Penting! Jenis-jenis Gangguan Mental Ini Wajib Kamu Ketahui Biar Gak Salah Kaprah!

texaschainsawmassacre.wikia.com

Namanya juga hidup, memang gak harus serba sempurna. Karena kesempurnaan cuma milik Tuhan. Kita juga selalu memimpikan untuk bisa hidup sehat sempurna tanpa ada kekurangan apapun. Tapi nyatanya takdir berkata lain bagi sebagian makhluk Tuhan yang diberikan kepercayaan lebih untuk mengemban sesuatu yang berbeda dengan manusia yang lainnya. Gak ada kok seorangpun yang kepingin hidup dengan penyakit yang ada di tubuhnya. Jangankan gangguan mental, penyakit fisik aja kadang suka mengganggu keseharian kita masing-masing. Gak hanya penyakit fisik nih yang jenisnya bisa ribuan, gangguan mental atau kejiwaan juga banyak lho jenisnya yang mungkin kalian gak pernah tahu sebelumnya. Jenisnya macam-macam lho, gak cuma seperti yang dicontohkan orang-orang dengan gangguan mental yang sering berkeliaran di jalan. Makanya, biar gak salah kaprah yuk kita bahas satu persatu.

1. Skizofrenia

gudangkesehatan.com

Skizofrenia adalah gangguan mental kronis yangg menyebabkan penderitanya mengalami delusi, halusinasi, pikiran kacau dan perubahan perilaku. Kondisi yang biasanya berlangsung lama ini sering dikaitkan sebagai gangguan mental mengingat sulitnya si penderita untuk membedakan antara kenyataan dan halusinasi.

2. Bipolar Disorder

onedio.co

Bipolar Disorder adalah kondisi dimana sesorang mengalami perubahan suasana hati secara fluktiatif dan drastis, misalnya bisa tiba-tiba sangat bahagia dari yang sebelumnya murung. Hingga saat ini peneliti belum bisa mengetahui apa yang menyebabkan terjadinya gangguan bipolar. Beberapa dari mereka menganggap bahwa kondisi ini disebabkan oleh ketidakseimbangan neurotramsmitter atau zat pengontrol otak. Namun ada kemungkinan juga ini berkaitan dengan faktor genetik atau keturunan.

3. Psikopat

kingofwallpapers.com

Secara harafiah psikopat berarti sakit jiwa. Psikopat tak sama dengan skizofrenia karena seorang psikopat sadar sepenuhnya atas semua perbuatannya. Pengidap penyakit ini seringali disebut orang gila tanpa gangguan mental. Menurut penelitian sekitar 1% dari total populasi dunia mengidap psikopat. Pengidap ini sulit dideteksi karena sebanyak 80% lebih banyak yang berkeliaran daripada yang mendekam di penjara atau rumah sakit jiwa. Menurut penelitian, seorang psikopat selalu membuat kamuflase yang rumit, memutar balik fakta, menebar fitnah dan kebohongan untuk mendapatkan kepuasan dan keuntungan dirinya sendiri.

4. Obsessif Compulsive Disorder

therapytribe.com

Obsessive Compulsive Disorder adalah gangguan kecemasan yang menyebabkan seseorang memiliki pikiran tidak masuk akal dan tidak disengaja (obsesi) sehingga mendorong orang untuk berperilaku kompulsif (memaksa) dan repetitif (diulang-ulang). Contohnya kamu ketakutan kehilangan dompet sehingga mengecek dompet berulang-ulang.

5. Skizoafektif

m.sarvike.dk

Gangguan skizoafektif adalah gangguan mental yang rancu dan ditandai dengan adanya gejala kombinasi antara gejala skizofrenia dan gejala gangguan afektif dimana keduanya sama-sama menonjol pada saat yang bersamaan. Terjadinya gabungan gejala skizofrenia seperti halusinasi, mendengar bisikan-bisikan, delusi, kekacauan komunikasi dengan gangguan afektif seperti kecemasan, depresi, kesedihan, amarah ataupun histeria. Pasien demam masalah skizoafektif ini merupakan tipikal yang paling berbahaya dan lebih berpotensi untuk melakukan bunuh diri.

