Inilah 5 Mitos dan Fakta tentang Psikotes yang Wajib Kamu Ketahui

larasindo.or.id
Line YuKepo.com

Bagi kamu yang melamar kerja di suatu perusahaan, umumnya akan mengikuti proses seleksi salah satunya dengan psikotes. Antara satu perusahaan dengan perusahaan lain tentu memiliki kebijakan dan proses seleksi yang berbeda-beda tergantung kebutuhan perusahaan tersebut. Itulah mengapa proses seleksi nggak selalu terdiri dari rangkaian tes yang sama. Psikotes pun menjadi momok yang menakutkan bagi para pelamar kerja. Saking takutnya, banyak yang membeli buku soal-soal latihan psikotes agar bisa menjawab soal psikotes dengan baik. Tapi, apa benar psikotes bisa dipelajari seperti itu?

Kali ini YuKepo akan membocorkan mitos dan fakta tentang psikotes agar kamu nggak terjebak dengan trik-trik nggak penting tentang tes psikologi. Ini bisa banget membantu kamu dalam menghadapi psikotes loh.

1. Semakin banyak angka yang dihitung pada tes pauli, semakin bagus

netz.id

Tes pauli atau yang akrab disebut tes koran merupakan salah satu tes yang menggambarkan ketahanan kerja seseorang. Tes ini terdiri dari selembar kertas cukup besar yang berisikan angka-angka di kedua halaman dan angka-angkanya dihitung dengan cara dijumlahkan. Mitosnya, semakin banyak angka yang dihitung, maka semakin bagus pula hasilnya. Faktanya, penilai memang akan menghitung berapa jumlah angka yang telah kamu hitung dengan benar, kesalahan-kesalahan perhitungan, jumlah garis, dan coretan koreksi yang kamu buat. Meski begitu, angka yang banyak atau menambah selembar kertas tes Pauli lagi nggak menjamin hasilnya akan bagus, lho.

Jadi, ada baiknya kamu mengerjakan tes pauli dengan fokus pada hitungan di hadapanmu. Nggak perlu tergesa-gesa tapi jangan terlalu nyantai juga. Intinya, harus serius dan fokus pada aba-aba garis dari instruktur tes. Kalau ada kesalahan dalam perhitungan, kamu cukup mencoret dengan satu garis kemudian diganti dengan angka yang benar dan nggak perlu dicoret-coret nggak jelas atau dihapus. Keep relax, focus, and do as fast as possible!

2. Menggambar pohon harus menggambar buahnya

www.drawingnow.com

Hayo siapa yang takut kalau disuruh tes menggambar? Tes menggambar dinamakan juga dengan tes proyeksi. Artinya, tes menggambar bertujuan untuk melihat profil kepribadian seseorang melalui gambar. Tes menggambar ada banyak macamnya, salah satunya adalah DAT (draw a tree) atau tes Baum. Banyak yang menyarankan berbagai trik menggambar agar kepribadian kamu terlihat bagus dan ideal, salah satunya adalah mitos bahwa menggambar pohon itu harus menggambar buahnya juga. Apa iya begitu?

Faktanya, menggambar pohon atau menggambar apapun itu nggak ada kriteria benar atau salah. Semakin kamu menggambar secara apa adanya maka semakin benar pula hasil gambaran kepribadiannya. Kalau kamu mengikuti trik-trik menggambar pohon seperti harus ada buahnya, akarnya harus besar, daunnya harus lebat dan arahan-arahan lain, maka nanti hasilnya akan rancu ketika dicocokkan dengan hasil wawancara. Justru yang seperti itulah yang membuat kamu gagal karena hasil menggambar berbeda dengan ketika diwawancara atau dicocokkan dengan tes kepribadian lain. Jadi, sebaiknya kamu menggambar apa adanya dan sesuai arahan dari instrukturnya ya.

3. Nggak lulus psikotes berarti nggak cerdas dan bukan orang yang baik

www.totaljobs.com

Mungkin ada banyak perusahaan yang menggunakan psikotes sebagai upaya untuk menyeleksi calon karyawan. Dari hasil psikotes dilihatlah mana yang sesuai dengan kriteria karyawan di perusahaan tersebut. Namun, bukan berarti kamu yang nggak lolos psikotes artinya IQ kamu rendah atau kepribadian kamu nggak baik. Ini hanya masalah kecocokan, karena hasil psikotes jarang diberitahukan kepada kandidat, bisa aja ternyata kamu IQ-nya tinggi tetapi kepribadian kamu nggak sesuai dengan bidang pekerjaan yang kamu lamar. Contohnya, kamu melamar sebagai staf keuangan tapi setelah psikotes ternyata kamu cocok banget sebagai orang yang bekerja di bidang kreatif. Karena ketidaksesuaian itu akhirnya kamu nggak lolos dan sebaiknya kamu mencari bidang kerja yang lebih sesuai.

