5 Anak Muda Ini Bisa Rasakan Bangku Kuliah Meski Terlahir dari Keluarga Biasa

2.bp.blogspot.com
Line YuKepo.com

Bagi pelajar SMA, menempuh jalur studi lanjut atau kuliah itu tampaknya menjadi impian yang harus dicapai. Jika bisa kuliah itu rasanya pasti bangga karena ada kesempatan untuk terus meng-upgrade diri supaya bisa lebih matang dalam berpikir dan bersikap sebelum memasuki dunia kerja yang penuh tantangan. Beda halnya dengan pelajar SMK yang tidak perlu terlalu pusing untuk memutuskan kuliah atau tidak karena dulunya di sekolah, mereka sudah diberikan keterampilan khusus yang mempersiapkan mereka langsung bisa terjun ke pekerjaan.

Tapi, kuliah di zaman sekarang tidaklah semudah yang kita pikirkan. Kuliah itu perlu uang untuk belajar, makanya tak jarang banyak anak-anak muda memutuskan untuk tidak kuliah lantaran sadar diri karena terlahir dari keluarga biasa. Meski kita tahu ada cara yang bisa mereka lakukan agar mereka tetap kuliah. Salah satunya, mereka berjuang mencari beasiswa, bekerja sambilan dan menunggu keberuntungan dari Sang Pencipta.

Seperti kisah Megawarni yang berusia 18 tahun yang diberitakan dalam situs radarnusantara.com. Ia adalah anak tukang sapu bernama Acong, warga keturunan Tionghoa yang sudah lama mengabdi di dinas lingkungan hidup daerah Purwakarta. Sejak tahun 2013, gaji Acong terbilang kecil, yakni hanya Rp 2 juta per bulan, sedangkan ia harus menghidupi istri dan keempat anaknya. Tapi, kali ini pemerintah tidak menutup mata untuk menyekolahkan anaknya di Universitas Padjajaran, Bandung, mengambil jurusan hukum. Megawarni yang sadar terlahir di dalam keluarga biasa lantas bersyukur karena keberuntungan itu ternyata masih ia rasakan.

Ternyata tidak hanya Megawarni yang merasakan bangku kuliah, masih ada 5 anak muda yang juga berhasil jadi mahasiswa meski terlahir dari keluarga biasa saja. Kamu mau tahu siapa mereka? Langsung saja lihat ulasan berikut ini.

1. Fifi Rohmatin Nikmah

motivasibeasiswa.org

Anak muda asal Pati ini sadar kalau keluarganya tidak mampu membuatnya bisa bersekolah tinggi. Ayah Fifi hanya bekerja serabutan, kadang jual jagung bakar dan sisa jerami untuk pakan ternak. Uang yang dikumpulkan setiap hari hanya cukup untuk kebutuhan hidup sehari-hari. Mengalami kenyataan demikian tidak membuat Fifi menyerah. Fifi akhirnya mencoba ikut program beasiswa dari Kementerian Agama dan ia dinyatakan lolos untuk masuk jurusan Kedokteran tanpa biaya sama sekali.

Keren ya, perjuangan itu akhirnya membuahkan hasil.

2. Aga mahasiswa UGM

ugm.ac.id

Impian masa kecil Aga untuk kuliah di UGM kini terwujud. Awalnya, Aga sempat putus asa karena tahu jika ayahnya adalah seorang kuli bangunan yang mustahil bisa menguliahkan anaknya, apalagi di kampus terbaik selevel UGM. Tapi, semangat belajar Aga membuat dirinya berhasil mendapatkan beasiswa Bidikmisi dan masuk jurusan Manajemen Sumberdaya Perikanan. Baginya, keadaan orang tuanya yang terbatas tidak membuatnya menyerah. Ia menjadikan keadaan pahit itu sebagai lecutan untuk dirinya berprestasi.

Mahasiswa kece nih guys.

