Pelaku Bullying di Thamrin City Dikeluarkan dari Sekolah, Banyak Netizen yang Setuju?

affinitymagazine.us

Akhir-akhir ini dunia pendidikan Indonesia kembali ditampar dengan maraknya kasus bullying atau perundungan. Dalam waktu yang berdekatan, terjadi dua peristiwa perundungan. Pertama di Universitas Gunadarma yang korbannya adalah M. Farhan, seorang mahasiswa penyandang autisme. Perundungan yang terjadi di tingkat pendidikan tinggi ini sangat memprihatinkan. Mahasiswa mestinya dapat menjadi contoh yang baik bagi adik-adik yang masih menempuh pendidikan di tingkat awal.

Belum usai kasus Gunadarma dibahas, muncul video yang menampakkan aksi perundungan sejumlah siswa SD dan SMP di mal Thamrin City. Dinas Pendidikan Jakarta segera mengambil tindakan tegas dengan mengeluarkan pelaku bullying yang berjumlah sembilan anak dan mencabut Kartu Jakarta Pintar (KJP).

1. Banyak netizen mendukung keputusan untuk mengeluarkan anak-anak pelaku bullying Thamrin City.

www.instagram.com

Dalam komentar di postingan akun instagram lambe_turah, banyak netizen yang menyatakan dukungan terhadap keputusan Drop Out (DO) anak-anak pelaku bullying di Thamrin City. Alasannya beragam. Ada yang mengatakan bahwa diskors saja tidak cukup. Jika pelaku bullying masih berada dalam satu wilayah, apakah korban bisa tenang? Dengan mengembalikan anak-anak tersebut kepada orangtuanya, maka menjadi tanggung jawab orangtua untuk mencarikan sekolah kembali untuk mendidik agar mereka tidak semakin menjadi-jadi perangai buruknya dan memberi rasa aman kepada korban.

2. KJP dicabut, bagaimana nasib pelaku bullying selanjutnya?

disdik-cengkareng.or.id

Seperti yang telah disebutkan pada paragraf pembuka, selain dikeluarkan dari sekolah, Dinas Pendidikan Jakarta juga akan mencabut KJP para pelaku bullying Thamrin City. KJP adalah program pemerintah Jakarta yang berupa bantuan dana pendidikan dasar hingga menengah bagi anak kurang mampu dengan besaran tertentu setiap bulannya. Bukan hanya untuk biaya sekolah, dana bantuan via KJP juga dipakai untuk memenuhi kebutuhan sekolah lainnya seperti tas, sepatu dan buku-buku juga untuk transportasi umum.

Jika memang keluarga pelaku bullying tersebut masuk kategori, mohon maaf, kurang mampu, maka bagaimana nasib anak-anak tidak mampu itu jika KJP-nya dicabut? Bukankah akses mereka ke pendidikan menengah akan semakin sulit?

3. Adakah sekolah lain yang mau menerima pelaku bullying?

www.greatschools.org

Tentu saja ada. Namun kemungkinannya kecil, apalagi sekolah negeri. Kalau swasta, pasti lebih mahal. Padahal KJP dicabut. Bayangkan betapa kesulitannya orangtua anak-anak itu. Tulisan ini bukan bermaksud membela pelaku bullying. Hanya mencoba untuk melihat kemungkinan yang ada selain DO dan cabut KJP. Orang Indonesia kan mudah terpengaruh. Nanti ketika pelaku bullying ini berhasil mendapat sekolah baru, masyarakat sudah terlanjur memberikan cap bahwa mereka adalah anak-anak yang jahat dan menakutkan sehingga tak perlulah anak-anak di sekolah itu bermain dengan mereka. Lho, ini akan jadi lingkaran setan.

4. Mengapa tidak ada konseling dari pihak sekolah?

www.conncoll.edu

Keputusan Dinas Pendidikan Jakarta memang cepat dan pasti melegakan banyak pihak. Namun apakah keputusan tersebut benar-benar akan berdampak baik bagi semua pihak? Sebenarnya ada alternatif selain DO dan pencabutan KJP. Konseling salah satunya. Pihak sekolah, orangtua pelaku, dan korban, serta anak-anaknya semestinya mengadakan pertemuan untuk membahas bullying dari semua sisi.

Pendampingan terhadap semua anak sangat penting dilakukan agar mereka mengerti bagaimana buruknya dampak bullying bagi siapa saja. Tidak mudah memang dan membutuhkan banyak waktu, tenaga, serta dukungan semua pihak. Namun dengan cara menyikapi yang tidak represif, output dalam jangka panjangnya bisa lebih baik.

Sebagai netizen yang notabene merupakan "pihak luar" dari kasus bullying ini, bagaimana menurutmu? Satu hal yang disayangkan dari kasus ini adalah juga sikap netizen yang membenci bullying tetapi justru mengomentari dengan cara yang sama: membully pelaku. Kalau benci bullying kenapa melakukan hal yang sama?

0%
Marah
0%
Gokil
0%
Lucu
0%
Kaget
0%
Suka
0%
Aneh
SHARES
Bukan Ucapan "Kamu cantik", Alasan Driver Ojek Online Dilaporkan ke Polisi

Bukan Ucapan "Kamu cantik", Alasan Driver Ojek Online Dilaporkan ke Polisi

Lupakan Ribut-ribut Tentang Telegram, Ternyata CEO-nya Seganteng Ini

Lupakan Ribut-ribut Tentang Telegram, Ternyata CEO-nya Seganteng Ini

7 Foto Ini Membuktikan Bedanya Foodgrammer Profesional dan Amatir!

7 Foto Ini Membuktikan Bedanya Foodgrammer Profesional dan Amatir!

Iqbaal CJR Jadi Pemeran 'Dilan' 1990, Netizen Pada Setuju Nggak ya?

Iqbaal CJR Jadi Pemeran 'Dilan' 1990, Netizen Pada Setuju Nggak ya?

Inilah foto-foto #Panoramafail di Instagram yang Bikin Heran!

Inilah foto-foto #Panoramafail di Instagram yang Bikin Heran!

10 Artis Indonesia dengan Pengikut Terbanyak di Instagram

10 Artis Indonesia dengan Pengikut Terbanyak di Instagram

loading