6. Anorexia Nervosa

emphower.com

Anorexia Nervosa adalah gangguan psikis dimana penderitanya merasa bahwa dirinya terlalu gemuk dan membiarkan diri mereka kelaparan. Penderita anoreksia mencoba mempertahankan berat badan jauh di bawah normal sehingga terlihat sangat kurus. Gangguan ini tidak benar-benar mengenal makanan. Ini merupakan cara tidak sehat untuk mengatasi masalah emosional. Bagi para penderitanya, kekurusan adalah sesuatu yang bernilai.

7. Multiple Identity Disorder

kevinmathein.com

Mungkin selama ini kita lebih mengenal dengan nama kepribadian ganda. Hal ini berasal dari akibat sampingan dari trauma parah masa kanak-kanak dan remaja. Penderita biasanya pernah mengalami pengalaman traumatis yang cukup ekstrem dan terjadi berulangkali yang mengakibatkan terbentuknya dua atau lebih kepribadian yang berbeda.

8. Self harm atau self injures

tbo.com

Self harm merupakan kelainan psikologis dimana seseorang dengan sengaja melukai diri sendiri  Aktivitas self harm dapat berupa mengiris, menggores, melukai membakar kulit dan mememarkan tubuh. Pada tingkat yang lebih parah penderita dapat mematahkan tulang mereka sendiri dan menyuntikkan racun ke dalam tubuh mereka. Dengan kata lain, self harm merupakan bentuk mekanisme pertahanan diri yang digunakan seseorang untuk mengatasi rasa sakit secara emosional, kekosongan diri dan kesepian. Dengan melukai diri sendiri, maka seseorang merasa sakitnya berkurang walaupun hanya sementara. Karena pelaku "menikmati" tindakan tersebut, maka self harm dilakukan secara berulang hingga kecanduan.

9. Paranoid

howtoquitsmokingweedhelp.com

Paranoid adalah gangguan mental yang diderita seseorang yang meyakini bahwa orang lain ingin membahayakan dirinya. Dikatakan sebagai bentuk gangguan bila perilaku tersebut sifatnya irasional, menetap, mengganggu dan membuat stress. Akan tetapi, perilaku ini tidak disebut paranoid bila kemunculan perilaku tersebut disebabkan oleh skizofrenia, gangguan bipolar atau gangguan psikologis lainnya atau disebabkan akibat kondisi medis.

10. Antisocial Personality Disorder

treatmenttoday.com

Gangguan kepribadian antisosial adalah suatu gangguan kepribadian yang merasa tidak diterima di sekelilingnya sehingga mengucilkan diri sendiri dan defensif. Gangguan ini merupakan dampak psikologis yang terjadi secara lambat tapi pasti yang akhirnya membuat orang ini yakin bahwa dia tidak seberuntung orang lain. Pengidap gangguan ini sering kurang berempati dan cenderung tidak berperasaan, sinis, menghina perasaan, hak dan penderitaan orang lain.

Atas penjelasan di atas kita semua jadi tahu mengenai beberapa jenis gangguan mental yang mungkin sehari-hari kita temukan. Walaupun ada ciri-cirinya secara umum, kita tetap gak bisa men-judge mereka gitu aja. Mesti ada penelitian secara mendalam. Kalaupun ternyata memang ada teman atau keluarga kamu yang mengidap gangguan tersebut, kita harus tetap support mereka biar mereka gak merasa tertinggal dengan orang-orang yang lainnya. Intinya, saling support aja ya, guys.

0%
Marah
0%
Gemes
0%
Ngakak
0%
Kaget
0%
Love
0%
Aneh
7
SHARES
loading