Unik! Kedai Kopi Ini Menerima Para Penyandang Cacat Sebagai Pegawainya

30 Juli 2017
|Idham Nur Indrajaya
0SHARES

Orang yang memiliki cacat, baik secara mental maupun fisik, biasanya akan sulit mendapatkan profesi yang dimiliki masyarakat secara umum. Namun, kedai kopi yang terletak di kota Wilmington, Amerika Serikat ini, justru membuka peluang kerja yang sangat besar bagi orang-orang yang memiliki disabilitas sejak lahir.  

Dilansir dari today.com, kedai Bitty and Beau’s yang dibuka pada tahun 2016 ini menyajikan pemandangan yang tidak biasa pada pegawai-pegawainya. Sebut saja Jesse Guillaume, kasir yang mengidap cerebral palsy atau gangguan motorik yang disebabkan oleh perkembangan abnormal pada otak yang selalu mengenakan semacam mahkota dari bunga di atas kepalanya. Lalu ada Matt Dean, seorang penyambut pelanggan yang mengidap autis dan selalu menawarkan souvenir Bitty and Beau’s kepada pengunjung yang masuk dengan berkata, “Ini sempurna untuk musim panas!”. Selain itu, dalam situasi tertentu, di kedai kopi ini akan ada pesta dansa yang dipimpin oleh pengidap down syndrome—kelainan otak yang para pengidapnya memiliki wajah yang mirip—bernama Trevor Jefferson yang memiliki mimpi untuk menjadi aktor Hollywood.

Pemilik kedai kopi yang unik ini adalah pasangan suami istri bernama Ben dan Amy Wright. Kedua anak termudanya, yakni Bitty dan Beau Wright—yang menjadi inspirasi untuk nama kedai ini, mengidap down syndrome sejak kelahirannya. Untuk itulah kedai ini dibuat, yakni sebagai semacam persembahan dari Ben dan Amy untuk kedua buah hati mereka, agar suatu saat Bitty dan Beau dapat memiliki pekerjaan yang layak di kedai ini ketika mereka sudah tumbuh dewasa.

Selain untuk membuat lapangan kerja bagi anaknya, Ben juga mengatakan bahwa kedai kopi ini memiliki misi untuk menunjukkan pada orang-orang bahwa pengidap disabilitas pun mampu menyesuaikan diri dalam lingkungan kerja selama mereka diberi perlakuan yang tepat. Misi itu pun membuahkan hasilnya dengan terjalinnya relasi harmonis antara para pegawai dan pelanggannya.

Kedai kopi yang secara tidak langsung menjadi markas subkultur pengidap disabilitas ini memiliki 40 pegawai penyandang cacat yang bervariasi, kecuali dua manajernya yang berkondisi normal. Jadi merasa tertantang nggak, untuk bikin usaha semacam ini? Pasti bermanfaat banget loh untuk masyarakat!


Marah
Marah
0 %
Gokil
Gokil
0 %
Lucu
Lucu
0 %
Kaget
Kaget
0 %
Suka
Suka
0 %
Aneh
Aneh
0 %
PENULIS
Idham Nur Indrajaya
Gak Punya Quote Nih!
0SHARES