Masalah-masalah Ini Timbul Jika Kamu Tinggal Jauh dari Peradaban

mustseecinema.com
Line Yukepo.com

Jika kita menelusuri jejak keberadaan manusia di bumi dari masa lampau, dapat diketahui bahwa manusia pada awalnya hidup di alam liar. Kota atau desa, sebagai bukti dan keniscayaan peradaban, tentunya tidak sekonyong-konyong hadir bersamaan dengan adanya homo sapiens (baca: manusia).

Mungkin kamu masih ingat dengan kisah Habil dan Qabil—atau Abel dan Cain—yang menyoroti tragedi pembunuhan pertama yang dilakukan manusia. Pada saat itu, sang kakak  terinspirasi dari seekor gagak yang menguburkan lawannya yang telah kalah untuk menguburkan adiknya yang sudah tidak bernyawa. Hal itu menunjukkan bahwa pada dasarnya manusia hidup dan belajar dari alam liar. Sangat egois jika kita beranggapan bahwa alam liar itu adalah sesuatu yang jauh dari sejarah peradaban. Lantas, apakah kita sebagai manusia di era sekarang bisa kembali mengecap kehidupan alam liar yang jauh dari peradaban?

Berbagai kisah tentang orang-orang yang memilih untuk menjauhi peradaban manusia pada umumnya, dapat kita lihat dalam film-film seperti Into The Wild (2007) atau film yang baru saja dirilis tahun kemarin, yakni Captain Fantastic (2016). Dalam kedua film itu, kita dapat melihat bahwa manusia yang menjauhi peradaban tidak lagi perlu merasa khawatir dengan kebutuhan akan uang, tuntutan norma-norma sosial, dan berbagai kegelisahan yang mungkin kita rasakan di tengah peradaban saat ini. Bahkan, tokoh Alexander Supertramp alias Christopher McCandles dalam Into The Wild yang merupakan orang yang benar-benar ada di kehidupan nyata, mengatakan bahwa pelariannya itu dilakukan untuk mencapai absolute freedom (kebebasan mutlak).

Secara sekilas, kisah Supertramp memang terkesan menggoda, terutama untuk orang-orang yang mencintai kebebasan dan lebih mencintai alam liar ketimbang gedung-gedung yang menjulang di tengah kota. Akan tetapi, apakah hidup di alam liar itu semudah yang kita bayangkan? Apalagi bagi generasi kita yang sudah merasakan bagaimana kehidupan di kota meskipun mungkin terasa tidak mengenakkan? Di bawah ini, teman-teman bisa lihat beberapa spekulasi atas masalah yang mungkin akan timbul jika kita yang terbiasa hidup di kota, memutuskan untuk menjauhi perkotaan dan tinggal di alam bebas seperti halnya yang dilakukan oleh Supertramp. Langsung aja yuk, kita kepoin!

1. Bingung ketika ditanya lokasi tempat tinggal

keywordsuggest.org

Meskipun kita memutuskan untuk tinggal jauh dari kehidupan manusia yang ramai, mungkin kita tidak akan lepas dari kebutuhan untuk setidaknya mengunjungi kehidupan manusia di kota, entah itu untuk “liburan” atau untuk mengunjungi sanak saudara yang tidak mudah untuk begitu saja dilupakan. Nah, jika kamu bertemu dengan petugas keamanan atau ditanya oleh saudara perihal tempat tinggal, bisakah kita menjelaskan alamat lengkap kita dengan valid?

2. Lebih banyak berteman dengan tumbuhan dan hewan ketimbang manusia

www.bleedingcool.com

Manusia adalah makhluk individual sekaligus makhluk sosial. Meskipun akhirnya kita memilih untuk bertahan hidup dengan keindividuan kita, pada akhirnya mungkin akan selalu hadir rasa sepi yang menuntut kita untuk bersosialisasi. Lihat saja contohnya dalam film Cast Away (2000) yang di dalamnya terdapat kisah tentang manusia yang terdampar sendirian dan harus menjadikan bola voli sebagai teman. Jika kita tinggal jauh dari kehidupan manusia lainnya? Mungkin kita akan mencoba mengakrabkan diri dengan hewan dan tumbuhan. Akan tetapi, apakah kita benar-benar tidak membutuhkan hubungan dengan manusia lain?

3. Ketika satu-satunya toko terdekat mendadak tutup ketika kamu membutuhkannya

www.librarything.com

Kita yang tinggal di kota, sudah terlanjur terbiasa untuk membeli kebutuhan karena peradaban yang menghasilkan konsep jual-beli sudah membatasi kemampuan produksi kita untuk memenuhi segala kebutuhan yang disadari oleh kita. Bahkan, tokoh Ben Cash dalam Captain Fantastic (2016) saja masih merasa perlu untuk menjual produk kreatif buatan keluarga mereka untuk mendapatkan uang, meskipun jumlahnya tidak banyak dan hanya digunakan untuk kebutuhan yang benar-benar darurat.