Ada juga yang mengira kalau tes kepribadian itu bisa melihat apakah kita orang yang baik atau nggak. Padahal, kriteria baik atau nggak baik itu subjektif dan situasional. Jadi, jangan berkecil hati ketika kamu nggak lolos psikotes. Karena bisa aja sebenarnya kamu lebih cocok di tempat lain yang sesuai dengan kepribadian kamu, lho.

4. Psikotes bisa dipelajari dan dilatih

www.bukupedia.com

Udah nggak asing lagi dong sama buku-buku soal latihan psikotes di berbagai toko buku? Banyak yang membeli dan berlatih soal-soal psikotes karena nggak paham psikotes itu apa dan ingn tahu gimana caranya biar hasilnya bagus. Sebenarnya nggak ada salahnya kamu berlatih soal-soal, tapi tahu nggak sih faktanya itu nggak ngaruh banyak dengan hasil tes kamu nanti? Mengapa? Karena apa yang dites dalam psikotes itu bukanlah hasil dari pembelajaran seperti ujian di sekolah, melainkan pengetahuan umum yang bisa kamu temui sehari-hari, guys.

Itulah mengapa ujian di sekolah berbeda dengan psikotes. Tes dalam ujian sekolah digunakan untuk mengevaluasi pembelajaran, jadi dipakai untuk melihat apakah kamu selama ini ngerti sama apa yang guru ajarkan atau nggak. Kalau psikotes digunakan untuk melihat keadaan diri kamu dari sisi inteligensi ataupun kepribadian. Jadi apapun hasilnya, itu yang menggambarkan diri kamu dan nggak perlu mengada-ada apalagi sampai berlatih.

5. Kunci dari persiapan psikotes adalah tidur cukup dan makan makanan bergizi

www.livestrong.com

Nah, kalau ini beneran fakta, guys! Daripada kamu cemas dan berlatih soal-soal sampai larut malam dan stress, lebih baik persiapkan dirimu beberapa hari sebelumnya dengan makan makanan yang bergizi dan tidur cukup. Akan percuma semua soal-soal psikotes yang kamu pelajari kalau kondisi badanmu nggak sehat ketika proses psikotes.

Ketika badanmu fit, kamu bisa lebih fokus, berpikir sistematis, konsentrasi penuh, dan nggak lemot. Percaya deh, orang yang mengikuti psikotes dengan kondisi sehat justru hasilnya akan lebih baik dibandingkan orang yang udah ekstra persiapan tapi malah loyo ketika tes. Kalau kamu merasa tidur cukup dan makan makanan bergizi aja nggak cukup, tambah juga dengan berdoa dan percaya diri ketika menghadapi tes.

Psikotes dibuat untuk membantu manusia mendapatkan gambaran seperti apa dirinya. Kalau mengikuti psikotes dengan trik-trik agar kita terlihat ideal dan menjadi sosok sempurna, itu justru akan membohongi diri kita sendiri dan orang lain. Lebih parahnya lagi kalau ketika diterima kerja dan kita nggak memunculkan kepribadian seperti yang ada di hasil tes karena hasil tes kita merupakan arahan dari buku atau mitos-mitos yang beredar. So believe in yourself and always be you!

0%
Marah
0%
Gokil
0%
Lucu
0%
Kaget
0%
Suka
0%
Aneh
54
SHARES
Di Balik 7 Foto ini Ada Kisah yang Memperlihatkan Cinta Sejati Luar Biasa!

Di Balik 7 Foto ini Ada Kisah yang Memperlihatkan Cinta Sejati Luar Biasa!

Hobi Traveling Tapi Gaji Rata-rata? Ikutin 6 Tips Menyimpan Uang Super Manjur Ini

Hobi Traveling Tapi Gaji Rata-rata? Ikutin 6 Tips Menyimpan Uang Super Manjur Ini

10 Jokes Receh Cowok yang Bikin Ketawa dan Makin Cinta

10 Jokes Receh Cowok yang Bikin Ketawa dan Makin Cinta

Jawab Dulu 8 Pertanyaan Ini Dengan Tenang, Baru Memutuskan Menikah

Jawab Dulu 8 Pertanyaan Ini Dengan Tenang, Baru Memutuskan Menikah

Ini Dia 10 Manfaat Lain Bedak Bayi yang Belum Banyak Orang Tahu

Ini Dia 10 Manfaat Lain Bedak Bayi yang Belum Banyak Orang Tahu

Mau Jadi Seorang Entrepreneur Sukses? Ikuti 10 Tips Berikut Ini!

Mau Jadi Seorang Entrepreneur Sukses? Ikuti 10 Tips Berikut Ini!

loading