Surat Kepala Sekolah SD Mitra Persada Bantul Mirip dengan Singapura, Kebetulan?

14 Juni 2017
|Chandra W.
0SHARES

Sekolah semestinya menjadi tempat yang menyenangkan bagi anak-anak belajar dan mengembangkan diri untuk bersiap menghadapi tahapan kehidupan selanjutnya. Sayangnya, di beberapa negara termasuk Indonesia, metode pembelajaran untuk anak-anak lebih sering berada di dalam kelas dan hanya bersifat satu arah dari guru ke murid. Belum lagi, standard penilaian  sekolah di Indonesia dan mungkin juga beberapa negara lain yang menganggap bahwa kepintaran hanya bisa ditunjukkan dengan nilai sebagian besar mata pelajaran mendekati sempurna. Tidak hanya sekali dua kali kita mendengar kabar anak bunuh diri sebelum atau setelah ujian nasional karena depresi dan sebagainya.

Beberapa waktu yang lalu, sebuah surat yang disebarkan oleh Kepala Sekolah Dasar Persada di Bantul viral di media sosial. Surat yang ditujukan kepada orangtua murid ini kurang lebih menghimbau kepada wali murid untuk bersikap bijak bahkan jika nilai ujian anak-anaknya kurang memuaskan karena bakat satu anak dengan yang lainnya berbeda-beda. Surat ini pun menuai pujian dari netizen. Namun ternyata, beberapa tahun lalu ada surat serupa yang ditulis oleh seorang kepala sekolah di Singapura, begitu juga di Inggris.

Begini sebagian isi surat dari Kepala Sekolah Dasar Mutiara Persada Bantul, Suwarsana:

"Bersama surat ini kami sampaikan bahwa, Ujian anak anda telah selesai. Saya tahu Anda cemas dan berharap anak Anda berhasil dalam ujiannya. Tapi mohon diingat, di tengah-tengah para pelajar yang menjalani ujian itu, ada calon seniman, yang tidak perlu mengerti matematika. Ada calon pengusaha, yang tidak butuh pelajaran Sejarah atau Sastra, ada calon Musisi yang nilai Kimia-nya tak akan berarti. Ada calon olahragawan yang lebih mementingkan fisik daripada Fisika di sekolah. Ada calon photografer yang lebih berkarakter dengan sudut pandang art berbeda yang tentunya ilmunya bukan dari sekolah ini,"

Mari kita bandingkan dengan isi surat dari Singapura. Surat ini ditulis oleh kepala sekolah dan diberikan kepada wali murid sebelum ujian dimulai. Kalau diterjemahkan, kira-kira bunyinya begini:

"Ada putra/putri Anda yang kelak akan menjadi musisi, sehingga Kimia tidak penting baginya. Ada olahragawan, yang kebugaran fisiknya lebih penting dari Fisika. Jika anak Anda mendapatkan nilai yang bagus, maka itu baik. Tapi jika tidak, jangan membuat mereka tidak percaya diri."

Mirip ya? Surat ini beredar pertengahan tahun 2016. Apakah ini plagiasi?

Entah hanya kebetulan atau memang surat versi Bantul merupakan terjemahan dari surat versi Singapura, tindakan guru yang melihat anak didiknya bukan hanya sebatas nilai ini patut diacungi jempol. Hal ini mampu menimbulkan kesadaran bagi kita semua, bahwa potensi seorang anak tak hanya sekadar dilihat dari kemampuan akademiknya saja. Kemampuan anak usia sekolah di bidang non-akademik juga patut mendapat apresiasi. Semoga ke depannya semakin banyak pengajar dan orangtua murid yang menyadari hal ini, ya.


Marah
Marah
0 %
Gokil
Gokil
0 %
Lucu
Lucu
0 %
Kaget
Kaget
0 %
Suka
Suka
0 %
Aneh
Aneh
0 %
PENULIS
Chandra W.
"Sebaik-baik tulisan adalah yang dibaca sampai akhir."
0SHARES