Kisah Jessica, Bocah 4 Tahun yang Meninggal Setelah Dipasang CVC Bikin Hati Teriris

07 November 2017
|Venanda
0SHARES

Belakangan ini media sosial dihebohkan dengan kisah tragis Jessica, seorang balita berusia 4 tahun yang meninggal setelah dipasang alat CVC. Anak dari pasangan Jhonson Parsaoran Sianipar dan Kristin Aviani Simbolon ini dinyatakan meninggal dunia pada Rabu, 23 Agustus 2017. Kematian yang dianggap tidak wajar oleh pihak keluarga ini pun sudah dilaporkan ke pihak yang berwajib. Namun karena tidak ada tindakan lebih lanjut, pihak keluarga membeberkan kisah menyedihkan ini melalui akun Facebook Birgaldo Sinaga. Dalam status panjangnya, ia menceritakan bagaimana kronologi meninggalnya Jessica yang dianggap penuh kejanggalan.

Dalam status tersebut, Brigaldo mengungkapkan apa yang dialami Jessica pada hari itu. Pada awalnya Jessica yang baru berusia 4 tahun kesulitan berjalan karena kakinya sering merasa kesemutan. Karena khawatir, keluarganya pun membawa Jessica berobat ke dokter spesialis anak di M77 Clinic. Kebetulan saat itu yang merawat Jessica adalah dokter Yazid Dimyati, Sp. A(K), Spesialis Anak Konsultan Saraf Anak. Setelah diperiksa, diketahui bahwa Jessica mengidap Guillain Barre Syndrome (GBS) atau radang polineuropati demielinasi akut.

Dari status tersebut diketahui bahwa penyakit GBS adalah,

“GBS adalah peradangan akut yang menyebabkan kerusakan sel saraf tanpa penyebab yang jelas. Itu yang menyebabkan Jessica sulit berjalan. Kakinya sering merasa seperti kesemutan. Sejak bulan Juli Jessica terkena GBS”.

Meskipun itu adalah penyakit langka dan berbahaya, namun dokter Yazid mengatakan bahwa kondisi Jessica sudah melewati masa kritis dan hanya menunggu waktu untuk sembuh. Cukup dengan minum obat dan kontrol Jessica bisa kembali sehat seperti semula. Tapi untuk memastikan diagnosa, dokter Yazid menyarankan untuk pemeriksaan laboratorium di Rumah Sakit Adam Malik, Medan, karena menurutnya RS tersebut yang memiiki peralatan lengkap untuk pemeriksaan penyakit GBS. 

Berbekal surat rujukan dari dokter Yazid, Jessica dibawa ke RS Adam Malik untuk medical check up pada hari Rabu, 23 Agustus 2017. Karena baru pertama kali datang ke rumah sakit tersebut, ayah Jessica tidak tahu dimana letak pintu masuknya. Niat mau ke poli umum untuk pemeriksaan, ayahnya justru masuk melalui pintu yang menuju ke UGD (Unit Gawat Darurat).

Saat tiba di depan pintu UGD, seperti biasa para perawat dan petugas medis disana langsung datang dengan ranjang beroda. Jessica pun langsung ditidurkan ke ranjang tersebut. Kemudian ayahnya pergi untuk memarkirkan mobil dan ibunya menuju bagian pendaftaran. Jessica yang ditemani kakek dan neneknya masuk ke ruang UGD. Saat kembali dari bagian pendaftaran, ibu Jessica kaget karena anaknya sudah dikerumuni oleh para medis yang sudah mengambil tindakan. 

Dalam status tersebut diceritakan,

“Lho kenapa anakku? Apa yang terjadi? Kenapa jadi begini kondisinya? ", ucap Ibu Jessica terperanjat menyaksikan anaknya tampak ketakutan. Ibu Jessica melihat jarum suntik yang berisi darah Jessica usai mendaftar di administrasi.

"Lho kenapa diambil darah anakku? ", protes Bu Jessica. Perawat menjelaskan mereka terpaksa mengambil darah dari selangkangan Jessica karena beberapa kali dicoba di pergelangan tangan Jessica, mereka tidak dapat pembuluh darahnya. " Darah ini untuk pemeriksaan laboratorium bu", ujar perawat datar.

Usai diambil darahnya, kedua bola mata Jessica nampak bergerak berputar-putar melihat langit-langit. Jessica tidak mengenali lagi Ayah Ibu dan kakek neneknya. Jessica hanya mendelik matanya. Seperti ketakutan. Seperti trauma. Padahal baru lima belas menit ditinggalkan ibunya yang pergi mengurus di bagian pendaftaran.

Pukul 10.00 Wib, Dokter Nina memanggil Ibu Jessica. Menurutnya kondisi Jessica kritis. Diharuskan opname dan infus. Hasil lab sudah keluar.

"Lho kok jadi parah begini dokter. Saya bawa kemari untuk medical check up seperti rujukan Dokter Yazid", ucap Bu Jessica sambil menunjukkan surat rujukan Dokter Yazid.”

Saat itu Ibu Jessica memohon untuk pindah ke rumah sakit lain karena merasa ada yang janggal dengan pelayanan di sana. Ia merasa bahwa anaknya segar bugar sebelum datang ke rumah sakit, tapi justru jadi parah setelah berada di rumah sakit ini. Terlebih ia juga merasa tidak nyaman karena anaknya diambil darah dari selangkangan tanpa seijin dirinya. Namun sayangnya hal tersebut ditolak oleh pihak rumah sakit. Mereka mengatakan bahwa kondisi Jessica cukup kritis untuk dipindahkan ke rumah sakit lain.

Kemudian salah satu dokter mengatakan bahwa Jessica harus dipasang alat CVC (Central Venous Catheter) karena infus biasa sudah tidak bisa lagi menangani penyakitnya. Karena tidak punya pilihan ibunya pun setuju Jessica dipasang CVC. Empat jam berlalu, tapi dokter masih belum memasang alat tersebut karena sedang di cari. Akhirnya jam 16.00 WIB dokter datang dan mulai melakukan tindakan. 

Setelah selesai tindakan, tiba-tiba Jessica drop. Melihat hal tersebut dokter dan perawat melakukan pertolongan dengan memberi CPR (Cardiopulmonary Resusication), yaitu usaha untuk mengembalikan fungsi pernafasan akibat terhentinya fungsi atau denyut jantung pada orang-orang yang mengalami kegagalan total tiba-tiba. Mereka juga sempat membuka paksa mulut Jessica hingga tiga gigi bagian atasnya patah. Dan akhirnya, Jessica tidak bisa diselamatkan.

“Pukul 16.15 Wib, detak janjung Jessica berhenti. Di layar monitor tampak garis lurus berjalan. Jessica meninggal dunia.”

Hal ini tentu membuat hati orang tua Jessica hancur. Mereka pun melaporkan kasus ini ke pihak kepolisian pada tanggal 4 Oktober 2017. Ibu Jessica mengatakan,

"Saya ingin keadilan untuk anak saya", lirih Bu Jessica setengah berbisik saat ku peluk pundaknya di depan kuburan anaknya.

Kisah haru yang bisa membuat hati teriris ini langsung viral di sosial media. Banyak yang bersimpati dengan nasib Jessica yang kini sudah meninggal. Mereka berharap agar kasus ini cepat selesai dan segera mendapatkan titik terang. 


Marah
Marah
0 %
Gokil
Gokil
0 %
Lucu
Lucu
0 %
Kaget
Kaget
0 %
Suka
Suka
0 %
Aneh
Aneh
0 %
PENULIS
Venanda
"Quote apa ya?"
0SHARES