia justru menyumpahinya dengan kata-kata kasar. Dari screenshoot yang diunggah oleh Annisa, driver ini terlihat menuliskan kata-kata, “Mati aja lu, orang susah.”

Hal ini tentu membuat Annisa kaget. Ia tidak menyangka bahwa driver tersebut akan mengatakan kata kasar seperti itu. Sebagai penyandang disabilitas, ia miris dengan diskriminasi yang dilakukan oleh kebanyakan orang. Ia pun melaporkannya kepada perusahaan penyedia layanan ojek online dan sekaligus membagikannya di media sosial.

Tak perlu waktu lama, kisahnya langsung viral dan jadi perhatian publik. Terlebih setelah seorang publik figure yang juga anak dari Dewi Yull, Surya Sahetapy, mengunggahnya di akun pribadinya. Ia merasa miris dengan diskirminasi yang dialami para penyandang disabilitas. Melalui Instagram Story, ia juga membagikan kisah serupa.

Diketahui bahwa ada juga seorang tuna rungu lainnya yang di-cancel oleh driver ojek online karena ia tuli. Driver ini bahkan mengatakan bahwa ia tidak mau membawa orang tuli. Tak hanya itu, penyandang tuna daksa pun pernah merasakan pahitnya naik transportasi berbasis online. Saat itu keluarganya terpaksa menaikkan sendiri kursi rodanya karena driver menolak untuk membantunya.

Hal tersebut hanyalah sedikit contoh kasus yang menunjukkan diskriminasi terhadap disabilitas. Setelah berita ini viral, perusahaan sudah meminta maaf secara resmi terhadap Annisa atas kelakuan drivernya. Mereka berjanji akan menegur dan memberi sanksi kepada driver yang bersangkutan.

Miris banget ya kalau mendengar berbagai pengalaman teman penyandang disabilitas ini. Hanya karena terlihat berbeda, mereka menerima perlakukan yang tidak sepantasnya. Seharusnya bukan dihindari atau diasingkan melainkan dirangkul dan disayang. Karena penyandang disabilitas memiliki hak yang sama seperti kita. Semoga kita bisa jadi masyarakat yang memiliki jiwa toleransi tinggi dan penyayang kepada semua orang.


Marah
Marah
0 %
Gokil
Gokil
0 %
Lucu
Lucu
0 %
Kaget
Kaget
0 %
Suka
Suka
0 %
Aneh
Aneh
0 %
PENULIS
Venanda
"Keep moving forward"
0SHARES