Setuju Gak Kalau Sekolah Buatan Kolonialisme Belanda Ini Jadi Pendahulu Pendidikan di Indonesia?

pendidikan60detik.blogspot.co.id
Line YuKepo.com

Pendidikan memang menjadi poin utama dalam peningkatan kualitas manusia di dunia. Semakin cerdas manusia, diharapkan semakin bijak dan bermoral tinggi. Kalau ngomongin pendidikan rasanya menjadi suatu hal yang perlu diketahui dari mana asal-usul sekolah yang sudah atau sedang kita jalani sekarang.

Sistem pendidikan adalah salah satu peninggalan kolonialisme Belanda. Walaupun tidak semerata sekarang, sedari dulu orang-orang sudah rebutan untuk “makan” bangku sekolahan. Penasaran sekolah-sekolah seperti apa sih yang dulu dibuat Belanda? Langsung aja yuk kepoin.

1. ELS (Europeesch Lagere School)

www.flickr.com

ELS adalah sebuah sekolah tingkat Sekolah Dasar pada era kolonialisme Belanda. Di sekolah ini menggunakan Bahasa Belanda sebagai bahasa pengantarnya. Sekolah yang pertama kali didirikan pada 1817 ini memiliki rentang waktu sekolah selama 7 tahun dan diperuntukkan bagi keturunan Eropa, dan pribumi dari tokoh terkemuka. 

2. HIS (Hollandsch Inlandsch School)

panduganesa.wordpress.com

HIS adalah sekolah yang dikhususkan bagi pribumi yang diutamakan keturunan bangsawan, tokoh terkemuka atau pegawai negeri. HIS dibuka pada tahun 19147 atas dasar kekhawatiran Belanda apabila banyak pribumi yang menempuh pendidikan di ELS. Sekolah ini hampir sama seperti ELS yaitu setara dengan Sekolah Dasar. Sistemnya juga serupa kok, lama sekolahnya 7 tahun dan menggunakan Bahasa Belanda sebagai pengantarnya. Hanya pemisahan sekolah antara Belanda dan Pribumi saja. 

3. MULO (Meer Uitgebreid Lager Onderweijs)

seeevil13.blogspot.co.id

MULO yang berarti “Pendidikan Dasar Lebih Luas” ini adalah sekolah pada masa kolonialisme belanda yang berada di tingkat menengah (SMP). Sekolah MULO memiliki masa studi selama tiga tahun bagi para lulusan ELS. Bagi para lulusan selain ELS ditambah satu tahun masa pembelajaran untuk persiapan (Voorklasse). Lulusan MULO kebanyakan melanjutkan ke sekolah kejuruan.

4. STOVIA (Schoo tot Opleiding van Indische Artsen)

www.santijehannanda.com

Sekolah ini adalah sekolah pendidikan dokter pribumi pada zaman kolonialisme Belanda. Sekolah yang terbentuk pada tahun 1899 ini berada di Batavia (sekarang Jakarta) ini adalah cikal bakal terbentuknya Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. Sekolah ini merupakan sekolah lanjutan dari MULO dan memakan waktu studi selama 7 tahun. 

5. HBS (Hogere Burger School)

rizasyafrie.blogspot.co.id

HBS adalah sekolah tingkat menengah pada zaman kolonialisme Belanda yang bisa ditempuh setelah lulus ELS atau HIS. Sekolah ini diperuntukkan untuk orang Belanda, Eropa dan kaum pribumi yang termasuk golongan elit. Karena ini memang sekolah Belanda, maka bahasa yang digunakan sebagai pengantarnya adalah Bahasa Belanda. Masa studi di HBS ditempuh selama 5 tahun. Soekarno merupakan salah satu lulusan HBS Surabaya.

6. AMS (Algemeen Metddelbare School)

Sumber Gambar

AMS adalah sekolah zaman kolonialisme Belanda yang ada pada tingkatan Sekolah Menengas Atas. AMS menggunakan Bahasa Belanda sebagai bahasa pengantarnya. Masa studi di AMS ditempuh selama tiga tahun dan menerima siswa lulusan dari MULO. Sejak tahun 1930 keberadaan AMS sudah menjangkau beberapa ibu kota provinsi Hindia Belanda. Seperti, Medan, Bandung, Semarang, Yogyakarta, dan lain-lain.

7. Sekolah Desa (Volksch School)

riszkynurseno.blogspot.co.id

Sekolah Desa pertama kali didirikan pada tahun 1907. Masa studi pada sekolah desa ditempuh selama 3 tahun. Sekolah ini memang diperuntukkan bagi para anak-anak pribumi yang tinggal di desa yang jauh dari ibukota. Bahasa pengantar yang digunakan di sekolah ini adalah bahasa daerah masing-masing. Karena rasanya hampir mustahil anak desa bisa bahasa Belanda pada saat itu.

8. Lanjutan Sekolah Desa (Vervolkch School)

id.pinterest.com

Seperti namanya, sekolah ini adalah lanjutan dari Sekolah Desa. Bedanya, sekolah ini baru didirikan setelah 8 tahun Sekolah Desa berdiri yaitu pada tahun 1915. Masa studi di sekolah ini menghabiskan waktu 2 tahun. Sistemnya memang sama seperti Sekolah Desa yaitu masih menggunakan bahasa daerah sebagai pengantarnya. 

9. Sekolah Peralihan (Schakel School)

ngadiyonopendmtk.blogspot.co.id

Setelah lulus dari Lanjutan Sekolah Desa, para siswanya bisa melanjutkan di Sekolah Peralihan yang menghabiskan waktu 5 tahun. Lulusan sekolah ini bisa disamakan dengan lulusan HIS. Di sekolah ini lumayan berat, karena anak-anak desa itu harus belajar Bahasa Belanda sedangkan bahasa pengantar di sekolah yang digunakan adalah Bahasa Belanda.

Ternyata memang pendidikan di Indonesia sedikit atau banyak memang mengambil beberapa sistem yang sudah dibuat Belanda ya. Pendidikan itu penting, salah satu bahan pokok selain makanan. Bukan lagi saatnya malas-malasan ke sekolah. Rajin belajar dulu, biar besok bisa jadi orang bener. 

0%
Marah
0%
Gokil
0%
Lucu
0%
Kaget
0%
Suka
0%
Aneh
8
SHARES
Inilah 10 Foto Perjuangan Ibu Melahirkan Anaknya ke Dunia yang Bikin Mewek!

Inilah 10 Foto Perjuangan Ibu Melahirkan Anaknya ke Dunia yang Bikin Mewek!

7 Penyakit Menyeramkan Ini Bisa Bikin Berasa Hidup di Film Horor!

7 Penyakit Menyeramkan Ini Bisa Bikin Berasa Hidup di Film Horor!

Bingung Tentukan Passion atau Gaji Saat Cari Kerja? Ini Jawabannya!

Bingung Tentukan Passion atau Gaji Saat Cari Kerja? Ini Jawabannya!

Foto-foto Hewan Lucu dan Imut Ketika Baru Menetas dari Telurnya ini Bikin Takjub

Foto-foto Hewan Lucu dan Imut Ketika Baru Menetas dari Telurnya ini Bikin Takjub

10 Momen Sial yang Tertangkap Kamera Ini Bikin Hati Meringis Kasihan

10 Momen Sial yang Tertangkap Kamera Ini Bikin Hati Meringis Kasihan

Keren! Inilah 11 Foto Lokasi Syuting Film Terkenal di Kehidupan Nyata!

Keren! Inilah 11 Foto Lokasi Syuting Film Terkenal di Kehidupan Nyata!

loading