Pejabat di Padang Ini Dibilang Tidak Punya Hati. Padahal Niatnya Baik

05 Agustus 2017
|Disfira Ika
36SHARES

Di penghujung Juli 2017 lalu, sebuah unggahan video dari Hanna W. Mona menggegerkan jagad Facebook di Indonesia (30/7). Di video berdurasi 60 detik ini terekam kejadian kurang menyenangkan antara seorang pejabat di kota Padang yang mengenakan kemeja merah dan pedagang di Pasar Raya Padang. Pejabat tersebut terlihat tengah mengobrak-abrik meja dan dagangan yang dijajakan di tepian jalan karena menghalangi mobil dinasnya yang sedang melintas.

Ternyata, diketahui pejabat tersebut adalah Endrizal, Kepala Dinas Perdagangan Kota Padang. Dari unggahan tersebut, sudah ada sekitar 800 komentar yang didominasi dengan ungkapan kekecewaan dan kecaman terhadap Endrizal. Padahal, di balik kejadian obrak-abrik ini, ada tujuan baik yang tidak diketahui banyak orang. Simak lebih lanjut ya supaya kamu tidak ikutan tersulut api emosi.

2. Banyak netizen yang meninggalkan berkomentar pedas dan mengecam perlakuan Endrizal tersebut

Jika dikira-kira, hampir 90 persen dari komentar netizen tersebut bernada pedas. Tidak sedikit yang nge-judge Endrizal sebagai pejabat kota Padang yang tidak punya hati karena sikapnya yang terlalu kasar. Komentar di atas hanya segelintir dari ungkapan kekesalan netizen lainya.

3. Yang membuat kecewa adalah karena membuang makanan dari modal dagangan rakyat kecil

Yang sangat disayangkan oleh netizen adalah makanan yang dilempar oleh Endrizal adalah modal dagangan dari rakyat kecil yang berjuang mengais rejeki halal.

4. Di sisi lain, ada banyak orang yang berada di pihak Endrizal tentang ketegasannya

Tidak akan ada asap jika tidak ada api. Beberapa netizen setuju dengan sikap tegas Endrizal dari kejadian tersebut. Bisa jadi para pedagang tersebut sudah berulang kali diingatkan untuk tidak memakan jalan, tapi masih saja bandel. Karena tidak hanya pejabat yang akan marah karena akses jalan yang terhalang pedagang. Kamu atau siapapun yang juga mengalami hal itu juga akan dibuat geram dan kesal.

5. Bahkan, ada yang menyayangkan caption yang ditulis oleh si pemilik akun

Caption dari posting-an tersebut juga terkesan terlalu cepat mengambil kesimpulan dan menjadikan Endrizal sebagai pihak yang bersalah. Di video tersebut, hanya ada potongan singkat dari kejadian. Bukan dari awal hingga akhir.

6. Akhirnya, Endrizal mengeluarkan klarifikasi. Padahal tujuannya baik lho

Satu hari setelah video aksi obrak-abriknya viral (31/7), Endrizal mengeluarkan klarifikasinya mengenai hal tersebut. Dilansir dari KlikPositif, seperti ini kronologinya:

Pagi hari sebelum kejadian (30/7), Endrizal sudah berkoordinasi dengan Kabid dan menyampaikan ada salah satu pedagang yang melewati batas berjualan yang telah ditentukan. Saat melewati pasar tersebut, mobil yang ditumpanginya malah dipukul oleh pedagang yang marah lapaknya tersenggol mobil. Sebelumnya, sopir Endrizal sudah membunyikan klakson namun tidak digubris.

"Saya menyuruh pedagang mundur sesuai aturan yang disepakati. Lalu pedagang itu malah marah. Sesaat itu terjadi macet. Lalu saya buang tong-tong yang ada di sekitar," tuturnya.

7. Pedagang tersebut mengakui kesalahannya, dan ini nasib buah yang dibuang oleh Endrizal.....

Pedagang tersebut sudah mengaku salah atas tindakannya. Buah yang dia buang juga sudah diganti dan diberikan kepada pedagang tersebut. Endrizal menambahkan bahwa yang dilakukan saat itu bukan berdasar pada emosi. Melainkan untuk menegakkan aturan yang telah disepakati di Kota Padang. Ia pun mengaku siap dengan segala ancaman seperti tuntutan pengadilan.

"Saya bertindak sesuai kewenangan sebagai kepada dinas dan tidak melenceng dari tugas saya," lanjutnya.

Dari klarifikasi Endrizal sebagai Kepala Dinas Perdagangan Kota Padang, bisa kita ketahui tujuan dan maksud baik di baliknya. Jadi, sebenarnya kita tidak perlu mengeluarkan komentar pedas tentang sebuah kejadian dari satu sudut pandang. Untuk ke depannya, semoga warga Indonesia bisa menjadi netizen yang bijak dan tidak cepat termakan emosi, ya.


Marah
Marah
0 %
Gokil
Gokil
0 %
Lucu
Lucu
0 %
Kaget
Kaget
0 %
Suka
Suka
0 %
Aneh
Aneh
0 %
PENULIS
Disfira Ika
"A peach laying in bed of roses."
36SHARES