3. Rasman, mahasiswa S2 di Inggris

www.brilio.net

Tak ada yang menyangka anak dari buruh tani dan pemetik kelapa ini bisa kuliah di University of Birmingham, Inggris, mengambil S2. Ibu Rahman yang hanyalah pembuat tempe dan pernah sakit-sakitan juga sedih melihat kakak-kakak Rahman putus sekolah karena biaya SPP yang digunakan sementara untuk biaya pengobatannya. Tapi krisis ekonomi yang sulit ini membuatnya berjuang untuk terus berprestasi sehingga ia dilirik LPDP dan ditawari beasiswa ke Inggris.

Orang tuanya memang biasa, tapi anaknya luar biasa.

4. Ratnasari

www.gresnews.com

Ratna lahir dari seorang ayah yang bekerja sebagai pemulung dan ibu yang biasa jadi tukang urut. Ratna tinggal di kawasan pemulung dan rumahnya dulu belum dipasangi listrik. Kehidupan ala kadarnya sejak SD membuat Ratna banyak mengeluh sampai akhirnya ia memiliki orang tua asuh yang bisa menyekolahkannya dengan model homeschooling sampai kuliah. Meskipun demikian, Ratna masih menyempatkan diri menengok keluarga kandungnya yang tinggal di lapak pemulung. Setelah wisuda, barulah ia bekerja untuk mendukung biaya sekolah adik-adiknya.

Beruntung sekali bisa dapat orang tua asuh yang baik.

5. Firna, mahasiswa peraih IPK 3,77

media.viva.co.id

Seperti Ratnasari, Firna juga terlahir sebagai anak pemulung. Keadaan sulit tidak membuat Firna memadamkan impiannya untuk kuliah. Sejak SMA, ia terbiasa bekerja sambilan sebagai karyawan toko dan pelayan restoran supaya bisa menabung untuk kuliah. Tapi, uang Firna tidak terpakai untuk biaya kuliah karena ia berhasil mendapat beasiswa Bidikmisi dan masuk jurusan Ilmu Politik, Fakultas Ilmu Sosial di Universitas Negeri Semarang. Setelah wisuda, ia juga berbangga hati karena ia juga berhasil meraih nilai IPK cumlaude 3,77.

Uangnya ditabung lagi aja ya buat menikah di masa depan.

Nah, bersyukurlah bagi kamu yang sudah merasakan bangku kuliah. Bagi yang belum, janganlah putus asa, masih ada kesempatan untuk berjuang meraih impianmu ya. Semangat!

0%
Marah
0%
Gokil
0%
Lucu
0%
Kaget
0%
Suka
0%
Aneh
454
SHARES
Gawat! Hobi Pria Ini Bikin Mereka Lupa Segalanya Termasuk Kamu

Gawat! Hobi Pria Ini Bikin Mereka Lupa Segalanya Termasuk Kamu

Tak Hanya di Indonesia, Inilah Beberapa Suku Terakhir di Dunia yang Masih Bertahan

Tak Hanya di Indonesia, Inilah Beberapa Suku Terakhir di Dunia yang Masih Bertahan

7 Fakta Unik Kazakhstan, Negara dengan Luas Wilayah Dua Kalinya Indonesia tetapi ‘Kosong’

7 Fakta Unik Kazakhstan, Negara dengan Luas Wilayah Dua Kalinya Indonesia tetapi ‘Kosong’

Agar Terlihat Keren di Media Sosial, Orang-orang Ini Melakukan Hal-hal yang Tak Terduga

Agar Terlihat Keren di Media Sosial, Orang-orang Ini Melakukan Hal-hal yang Tak Terduga

8 Potret Ibu yang Mendekam di Penjara Seraya Mengasuh Anaknya Ini Bikin Terharu

8 Potret Ibu yang Mendekam di Penjara Seraya Mengasuh Anaknya Ini Bikin Terharu

Inilah Foto-foto Bangunan Bersejarah di Dunia Ketika Masih Konstruksi

Inilah Foto-foto Bangunan Bersejarah di Dunia Ketika Masih Konstruksi

loading