Tanpa Ambulans, Jenazah Dibawa Pulang Pakai Sarung. Miris! 5 Kasus Serupa Pernah Terjadi

28 Agustus 2017
|Venanda
521SHARES

Minggu lalu, netizen dihebohkan dengan berita jenazah seorang pria yang bernama Mappi dibawa pulang dengan menggunakan sarung. Kisah dari daerah Kajang, Bulukumba, Sulawesi Selatan ini langsung viral dan membuat banyak orang prihatin. Bagaimana tidak, sudah meninggal pun, jasad ini masih dipersulit dengan tidak adanya ambulans yang mau mengantarkan.

Saat itu Mappi yang sudah meninggal pada Kamis dini hari pada pukul 02.00 WIB dibawa pulang oleh keluarganya menggunakan tandu yang terbuat dari kayu dan sarung. Hal ini terpaksa dilakukan lantaran pihak puskesmas tempat Mappi di rawat tidak memperbolehkan ambulans dipakai untuk mengantar jenazah. Katanya, sudah ada aturan bahwa ambulans tersebut tidak boleh untuk membawa jasad.

Hal ini sangat disayangkan oleh berbagai pihak. Mereka menanyakan hati nurani dan rasa kemanusiaan para petugas puskesmas dan masyarakat. Namun ternyata, kejadian seperti ini tidak hanya sekali ini terjadi. Sudah banyak kejadian serupa yang membuat hati miris. Inilah kisahnya.

1. Jenazah bayi baru lahir dibawa pulang dengan dimasukkan ke dalam tas dan naik angkutan umum

Kisah yang serupa dengan kejadian jenazah dibawa pulang hanya dengan sarung, juga sudah pernah terjadi pada April 2017 lalu. Kali ini bukan jenazah orang dewasa, melainkan bayi yang baru saja lahir. Saat itu, pasangan suami istri Aspin Ekwandi dan Sri Sulismi harus menerima bahwa anak keempatnya yang terlahir prematur meninggal dunia.

Belum usai kesedihan karena kehilangan anaknya, Aspin harus menghadapi cobaan lagi. Dia tidak bisa membawa pulang jasad anaknya karena biaya ambulans yang sangat mahal. Saat itu pihak rumah sakit mengatakan bahwa biaya sewa ambulans adalah 3,2 juta rupiah dan tidak bisa dinego lagi. Padahal, dia saat itu sudah tidak punya uang sebanyak itu.

Lalu, dibantu dengan saudara perempuannya, Aspin memutuskan untuk membawa jasad anaknya dengan menggunakan angkutan umum. Agar tidak dicurigai oleh sang supir, Aspin memasukkan jasad anaknya ke dalam tas dan dipangku selama perjalanan sampai rumah. Saat perjalanan menuju rumahnya, Aspin mati-matian menahan tangis karena harus membawa jasad anaknya pulang dengan cara yang seperti ini. 

2. Pemulung yang gendong anaknya ke sana kemari karena bingung akan dikuburkan di mana

Seorang pria paruh baya bernama Supriono pernah mengalami hal yang serupa. Bukan hanya tidak mampu membawa pulang jasad anaknya, ia juga tidak tahu mau menguburkan anaknya di mana. Putri kecilnya yang baru berusia tiga tahun itu meninggal dunia karena muntaber. Penghasilannya yang hanya 10 ribu perhari tidak dapat menyewa ambulans ataupun menguburkan anaknya.

Dengan perasaan yang tidak menentu, ia pergi dengan berjalan kaki menyusuri jalanan ibukota untuk menemui mantan pemilik kontrakannya. Beruntung wanita tersebut dan warga di sekitar rumahnya mau membantu proses pemakaman anaknya. Akhirnya, jasad sang anak bisa dikebumikan setelah perjalanan yang cukup jauh.

3. Suami bawa pulang jenazah istri dengan motor

Tidak hanya di Indonesia, di India juga ada kejadian yang hampir sama. Shankar Sah baru saja kehilangan istrinya karena sakit. Karena tidak dapat menyewa ambulans rumah sakit yang harganya mahal, Shankar Sah terpaksa membawa pulang jenazah istrinya menggunakan motor. Ia meminta tolong anak laki-lakinya untuk membantu. Ia duduk di belakang sambil merangkul istrinya yang saat itu sudah meninggal dunia.

4. Tidak ada biaya, pria di ini gendong jenazah istri sampai rumah yang jaraknya 60 km

Masih dari India, seorang suami bernama Dana Majhi terpaksa memanggul istrinya yang sudah meninggal dari rumah sakit ke kediamannya yang jaraknya 60 km. Karena tidak punya uang, Majhi nekat membungkus jenazah istrinya dengan sprei rumah sakit dan memanggulnya sampai rumah. Ditemani anaknya yang sudah berusia 12 tahun, ia berjalan kaki menyusuri jalan yang jaraknya sangat jauh. Beruntung saat sudah berjalan 12 km ia bertemu pegawai sebuah stasiun TV yang membantunya melaporkan kepada pejabat dan memberikan bantuan ambulans padanya.

5. Jenazah dibawa pulang memakai pick up yang biasanya untuk mengangkut ikan

Pada 2015 juga pernah terjadi kejadian jenazah tidak boleh diangkut dengan ambulans puskesmas. Denggang yang saat itu sudah berusia 80 tahun meninggal di puskesmas karena sakit. Saat pihak keluarga meminta bantuan puskesmas meminjamkan ambulansnya, mereka tidak memperbolehkan. Alasannya karena memang tidak ada mobil ambulans untuk jenazah. Berita ini sempat viral dan membuat netizen marah. 

Semua kisah itu membuat banyak orang sedih dan miris. Saat seorang sudah tiada namun untuk menuju peristirahatan terakhirnya saja dipersulit, membuat hati banyak orang teriris. Apakah banyak orang yang sudah tidak memiliki hati nurani lagi untuk mempermudah sang jenazah berkumpul dengan keluarga untuk terakhir kalinya?


Marah
Marah
0 %
Gokil
Gokil
0 %
Lucu
Lucu
0 %
Kaget
Kaget
0 %
Suka
Suka
0 %
Aneh
Aneh
0 %
PENULIS
Venanda
"Keep moving forward"
521SHARES