Dear Ibu-ibu, Jangan Jual Jarit Bekasmu. Para “Predator” Manfaatin buat yang Aneh-aneh

06 Desember 2017
|Faizah Pratama
0SHARES

Jarit memang legendaris banget di kalangan ibu-ibu. Kain panjang yang biasanya bermotif batik ini biasa digunakan untuk menggendong bayi. Namun, tidak jarang ibu-ibu yang menggunakannya untuk pembungkus badan saat mandi. Jika sudah tidak digunakan lagi, jarit cukup lumrah dijual kembali dan biasanya dibeli oleh ibu-ibu yang baru punya bayi. 

Namun, baru-baru ini warganet digegerkan dengan informasi adanya para pencari jarit bekas oleh kaum fetis. Fetis merupakan pelampiasan seksual pada konsep, objek, atau bagian tubuh tertentu. Wah, bikin was-was juga nih.

Rupanya, ada tren penyimpangan seksual baru dengan memanfaatkan kain jarit. Mereka mengikat diri dengan jarit untuk mendapatkan kepuasan seksual. Ada juga yang mengikat si wanitanya. Informasi ini pertama kali dibagikan oleh pengguna Facebook Viea Vallent pada Minggu (3/12) lalu.

“Yg lagi kekinian skrng, buat para buu ibuu, mommy mommy, mak emak dasteran... Warning yaah,” tulisnya dengan menyertakan sejumlah foto pria dan wanita yang tengah dililit jarit. 

Viea Vallent juga menyertakan tangkapan layar yang berisi peringatan dari pengguna Facebook lain bernama Felicia. Ia mewanti ibu-ibu untuk tidak sembarangan menjual kain jaritnya karena khawatir akan digunakan oleh penderita fetis.

“Sekarang lagi musim bun, jadi ngeri saya gaka maksud sama manusia jaman sekarang,” tulis Felicia.

Selain itu, warganet juga diperingatkan untuk mewaspadai modus jualan online. Mereka akan menawarkan kain jarit murah dan meminta foto testimoni. Bahayanya, foto tersebut bisa digunakan sebagai objek pelampiasan seksual. 

Viea Vallent juga menunjukkan grup-grup tempat berkumpulnya orang-orang secara virtual yang memiliki kecenderungan seksual semacam ini. Ada lagi muncul istilah mumification yang merujuk pada cara pelampiasan nafsu dengan membungkus diri menggunakan jarit seperti mumi. Pelaku akan menggelepar-lepar hingga mencapai puncak kenikmatan. 

Walau sudah dijabarkan secara rinci, ternyata masih banyak warganet yang kurang mengerti dengan kasus ini. Namun, ada seorang warganet yang kembali menjelaskan secara rinci soal fetisisme ini. 

Walau belum diketahui benar atau tidaknya, aktivitas fetisisme mereka terpampang nyata di Facebook. Peringatan untuk para wanita, untuk tidak sembarangan menjual jaritnya. Ada predator yang siap memanfaatkannya buat aneh-aneh. Walau tidak dirugikan secara langsung, tetep ngeri saat tahu ada yang begini!


Marah
Marah
0 %
Gokil
Gokil
0 %
Lucu
Lucu
0 %
Kaget
Kaget
0 %
Suka
Suka
0 %
Aneh
Aneh
0 %
PENULIS
Faizah Pratama
"Di mana-mana hatiku senang!"
0SHARES