Marak Akun Penjual Followers di Instagram, Cerminan Netizen Indonesia yang Haus Perhatian?

04 Agustus 2017
|Chandra W.
2.2 KSHARES

"Foto aku likes-nya dikit. Delete aja ah,".

"Duh kok Instagramku lebih banyak following-nya ya daripada followers-nya. Unfollow siapa aja ya biar jumlahnya seimbang?"

"Ah dia mah enak di-endorse sana sini. Followers-nya banyak sih,"

Siapa yang pernah mengucapkan kalimat-kalimat di atas? Seberapa pentingkah arti jumlah followers buat kamu? Semakin banyaknya akun-akun yang menjual jasa tambah followers di Instagram merupakan fenomena yang menarik untuk dibahas. Seakan fenomena ini menggambarkan karakteristik netizen Indonesia yang haus perhatian. Angka yang tertera di kolom followers harus lebih banyak dibandingkan yang ada di kolom following. Jumlah like dan comment di setiap postingan pun jadi dua hal penting yang harus ada, dan lagi jumlahnya tidak boleh sedikit.

1. Jumlah pengguna Instagram aktif di Indonesia menduduki posisi keempat dalam peringkat dunia

Posisi pertama ditempati Malaysia, disusul Hongkong pada posisi kedua dan Singapura di urutan ketiga. Instagram banyak digunakan oleh netizen karena kontennya variatif dan tidak membosankan, didominasi foto dan video. Media sosial berbasis teks seperti Facebook dan Twitter banyak ditinggalkan setelah kemunculan Instagram.

2. Karena banyak penggunanya, maka banyak pula yang menggunakan Instagram sebagai media berjualan

Pengguna Instagram memilih untuk membeli produk yang dipakai oleh influencer, tokoh yang berpengaruh dalam kehidupan di sekitarnya. Contoh, seseorang yang ingin kuliah di luar negeri akan membeli buku tentang tips mendapatkan beasiswa pendidikan yang dipakai oleh Maudy Ayunda. Maka penjual buku tersebut akan mendapat banyak pembeli jika meng-endorse Maudy Ayunda.

3. Saat ini, bukan selebritis saja yang bisa menjadi influencer. Ada influencer lain yang juga dikenal dengan sebutan selebgram

Selebgram alias selebritis Instagram bisa saja seorang yang suka mengunggah tutorial make-up, tips traveling hemat, atau apa saja, dan tentu saja memiliki followers yang jumlahnya tak main-main banyaknya. Biasanya ratusan ribu sampai jutaan followers.

4. Seperti anak SD di Pekanbaru yang bercita-cita jadi YouTuber, banyak juga anak Indonesia lainnya yang ingin jadi selebgram

Batik always know how to shine @oemahetnik ????????????

Sebuah kiriman dibagikan oleh Tantri Namirah (@tantrinamirah) pada

Nah sebagian netizen (yang sebenarnya nggak punya kemampuan apa-apa untuk jadi influencer) maunya cara instan aja buat jadi selebgram. Membeli followers adalah salah satu jalan pintas. Entah followers asli maupun palsu, tak menjadi perhatian mereka. Satu hal yang terpenting adalah kolom followers punya angka mentereng.

Dan kalau sudah banyak jumlah followers yang menghiasi akunnya, banyak yang berpikir bahwa tawaran endorse akan banyak berdatangan. Padahal mencapai titik yang saat ini telah dicapai para selebgram terkenal itu tak semudah yang selama ini kita bayangkan. Semua selebgram pasti melalui usaha-usaha yang bisa dibilang tak mudah. Followers yang jumlahnya hingga jutaan tak didapat dalam waktu semalam. Butuh waktu untuk pembuktian diri bahwa mereka memang punya kemampuan yang dapat menginspirasi banyak orang, hingga akhirnya para selebgram ini memiliki jumlah followers dengan angka yang mentereng.

5. Jumlah followers juga menjadi semacam alat validasi bahwa si empunya akun ini ngehits

Hal ini sebenarnya sangat disayangkan, tapi memang benar terjadi. Jumlah followers banyak di Instagram seolah menjadi penanda bahwa kamu orang yang banyak disukai, padahal belum tentu juga. Beberapa penelitian juga mengungkapkan bahwa Instagram adalah media sosial paling rawan memunculkan depresi pada penggunanya. Sebabnya, semua orang pasti hanya mengunggah momen-momen terbaiknya di Instagram. Pengguna yang lain bisa saja iri hanya dengan melihat postingan yang tak selamanya sesuai dengan kenyataan.

Takut dibilang cupu atau nggak gaul dan hits hanya karena followers Instagram sedikit? Sekarang bukan zamannya lagi. Lebih baik berkarya. Apapun. Suka nulis puisi? Unggah foto dan puisimu di Instagram. Selalu hemat karena anak kos? Bikin video tutorial belanja bulanan hemat dan tips hidup hemat lain ala anak kos, unggah ke Instagram. Dari hal-hal berguna macam inilah kamu bisa jadi influencer buat orang-orang di sekitarmu. Nanti juga followersnya nambah sendiri kok. Real, pula.


Marah
Marah
0 %
Gokil
Gokil
0 %
Lucu
Lucu
0 %
Kaget
Kaget
0 %
Suka
Suka
0 %
Aneh
Aneh
0 %
PENULIS
Chandra W.
"Sebaik-baik tulisan adalah yang dibaca sampai akhir."
2.2 KSHARES