Gelar Konferensi Pers, Terkuak Alasan Mereka Sebenarnya Beri Miras ke Hewan di Taman Safari

22 November 2017
|Venanda
1.1 KSHARES

Kasus pemberian miras atau minuman keras kepada hewan di Taman Safari oleh dua pemuda pemudi ini sempat bikin geger warganet beberapa waktu lalu. Pasalnya, mereka dengan santai dan tertawa cekikikan, memberikan miras tersebut kepada hewan-hewan yang ada disana.

Nggak cuma satu, tapi pada beberapa hewan juga dicekoki minuman keras oleh mereka. Tentu saja ini membuat warganet semakin geram dan meradang.

Setelah sekian lama ditunggu-tunggu, akhirnya pelaku pemberi miras ini muncul juga ke media. Mereka diancam oleh banyak pihak hingga merasa depresi. Dalam konferensi persnya, mereka juga mengaku bersalah dan membeberkan alasan sebenarnya melakukan hal tersebut.

Awalnya, hal ini pertama kali diketahui dari video Instagram Story milik pelaku. Saat itu pada tanggal 14 November 2017, beberapa pemuda termasuk Alyssa Dwi Fitri (25 tahun) dan Philip Biondi (27 tahun) sedang berada di Taman Safari. Semula mereka berniat pergi ke Puncak, namun karena macet, mereka memutuskan untuk mampir dulu ke Taman Safari.

Saat berada di Taman Safari dan melintas di kandang kuda nil, tiba-tiba Alyssa dan Philip berinisiatif memberikan miras ke arah hewan tersebut dengan menuangkan ke arah mulutnya. Mereka pun lantas tertawa cekikikan saat berhasil mencekoki kuda nil dengan miras. Tak hanya sampai disitu, mereka juga memberikan minuman tersebut ke beberapa hewan lainnya termasuk rusa.

Setelah sekian lama tidak ada kabarnya, akhirnya Sabtu 19 November 2017 lalu mereka berani muncul ke ruang publik. Diketahui bahwa setelah kejadian tersebut, baik Alyssa maupun Philip mendapat ancaman dan makian dari warganet. Mereka pun memutuskan menggelar jumpa pers dan mengakui kesalahannya untuk meminimalisir hukuman sosial dari warganet.

"Saya akui saya salah. Saya sudah meminta maaf di akun instagram saya. Tapi ancaman dan hujatan terus datang, sampai ke ponsel saya".

Ia juga menambahkan bahwa tidak hanya dirinya saja yang diancam, tapi keluarganya juga terkena imbas dari perbuatannya ini.

"Mereka mengancam dan menghina keluarga saya, ke adik, mamah papah yang tidak ada hubungannya dengan kejadian ini".

Maka dari itu, ia memutuskan untuk meminta maaf ke publik untuk mengatasi ancaman yang datang bertubi-tubi ke ponselnya. 

Saat ditanya apa alasannya, ia mengatakan bahwa tidak ada alasan khusus karena semua itu terjadi tanpa kesengajaan. Ia mengatakan, “Jadi sebenarnya itu tidak ada kesengajaan atau faktor diniatin karena kami berdua bersama Philip meminta maaf sebesar-besarnya. Kami sangat menyesal sudah melakukan hal konyol yang benar-benar fatal ini. Intinya kami meminta maaf sebesar-besarnya kepada pihak terkait yaitu Taman Safari kemudian kepada orang-orang yang sudah marah kepada kami, kami minta maaf dan kami menyesal. Waktu itu kita bercanda. Saya enggak tahu akan jadi seperti ini. Saya sangat menyesal dan minta maaf pada semuanya".

Karena kejadian ini, mereka melanggar KUHP pasal 302, penyiksaan terhadap binatang dengan ancaman pidana penjara paling lama tiga bulan atau pidana denda paling banyak Rp 4.500,-

Kasus Taman Safari ini menyadarkan kita agar jangan bercanda keterlaluan karena akibatnya bisa fatal, seperti yang dialami oleh dua anak muda ini. Maka dari itu, kita harus selalu mengedepankan sopan santun dan juga harus bijak dalam bertindak. Nggak mau kan kalau karena bercanda, kita bisa dapat hukuman sosial dan ancaman penjara?


Marah
Marah
0 %
Gokil
Gokil
0 %
Lucu
Lucu
0 %
Kaget
Kaget
0 %
Suka
Suka
0 %
Aneh
Aneh
0 %
PENULIS
Venanda
"Quote apa ya?"
1.1 KSHARES