Demi Anaknya, Tukang Sapu ini Rela Makan Mie Instan Selama 7 Tahun. Salut!

05 September 2017
|Venanda
2.5 KSHARES

Kasih sayang Ibu memang sepanjang jalan, tapi kasih sayang seorang Ayah juga tidak dapat diragukan. Hal ini terbukti dari sebuah kisah yang sangat mengharukan dari negara Tiongkok. Kisah yang sudah sangat viral di Instagram ini berhasil membuat banyak orang terenyuh dan tersentuh. Tak jarang netizen sampai menitikkan air mata setelah mengetahui kisah perjuangan Ayah berikut ini.

Di tengah banyaknya kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) yang dilakukan oleh para Bapak, kisah ini membuktikan bahwa masih banyak Ayah yang sangat sayang kepada anak dan keluarganya. Hou Yanwei, seorang tukang sapu di Tiongkok rela hanya makan mie instan dan roti kukus demi mewujudkan mimpi anaknya. Dan hebatnya, ia sudah melakukan rutinitas makan hemat ini selama 7 tahun.

Pria berusia 49 tahun ini memutuskan hanya makan mie instan dan roti kukus karena ingin menekan pengeluaran sehari-hari. Putri semata wayangnya yang baru berusia 11 tahun ini memiliki sebuah impian yang memerlukan biaya yang tidak sedikit. Ia ingin menjadi seorang atlet senam hebat di Tiongkok.

Demi mimpi anaknya yang sangat luar biasa, Hou memutuskan untuk menyewa apartemen murah di negara Tirai Bambu ini. Meskipun sudah bercerai dengan istrinya dan tanggungan Hou lebih ringan karena hanya membiayai dirinya dan sang putri tercinta, ia masih harus tetap lebih berhemat mengingat biaya menjadi Tim Nasional tidaklah sedikit. Hou memutuskan untuk menekan biaya makan sehari-hari dan memilih makanan yang termurah. Maka dari itu selama tujuh tahun ini ia hanya makan mie instan dan roti kukus. Dua makanan itu adalah makanan termurah yang bisa ia konsumsi. Terlebih lagi, penghasilan yang didapat saat menjadi seorang tukang sapu tidak bisa dibilang banyak.

Mimpi anaknya untuk menjadi pesenam hebat diungkapkannya saat masih berusia empat tahun. Saat mendengar hal itu, sebagai seorang ayah yang sangat sayang kepada anaknya ia langsung bertekad untuk mewujudkan mimpi putri kecilnya menjadi kenyataan. Hou memutuskan untuk menyekolahkan anaknya ke Insititut Pendidikan Jasmani Wuhan di Tiongkok. 

Dilansir dari scmp, Hou mengatakan bahwa mimpi terbesarnya adalah anaknya dapat menjadi salah satu bagian dari Tim Nasional senam Tiongkok. Ia juga mengatakan:

“Saya bukanlah orang yang mampu dan saya tidak dapat memberi keluarga saya kehidupan seperti keluarga kaya. Tapi saya bersedia menderita dan merasakan lebih banyak kepahitan dalam hidup untuk memberikan pendidikan terbaik untuknya”.

Kisah ini membuat kita sadar bahwa perjuangan seorang ayah itu tidaklah mudah. Di tengah panas terik dan hujan badai yang menerpa, ayah akan tetap berusaha agar mimpi anaknya terwujud. Meskipun tidak pernah sedikitpun kita lihat rasa lelah di wajah ayah, sebenarnya perjuangannya tidaklah mudah.

Senyuman dan pelukan hangat dari lengan kekarnya selalu diberikan kepada anak-anaknya agar kuat menghadapi hidup yang tidak mudah. Tidak kalah dengan ibu, kasih sayang ayah juga besar seperti banyaknya air di samudera yang luas.


Marah
Marah
0 %
Gokil
Gokil
0 %
Lucu
Lucu
0 %
Kaget
Kaget
0 %
Suka
Suka
0 %
Aneh
Aneh
0 %
PENULIS
Venanda
"Keep moving forward"
2.5 KSHARES