Sekarang, mari kita bayangkan diri kita sebagai manusia yang meninggalkan gaya hidup peradaban modern seperti sekarang. Artinya, kita mungkin tidak akan punya akses internet. Telepon pun mungkin sudah tidak akan lagi kita gunakan. Lantas, tanpa adanya perlengkapan itu, bagaimana kita tahu bahwa toko penyedia kebutuhan kita yang paling dekat itu selalu buka setiap harinya? Jika kita sudah mengandalkan toko itu sebagai satu-satunya penyedia kebutuhan darurat, kalau misalnya pada suatu hari toko itu tutup dan kita tidak tahu lagi harus ke mana, bagaimana kita bisa memenuhi kebutuhan itu?

4. Tersesat

www.savetheredwoods.org

Bagi orang-orang yang sudah melatih dirinya dan mahir dalam perihal navigasi, mungkin hal ini tidak menjadi masalah. Lantas, bagaimana nasib orang-orang yang terlalu nekat dan mempertaruhkan nasib mereka tanpa memikirkan pengetahuan yang berguna untuk bertahan hidup di alam tanpa bantuan alat-alat modern? Mungkin suatu saat mereka bisa tersesat ketika sedang berjalan-jalan atau sedang berburu kebutuhan mereka di alam liar.

5. Kesulitan saat membutuhkan pertolongan

wastingwords3.deviantart.com

Di kota yang notabenenya orang-orang sudah tinggal berhimpitan saja, terkadang kita masih kesulitan untuk mendapatkan pertolongan dari orang setempat (kalau misalnya hubungan sosial antartetangga di lingkungan tidak terjalin dengan baik). Apalagi jika kamu tinggal sendiri di tempat yang jauh dari tempat tinggal manusia lainnya? Apakah kita adalah manusia super yang bisa menangani segala hal sendirian?

6. Berhadapan dengan satwa liar

nl.pinterest.com

Apakah kita benar-benar tahu apa saja kehidupan yang terdapat di alam bebas? Sampai sekarang saja masih ada kasus-kasus yang memperlihatkan bahwa manusia tidak bisa menyentuh segala hal yang ada di alam terbuka. Kasus hewan purba yang terdampar di Maluku, misalnya. Lalu kasus dimakannya petani oleh ular piton di Sulawesi. Kasus-kasus semacam itu menunjukkan kalau kita akan senantiasa berhadapan dengan kekuatan alam yang lebih besar dari manusia. Apakah kita siap menanggung resiko itu sementara kita sudah terbiasa hidup aman di kota?

7. Ketika kamu ke kota, kamu akan merasa menjadi orang aneh

www.latimes.com

Jika kita memang sudah lahir di alam bebas seperti Tarzan, mungkin hal ini tidak akan menjadi masalah. Akan tetapi, bagi kita yang sudah terbentuk identitas historisnya di kota, lantas tinggal di alam liar apakah kita bisa menghapuskan memori perkotaan kita? Mungkin suatu saat kita membutuhkan waktu untuk mengunjungi kota dan bertemu lagi dengan manusia-manusia kota yang pernah akrab dengan kehidupan kita sebelumnya. Apakah kita siap ketika dinilai sebagai orang gila karena pemikiran, tampilan, dan gaya hidup kita akan dinilai nyeleneh oleh orang-orang lain?

Pada zaman ketika manusia memutuskan untuk menciptakan lingkungan perkotaan, pastinya di sana ada harapan dari manusia untuk menghilangkan kecemasan mereka ketika hidup di alam liar. Ada harapan untuk manusia dapat hidup tenang ketika segalanya sudah tersedia tanpa harus bersusah payah. Akan tetapi, mungkin lingkungan peradaban ini akan menghasilkan kegelisahan baru yang seringkali menggoda kita untuk kembali menjadi manusia yang naturalis. Akan tetapi, apakah kita siap menghadapi resikonya?  

0%
Marah
0%
Gokil
0%
Lucu
0%
Kaget
0%
Suka
0%
Aneh
0
SHARES
Inilah Masalah-masalah yang Hanya Bisa Dimengerti Oleh Para Pemain Bass

Inilah Masalah-masalah yang Hanya Bisa Dimengerti Oleh Para Pemain Bass

Nggak Hanya ‘Boleh’ Kabur dari Penjara, Inilah 7 Fakta Unik Negara Jerman Lainnya

Nggak Hanya ‘Boleh’ Kabur dari Penjara, Inilah 7 Fakta Unik Negara Jerman Lainnya

Hati-hati, 10 Kalimat Ini Bisa Bikin Cowok Ngambek Tiba-tiba

Hati-hati, 10 Kalimat Ini Bisa Bikin Cowok Ngambek Tiba-tiba

Suka Mengejek dan Merebut Mikrofon, Inilah 10 Tipe Orang Saat Berkaraoke

Suka Mengejek dan Merebut Mikrofon, Inilah 10 Tipe Orang Saat Berkaraoke

7 Suka Duka Anak Kos Saat Bulan Ramadan Tiba, Kamu Pernah Ngalamin?

7 Suka Duka Anak Kos Saat Bulan Ramadan Tiba, Kamu Pernah Ngalamin?

Benarkah Arang Bisa Memutihkan Gigi? Inilah 7 Manfaat Arang Aktif Bagi Kesehatan

Benarkah Arang Bisa Memutihkan Gigi? Inilah 7 Manfaat Arang Aktif Bagi Kesehatan

loading