Hati-hati Menulis Status Kalau Nggak Mau Ditangkap Polisi Seperti Pria "Marthabak" Ini

22 Juli 2017
|Chandra W.

Kemajuan teknologi  dan kebebasan berpendapat kalau tak disikapi dalam batas wajar ternyata dapat menimbulkan masalah yang cukup serius. Akrabnya seseorang dengan media sosial saat ini terkadang membuatnya lupa akan batas-batas berbagi di dunia maya. Salah satu contohnya adalah pria asal Mamuju yang ditangkap karena status Facebook-nya yang dianggap meresahkan warga.

Seperti inilah status yang ditulis oleh pemilik akun Ancha Evuz tersebut:

"MAMUJU siaga 1. Info dari polres MAMUJU, untuk masyarakat MAMUJU dan sekitarnya diharapkan waspada bila berjalan di malam hari. Tadi malam sekitar jam 00.30 WITA di daerah pasar lama MAMUJU telah ditemukan korban mutilasi bernama Martha. Dia ditemukan dengan kondisi fisik terpotong-potong menjadi 12 bagian. Korban ditemukan warga dengan kondisi terbungkus. Kabarnya sebelum dimutilasi korban dimasukkan ke dalam minyak panas. TRAGISS Polisi sedang menyelidiki identitas MARTHA secara lengkap. Menurut info dari warga setempat nama lengkap korban adalah MarthaBak Telor. #slamat ya,, Wkkkwkkk… Hanya hiburan"

Sebenarnya "marthabak" ini adalah lelucon yang sudah lama sekali ada di dunia maya Indonesia. Polisi menangkap pelaku berinisial H yang menulis status tersebut di Facebook dengan alasan meresahkan warga. Namun anehnya, keresahan ini disebabkan karena banyak yang tidak membaca status tersebut sampai selesai. Apalagi, H melampirkan foto rumah dengan perempuan yang diikat di statusnya tersebut. Belum lagi dengan mencatut nama Polres Mamuju. Meskipun maksudnya hanya bercanda alias iseng, ia dinilai telah melanggar Undang-undang Nomor 19 tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) dan menyebarkan berita palsu atau hoax.

Meski demikian, H kini sudah dibebaskan setelah membuat pernyataan yang berisi permintaan maaf kepada warga Mamuju dan pengguna media sosial atas status yang meresahkan sebelumnya. Permintaan maaf itu ia tulis juga di akun Facebook-nya 18 Juli lalu.

Sebenarnya kalau diamati lagi, agak lucu ya. Warga resah karena tidak membaca sampai tuntas, kenapa yang disalahkan justru yang membuat status? Ini menunjukkan bahwa orang Indonesia masih sangat rendah minat membacanya. Status di Facebook yang sependek itu saja masa malas sih ? Kan kebenarannya baru bisa dicek setelah semuanya selesai dibaca. Kamu, jangan malas baca ya. Tapi penulis status Marthabak juga harus bisa mengambil hikmah dari kasus yang menimpanya ini. Lain kali untuk lebih hati-hati dalam menulis status meski hanya bercanda.


Marah
Marah
0 %
Gokil
Gokil
0 %
Lucu
Lucu
0 %
Kaget
Kaget
0 %
Suka
Suka
0 %
Aneh
Aneh
0 %
PENULIS
Chandra W.
"Sebaik-baik tulisan adalah yang dibaca sampai akhir."
SHARES