Ini Dia Alasan Kenapa Wabah Virus Flu Burung Makin Menjangkit di Cina!

Sumber Gambar
Line YuKepo.com

Virus H7N9, atau virus flu burung yang pernah ramai juga pemberitaannya di Indonesia beberapa tahun silam, masih menjadi ancaman yang nyata bagi para warga Cina. Di bulan Januari kemarin saja, virus ini sudah membunuh 79 jiwa dari 192 kasus yang dilaporkan di Cina. Data ini menunjukkan bahwa kasus flu burung di Cina sudah jauh lebih parah jika dibandingkan dengan data di tahun 2013, saat wabah flu burung di sana mulai menunjukkan angka yang mengkhawatirkan. Jika ditotalkan sejak tahun itu, jumlah warga yang sudah meninggal dunia akibat virus ini berkisar sekitar 370 orang. Tentu saja hal ini menimbulkan keresahan pada berbagai pihak.

Sumber Gambar

H7N9 adalah virus yang dapat menyerang baik manusia maupun unggas. Kasus-kasus flu burung yang terjadi di Cina ternyata dipengaruhi oleh tradisi pasar tradisional mereka yang menyediakan ayam hidup untuk langsung dibeli, disembelih, dan langsung dimasak. Hal lain yang menyebabkan sulitnya pengontrolan virus ini adalah tradisi di Tahun Baru Imlek, saat para warga Cina biasanya akan membeli langsung ayam atau bebek hidup di pasar peternakan (livestock market) dan memproses sendiri unggas-unggas tersebut untuk dikonsumsi bersama keluarga dan kerabat lainnya.

Pusat Pengontrolan Penyakit di Cina, dilansir dari healthmap.org, melaporkan bahwa virus ini sebagian besarnya menjangkit wilayah selatan dan timur, seperti di provinsi Guangdong dan Jiangsu, di mana tradisi membeli ayam hidup atau ayam segar itu sudah menjadi hal yang sangat lumrah. Untuk itu, Ni Daxin, kepala divisi respon darurat dari Pusat Pengontrolan Penyakit pun langsung menghimbau kepada masyarakat Cina untuk membeli unggas yang sudah dibekukan. Pasalnya, unggas yang sudah mengalami pembekuan pada suhu tertentu dapat membunuh virus yang terkandung dalam daging.

“Nilai nutrisi yang terkandung dalam unggas beku itu sama saja dengan kandungan nutrisi pada unggas yang baru saja dipotong dalam keadaan hidup. Perbedaannya, unggas yang sudah dibekukan lebih rendah resikonya,” ujar beliau dilansir dari quartz.com.

 

Sumber Gambar

Pecahnya wabah flu burung yang makin parah ini pun memicu beberapa wilayah untuk langsung melakukan tindakan pencegahan, seperti yang dilakukan di provinsi Zhejiang. Sejak tanggal 11 Februari silam, provinsi ini sudah menutup semua pasar unggas hidup untuk menahan tersebarnya virus. Di Hong Kong, tindakan pencegahan ini sudah dilakukan sejak tahun 2014 semenjak mereka menemukan banyaknya virus H7N9 yang terkandung dalam unggas yang diimpor dari Cina.

Miris juga ya, kalau lihat dalam jangka waktu satu bulan saja, udah 192 orang yang terkena virus ini di Cina, dan 79 jiwa pun akhirnya melayang. Mungkin emang harus ada sedikit perubahan pada tradisi mereka. Soalnya, budaya kan untuk memajukan hidup manusia, bukan untuk mengurangi hidup manusia? Tapi itu mungkin dari sudut pandang budaya yang berbeda.

0%
Marah
0%
Gokil
0%
Lucu
0%
Kaget
0%
Suka
0%
Aneh
7
SHARES
Selain Yoga, Ini Dia Cara-cara Ampuh Untuk Menghilangkan Stres!

Selain Yoga, Ini Dia Cara-cara Ampuh Untuk Menghilangkan Stres!

Meski Ada Masalah Besar Tapi kalau Sudah Jodoh Tak Akan ke Mana-mana

Meski Ada Masalah Besar Tapi kalau Sudah Jodoh Tak Akan ke Mana-mana

7 Museum di Yogyakarta yang Menarik Hati Ini Bikin Kamu Makin Hits!

7 Museum di Yogyakarta yang Menarik Hati Ini Bikin Kamu Makin Hits!

Celotehan Cowok Tanda Dia Serius Sama Kamu, Meski Belum Melamar

Celotehan Cowok Tanda Dia Serius Sama Kamu, Meski Belum Melamar

7 Seleb Indonesia yang Punya Hobi Fotografi Ini Gak Kalah Pro Dengan Fotografer

7 Seleb Indonesia yang Punya Hobi Fotografi Ini Gak Kalah Pro Dengan Fotografer

Di Balik Hasil Foto Kece Cewek-cewek di Instagram, Ada Sosok Cowok yang Menderita

Di Balik Hasil Foto Kece Cewek-cewek di Instagram, Ada Sosok Cowok yang Menderita

loading