Heboh Soal Kebijakan Registrasi SIM Card, Pria Ini Bakar Ratusan Perdana Seluler. Kenapa Ya?

02 November 2017
|Faizah Pratama
Facebook
0SHARES

Video seorang pria tengah membakar ratusan sim card mendadak viral di Facebook. Bahkan, sudah diunggah kembali oleh akun Facebook-nya Mak Lambe Turah. Sampai saat ini, video yang berasal dari Alfanani Gotarrdo ini telah ditonton lebih dari 50.000 kali dan dibagikan hingga 600 kali.

Video ini diduga berkaitan dengan kebijakan baru pemerintah soal registrasi kartu perdana seluler. 

Dalam videonya, pria itu memperkenalkan diri sebagai Alfanani. Ia mengaku sebagai warga Brongkal, Pagelaran, Malang.

“Saya menolak keras peraturan BRTI, bakar disik, ayok!” ujarnya.

Dibantu oleh sejumlah orang, ia pun menumpahkan ratusan kemasan sim card dari berbagai provider. Ia berkali-kali memastikan di dalam ratusan kemasan itu benar-benar utuh. Tumpukan sim card itu pun disiram dengan sebotol bensin dan disulut dengan api. Kobaran api pun sempat padam hingga harus kembali disiram bensin hingga beberapa kali.

Suara wanita yang diduga sebagai orang yang merekam aksi ini beberapa kali terdengar berujar.

“Demo BRTI!”

Dalam video tersebut tampak sejumlah anak kecil yang turut menyaksikan aksi pria bernama Alfanani itu. 

Video berdurasi sekitar 19 menit ini pun telah viral. Sayangnya, postingan Mak Lambe turah tentang video ini pun telah dihapus. Namun, postingan asal video ini masih tersedia. Dalam kolom komentar di akun FB-nya, Alfanani pun mengemukakan alasan yang sesungguhnya.

Video ini kemungkinan adalah buntut dari kebijakan pemerintah soal registrasi kartu prabayar. Mulai 31 Oktober 2017, pemerintah melalui Kominfo mewajibkan registrasi untuk pengguna kartu SIM prabayar operator seluler di Indonesia. Baik pelanggan lama maupun pelanggan baru diwajibkan untuk mendaftar ulang dengan memakai nomor NIK dan Kartu Keluarga. Proses registrasi ini berlangsung paling lambat hingga 28 Februari 2018. Jika tidak, terdapat sanksi bagi pengguna berupa pemblokiran nomor secara bertahap.

Registrasi ini sebenarnya bertujuan meminimalkan tindak kejahatan dan pelanggaran hukum yang mungkin terjadi melalui telepon seluler dan media elekronik lainnya. Namun, kebijakan baru itu ternyata dianggap merugikan penjual SIM card.

Apalagi satu individu hanya bisa mendaftarkan maksimal 3 nomer. Kesatuan Niaga Cellular Indonesia (KNCI) telah menghadap kantor Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI) untuk mengajukan masalah ini. Bahkan, tersiar rencana akan dilakukan unjuk rasa memprotes kebijakan baru ini. Namun, perlu diketahui aksi pria ini bukanlah bagian dari KNCI. 

Kebijakan pemerintah ini memang semakin membuat pengguna kartu prabayar semakin aman dari tindak kejahatan. Namun, nasib pedagang kartu prabayar sepertinya perlu dipertimbangkan. Kita tunggu kelanjutan dan tanggapan dari pihak yang bersangkutan soal SIM card ini, ya.


Marah
Marah
0 %
Gokil
Gokil
0 %
Lucu
Lucu
0 %
Kaget
Kaget
0 %
Suka
Suka
0 %
Aneh
Aneh
0 %
PENULIS
Faizah Pratama
"Di mana-mana hatiku senang!"
0SHARES