Tinggal Selangkah Lagi, Pasangan Ini Gagal Nikah karena Calon Mertua yang Banyak Maunya

11 Oktober 2017
|Venanda
Facebook
0SHARES

Belakangan ini media sosial dihebohkan dengan kisah seorang wanita yang gagal nikah. Bukan karena ada orang ketiga dalam hubungan mereka, tapi karena calon mertuanya nyinyir dan banyak maunya. Mulai dari masalah emas yang setipis "daun sangge-sangge" sampai kepemilikan rumah pribadi, wanita ini harus rela membatalkan pernikahannya yang tinggal menghitung hari.

Kisah yang viral di Facebook ini mengundang perhatian banyak orang. Bahkan status ini sudah dibagikan sebanyak 1.457 kali. Kronologi batalnya pernikahan mereka karena calon ibu mertua ini bikin netizen geram. Apalagi saat membaca isi percakapannya yang sangat panjang dan penuh emosi, publik semakin kesal dengan perilaku ibu tersebut.

Pada tanggal 7 Oktober 2017 yang seharusnya menjadi hari pernikahan mereka, wanita bernama Tika Romauli Siregar ini menceritakan bagaimana kisah sedihnya bermula. Ia yang saat itu sudah melaksanakan prosesi perkawinan Batak Martuppol, akhirnya membatalkan pernikahan karena tersinggung dengan perkataan calon ibu mertuanya. Dari screenshot percakapan yang mencapai 21 halaman terungkap bahwa calon ibu mertuanya ini memang banyak maunya.

Pada awalnya ibu ini mempermasalahkan rumah yang akan ditempati oleh Tika dan suaminya setelah menikah. Ia mengatakan bahwa jangan menganggap itu sebagai rumah Tika karena itu adalah rumah miliknya. Lalu masalah melebar sampai baju pertunangan yang dianggap tidak pantas digunakan dalam acara tersebut. Kemudian ibu ini juga mempermasalahkan emas yang digunakan Tika sangat tipis seperti daun serai. Hal ini tentu membuat Tika tersinggung. Apalagi calon ibu mertuanya ini sangat bertele-tele dalam mengungkapkan semua hal tersebut.

Meskipun curhatan panjangnya sekarang sudah dihapus dan digantikan dengan kata-kata lain, tapi Tika sebelumnya pernah menulis status seperti ini,

Sempat berharap kisah ini akan berakhir bahagia, tapi Tuhan berkehendak lain. Biarlah melalui semua ini aku semakin dewasa dalam memilih pasangan hidup.

Seharusnya aku menyebar undangan, bagi teman, sahabat, saudara yang bertanya tanya kenapa undangan tidak kunjung disebar, inilah penyebabnya. Saya dituduh, diancam, dan dihina 2 hari setelah hari Martuppol (Marhata Sinamot) oleh mantan calon mertua saya, dan tidak ada pertanggungjawaban dari mantan calon pengantin pria saya.

Aku bersyukur kepada Tuhan atas semua ini boleh terjadi di hidupku. Teman-teman, aku nggak sedih loh. Aku bahagia dengan semua ini… Kebayang deh kalo aku jadi nikah? 'Kan ngeerriii bok!”

Ia mengaku tidak sedih dan justru bersyukur atas kejadian ini. Karena hal itu membuat ia jadi terhindar dari kehidupan pernikahan yang penuh tekanan dari ibu mertua yang nyinyir.

Kisah yang sangat miris ini membuat kita sadar bahwa pernikahan tidak hanya menyatukan antara dua insan yang saling mencintai saja. Tapi juga harus bisa membuat dua keluarga bersatu. Kalau pernikahan gagal karena suatu hal, mungkin saja itu adalah cara Tuhan untuk menghindarkan kita dari kesulitan yang akan terjadi di masa yang akan datang. Kebayang kan kalau Tika beneran jadi nikah dengan anak ibu itu, bisa-bisa setiap hari akan dinyinyiri. Duh, jangan sampai deh!


Marah
Marah
0 %
Gokil
Gokil
0 %
Lucu
Lucu
0 %
Kaget
Kaget
0 %
Suka
Suka
0 %
Aneh
Aneh
0 %
PENULIS
Venanda
"Quote apa ya?"
0SHARES