Kesaksian Driver Ojek Online yang Antar Tersangka Pembunuhan Dokter Letty ke Kantor Polisi

14 November 2017
|Venanda
Instagram
0SHARES

Seorang driver ojek online terpaksa ikut terlibat dalam kasus pembunuhan sadis Dokter Letty yang sedang ramai diperbincangkan publik belakangan ini. Bukan karena ia ikut membunuh korban, driver ini hanya tak sengaja mengantarkan pembunuh ke lokasi kejadian. Ia yang dianggap sebagai saksi kunci, bahkan dicari oleh polisi untuk dimintai keterangan.

Setelah dilakukan pencarian, driver ojek online yang diketahui bernama Rahmat ini akhirnya ditemukan. Ia yang mengantarkan pelaku menuju klinik, dianggap sebagai saksi yang tahu betul bagaimana perilaku Dokter Helmi sebelum melakukan pembunuhan. Apalagi ia juga yang mengantar pelaku ke Polda Metro Jaya. Dengan gamblang, ia pun menceritakan kesaksiannya.

Menurut penuturan Rahmat, pada Rabu, 9 November 2017 lalu ia sedang menunggu penumpang dari aplikasi seperti biasanya di wilayah kantor Walikota Jakarta Timur. Kemudian, sebuah pesanan masuk. Ternyata pesanan tersebut berasal dari Dokter Helmi. Kala itu, dokter Hilmi meminta diantarkan ke Klinik Azzahra tempat istrinya bekerja.

Hal ini diungkapkan langsung oleh Rahmat saat melakukan prarekonstruksi di Mapolda Metro Jaya pada Senin, 13 November 2017 lalu. Ia mengatakan, “Awalnya di sekitar kantor Wali Kota (dapat penumpang pelaku), lalu ke klinik."

Saat mengantarkan dokter Hilmi, ia tidak curiga sama sekali kalau pria tersebut berniat membunuh istrinya. Apalagi penampilan dan sikap dokter Hilmi juga terlihat biasa saja saat berada di perjalanan. Ia mengatakan, “Di jalan dia diem aja. Kalau dia ngomong mau nembak, ya saya kaburlah".

Sebelum sampai ke Klinik Azzahra, diketahui bahwa Dokter Helmi sempat mampir di warung dan membeli rokok. “Dia beli rokok dulu baru langsung ke klinik."

Setibanya di Klinik Azzahra, Dokter Helmi meminta Rahmat menunggunya sebentar sekitar 15 menit karena ia mau menemui istrinya di dalam. Mengingat ongkos ojeknya belum dibayar oleh Dokter Helmi, ia rela menunggu di depan klinik. Sambil menunggu pelaku, ia mencari orderan lain melalui aplikasinya.

Tak berapa lama, Rahmat mendengar suara tembakan dari dalam klinik. Saat itu ia sempat menghitung ada enam kali suara tembakan. Meskipun mendengar suara yang tidak wajar, ia belum menyadari bahwa itu berasal dari pistol penumpangnya. Ia baru sadar setelah suasana klinik jadi kacau dan melihat orang-orang lari berhamburan keluar.

Saat sadar bahwa yang melakukan penembakan itu adalah penumpangnya, ia pun kaget. Ia mengatakan, “Dari parkiran dengar ada suara itu (tembakan). Kaget saya, kok itu penumpang saya. Ya kaget, orang 'kan teriak.”

Tak lama kemudian, Dokter Helmi keluar dari klinik dan menghampiri Rahmat. Ia meminta Rahmat untuk mengantarkan ke Polda Metro Jaya. Saat itu, Dokter Helmi tidak memesan melalui aplikasi ojek online.

"Habis nembak dia ngomong ayo Pak ke Polda, saya mau menyerahkan diri," ungkap Rahmat. Dengan bingung ia langsung mengantarkan penumpangnya ke Polda Metro Jaya. 

Setelah beritanya ramai di televisi, baru diketahui bahwa Dokter Helmi saat itu menembak istrinya, Dokter Letty, dengan enam kali peluru. Dokter Letty yang ditembak dari jarak dua meter pun akhirnya meninggal di lokasi. Berdasarkan keterangan pelaku, ia melakukan hal tersebut karena tidak mau cerai dari Dokter Letty. 

Duh, tragis juga ya kasus ini. Tidak mau cerai dari istrinya, dokter ini justru menembak mati dengan pistol. Anehnya, ia langsung menyerahkan diri ke pihak yang berwajib setelah melakukan tindakan kejam ini. Gimana ya perasaan driver ojek online yang mengantarkan ia ke kantor polisi? Takut nggak ya?


Marah
Marah
0 %
Gokil
Gokil
0 %
Lucu
Lucu
0 %
Kaget
Kaget
0 %
Suka
Suka
0 %
Aneh
Aneh
0 %
PENULIS
Venanda
"Quote apa ya?"
0SHARES