Budaya Berbagi Masyarakat Indonesia, Penyebab Hoax Mudah Tersebar di Aplikasi Chat

07 Agustus 2017
|Chandra W.
0SHARES

Ada berapa aplikasi chat yang ter-install di telepon genggammu? Whatsapp, LINE, BBM, Messenger, dan lain-lain. Anggaplah setiap orang yang memiliki telepon genggam memiliki satu aplikasi chat. Informasi, berita, kabar terbaru bisa datang setiap saat melalui berbagai media sosial termasuk juga chat.

Tapi, dari ratusan kabar yang kamu terima setiap hari, penasaran nggak sih, berapa yang benar, berapa yang kabar yang nggak terbukti kebenarannya alias hoax?

1. Kemajuan teknologi membuat segala informasi mudah keluar masuk perangkat yang kita pegang sehari-hari

Sebut saja laptop, televisi, dan telepon pintar. Lihat saja berapa link berita atau link yang menyambungkan jarimu dengan status seseorang yang dibagikan temanmu via aplikasi chat, misalnya. Era keterbukaan informasi yang datang begitu cepat di Indonesia membuat masyarakat tak sempat mengantisipasi. Kita pun belum terbiasa menyaring informasi, sehingga begitu saja menerima informasi yang didapatkan.

2. Malas membaca, rajin berbagi

Ketika kamu menerima sebuah kiriman link, berapa banyak yang kamu baca, berapa banyak yang hanya kamu forward ke teman yang lain. Atau kamu baca artikelnya nggak sampai selesai, mengambil kesimpulan, dan langsung menyebarkannya ke teman-teman dengan menggunakan asumsi yang telah dibuat dari membaca artikel tersebut? Tahukah kamu bahwa kebiasaan itu berbahaya?

3. Cek kebenarannya, baru bagikan

Ketika mendapat link berita baru, kamu punya dua pilihan. Membiarkannya, atau membacanya sampai habis, sampai titik di kalimat terakhir. Jangan sekali-kali pun kamu membaca hanya setengah apalagi hanya membaca judulnya lalu langsung memencet tombol “Bagikan” atau “Share”.

Bagaimana kalau info yang kamu bagikan ternyata hoax? Kamu telah menjadi salah satu orang yang menyebarkan kebohongan dan membuat orang lain percaya akan kebohongan tersebut. Setelah itu kamu punya tiga pilihan: mengecek kebenarannya, membiarkan informasi itu berakhir di kamu, atau langsung share.

4. Mulai hari ini berjanjilah pada dirimu sendiri untuk selalu mengecek kebenaran dari setiap informasi yang kamu terima

Kamu mungkin nggak sabar untuk segera memberitahukan kabar terbaru ke teman-teman atau kolega. Mungkin ini juga salah satu bentuk dari FOMO (Fear of Missing Out) sehingga biar nggak kelihatan missing out, kamu merasa punya kewajiban untuk membagikan apa saja yang kamu dapatkan ke orang lain.

Berbagi itu baik, tapi berbagi kebohongan itu menjerumuskan dan efeknya seperti domino. Kamu membagikan ke lima orang, lima orang itu membagikan ke masing-masing lima orang lain. Sekarang sudah ada banyak orang yang percaya pada berita palsu alias hoax.

Cek dulu kebenarannya dengan melihat sumber-sumber berita yang kredibel. Kalau info seputar kabar saudara, pastikan saja ke orangnya langsung. Sambil silaturahmi. Kamu akan berterima kasih kepada dirimu sendiri karena telah melakukan cek dan ricek sebelum berbagi informasi.

5. Berbagilah yang baik-baik dan yang sesuai kenyataan saja. Jadi orang Indonesia yang membangun mental jujur bersama

Salah satu pepatah Jawa, “Mangan ora mangan, kumpul”, sepertinya dapat melukiskan kultur sebagian besar masyarakat Indonesia. Situasinya sesulit apapun yang penting tetap berkumpul. Nah yang namanya berkumpul pasti ada sharing session-nya 'kan? Dapat dikatakan bahwa “berbagi” adalah kultur yang mengakar kuat di bangsa ini. Sayangnya akhir-akhir ini sebagai netizen, kita lebih senang dalam menyebarkan berita negatif bahkan hoax. Padahal banyak berita bagus yang bisa dibagikan ke orang lain. Dan yang sudah dipastikan kebenarannya tentunya.

Yuk bersama kita wujudkan netizen Indonesia yang cerdas dan anti-hoax. Semua hanya bisa dimulai dari mengubah diri sendiri. Sudah siap? Ingat, baca dulu sampai selesai, cek kebenarannya, kalau sudah oke, baru bagikan. Netizen anti-hoax, Indonesia cerdas!


Marah
Marah
0 %
Gokil
Gokil
0 %
Lucu
Lucu
0 %
Kaget
Kaget
0 %
Suka
Suka
0 %
Aneh
Aneh
0 %
PENULIS
Chandra W.
"Sebaik-baik tulisan adalah yang dibaca sampai akhir."
0SHARES