Unik! Penduduk Desa Ini Menggunakan Siulan Sebagai Alat Komunikasi

22 Juni 2017
|Chandra W.
0SHARES

Kalau kebanyakan orang menggunakan mulut dan bahasa lokal untuk bercakap-cakap atau berkomunikasi satu sama lain, ada yang berbeda nih di Turki. Tepatnya di Desa Kuskoy, warga berkomunikasi dengan menggunakan siulan. Mereka nggak bersiul sembarangan ya. Bukan kayak di Indonesia yang bersiul untuk menggoda perempuan yang lewat. Siulan penduduk Desa Kuskoy mereka sebut juga sebagai bahasa burung karena terkadang ketika mereka bersiul, ada burung yang menjawab panggilan atau siulan mereka.

Desa Kuskoy terletak di Pegunungan Pontic di atas Laut Hitam. Medannya yang terjal menyulitkan orang untuk bepergian bahkan hanya untuk jarak dekat saja. Bahasa siulan ini dipercaya muncul salah satunya karena dapat menjangkau jarak yang lebih jauh, sekitar satu kilometer. Tentu lebih jauh dibandingkan jika dengan seseorang berteriak dengan bahasa Turki biasa. Siulan ini juga ada tekniknya. Nggak bisa sembarangan. Kalau kita biasa melihat orang-orang bersiul hanya dengan mulut, di Kuskoy tangan juga dipakai.

Siulan ini paling sering digunakan untuk mengabarkan undangan atau berita lelayu, ajakan ketika musim tanam dan musim panen, atau ketika akan ada acara besar. Warga sekitar tidak ada yang benar-benar tahu sejak kapan nenek moyangnya mulai bersiul untuk berkomunikasi sehari-sehari, tapi sebagian percaya hal ini dimulai sejak 400 tahun yang lalu. Nama Kuskoy sendiri artinya “desa burung” sedangkan bahasa mereka kusdili artinya “bahasa burung”.

Kemunculan bahasa ini juga diperkirakan karena daerah Kuskoy merupakan wilayah yang agak tertinggal di Turki. Listrik baru masuk ke sana pada tahun 1986. Dapat dibayangkan sebelumnya jika mereka harus berkomunikasi secara langsung sedangkan tempat tinggal mereka berjauhan di bukit dengan kontur tanah yang sangat sulit untuk ditempuh dari satu rumah ke rumah lain.

Hingga sekarang, bahasa burung atau siulan ini masih dipergunakan sehari-hari, terutama oleh generasi tua. Sedangkan di generasi muda, peran bahasa siulan ini semakin tergerus oleh kemajuan teknologi dalam bentuk telepon selular alias handphone. Kalau mau ngobrol tinggal SMS atau telpon, 'kan nggak capek tuh dibandingkan harus bersiul. Meski demikian, warga desa menggelar festival setahun sekali untuk menarik turis domestik dan mancanegara serta memperkenalkan budaya mereka ke dunia internasional. Bahasa siulan ini juga ternyata punya pantangan, lho. Ketika menggunakan bahasa ini, kita nggak boleh ngomongin soal cinta. Kenapa? Soalnya bakal terdengar sama seluruh penduduk desa. Kecuali emang kamu mau pamer atau “nembak” biar orang di seantero Desa Kuskoy dengar, ya silakan.


Marah
Marah
0 %
Gokil
Gokil
0 %
Lucu
Lucu
0 %
Kaget
Kaget
0 %
Suka
Suka
0 %
Aneh
Aneh
0 %
PENULIS
Chandra W.
"Sebaik-baik tulisan adalah yang dibaca sampai akhir."
0SHARES