Marak Pelecehan Seksual di Transportasi Umum, Pak Jaelani Muncul Jadi Hero Para Wanita

17 April 2018
|Faizah Pratama

Pelecahan seksual sudah tidak lagi menyasar para korbannya di tempat sepi. Tempat umum yang terdapat banyak orang pun menjadi lokasi pelaku pelecehan melancarkan aksinya. Baru-baru ini, banyak cerita tentang pelecehan seksual di kendaraan umum mencuat ke publik. Kasus tersebut bukan kejahatan baru yang menimpa kaum wanita.

Namun, tidak banyak korban yang berani bersuara. Baru belakangan ini banyak korban yang membagikan pengalaman buruknya di media sosial. Hal itu membuat semakin banyak pihak mulai peduli dan mengambil tindakan dengan persoalan ini.

Akun Instgram @dearcatcaller.id pun menjadi wadah para korban mencurahkan pengalaman buruknya terkait pelecehan seksual. Salah satunya perempuan berinisial F yang pernah mendapat pelecehan seksual di angkot. Pantatnya ditampar saat turun dari angkot dan justru disiuli oleh pelaku.

Lewat @dearcatcaller.id inilah mencuat pula nama Pak Jaelani, seorang petugas Transjakarta yang beraksi melawan pelecehan seksual yang menimpa para penumpang TransJakarta. Pak Jaelani mulai dikenal saat salah seorang penumpang yang ditolongnya membagikan ceritanya di blog.

Pada 24 Maret 2018 sekitar pukul 10 malam, korban hendak pulang ke rumahnya setelah menghadiri satu acara. Di halte TransJakarta, ternyata ada seorang pria yang juga menunggu bus di sana. Awalnya baik-baik saja tetapi pria menyeringai dan tampak membetulkan celananya. Ia pun segera lari ke bilik tiket. Untungnya, petugas bernama Jaelani itu mau menemaninya menunggu bus.

Menurut Jaelani kejadian semacam ini sudah sering terjadi, banyak yang melaporkan pelecehan seksual yang terjadi di bus. Tidak peduli siang atau malam, korban mengenakan rok mini atau tertutup, tidak ada bedanya. Selama ini banyak kejadian banyak korban yang justru disalahkan, memakai pakaian kurang tertutup dan keluar malam-malam. Tetapi tidak dengan Pak Jaelani, ia justru lebih geram dengan tindakan kurang terpuji para pelaku pelecehan.

“Ah, orang-orang suka asal ngomong,” kata Pak Jaelani. “Kita nggak pernah tahu, perempuan itu bisa lagi bekerja lembur atau tugas lain atau tidak punya pilihan. Harusnya orang fokus pada pelaku dan bukannya korban kalo mau nyalahin. ” Begitulah pendapat Pak Jaelani.

Kehadiran Pak Jaelani membawa angin segar bagi para wanita yang selama ini justru disalahkan saat mendapat pelecehan seksual alias victim blaming. Pendapat Pak Jaelani mendapat dukungan salah satunya dari pengguna Twitter bernama @heyitsmondey. Ia pun berharap para pria yang bersikap gentle seperti Pak Jaelani.

Jika masih mencari siapa yang salah dalam kasus pelecehan seksual, salahkanlah para pelakunya. Tidak ada korban yang minta dilecehkan bagaimana pun caranya berpakaian. Dear ladies, jangan pernah takut bersuara saat mengalami atau mendapati pelecehan seksual. Diammu hanya membuat mereka akan semakin merajalela. Semoga banyak sosok heroik seperti Pak Jaelani yang bisa menumpas pelecehan seksual di tempat umum!


Marah
Marah
0 %
Gokil
Gokil
0 %
Lucu
Lucu
0 %
Kaget
Kaget
0 %
Suka
Suka
0 %
Aneh
Aneh
0 %
PENULIS
Faizah Pratama
"Di mana-mana hatiku senang!"
SHARES