Temenan Sama Anak Medan? Pahami Istilah Ini Dulu, Biar Gak Salah Kaprah!

15 Januari 2017
|Shela Pangaribuan
230SHARES

Horas! Menjunjung toleransi antar budaya, ras dan agama adalah hal yang perlu kamu terapkan dalam hal bergaul. Hal ini dikarenakan kita tinggal di negara yang Bhineka Tunggal Ika. Dari sekian banyak etnis, masyarakat Sumatra bisa dibilang tersebar di berbagai kota. Ada yang bertujuan belajar, merantau, atau menikah. Nah, supaya kamu tahu, istilah ini seringkali dipakai oleh masyarakat Medan yang dipengaruhi oleh orang Batak dan Melayu. Biar nggak salah paham, ya.

1. Pajak = pasar

Ini hal yang paling sering disalah artikan. Kalau pada umumnya pajak adalah iuran wajib yang harus dibayar oleh warga negara, di Medan istilah ini mengacu kepada pasar. Ya, pasar tempat shopping ibu-ibu rumah tangga dan pusat transaksi pembeli dan penjual.

2. Pasar = jalan raya

Nah, sedangkan pasar di Medan adalah istilah yang menunjukkan jalan besar atau jalan raya. Memang agak membuat bingung ya. Tapi begitulah kenyataannya istilah bahasa yang dipakai di sana.

Mamak : “Jangan main di pasar! Nanti ketabrak truk kau, nak.”

Ucok : “Oke, Mak! Nunggu Telolet aja kok.”

3. Paten = hebat

Biasanya paten digunakan untuk melabeli unsur keaslian suatu hal, misalnya hak paten. Nah, di Medan ‘paten’ yang biasanya ditambah dengan ‘kali’ menunjukkan pujian terhadap suatu hal.

Mamak : “Paten kali anak mamak, raport biru semua.”

Ucok : “Hehe, siapa dulu mamaknya?”

Mamak : (Mesem-mesem sambil gigit buku raport)

4. Kereta = motor, Motor=mobil

Ada saja istilah membingungkan dari Medan, yaitu moda transportasi sehari-hari di sana. Jika biasanya istilah kereta dimaksudkan untuk kereta api, namun di sana kereta berarti sepeda motor. Nah, motor sebaliknya adalah istilah untuk mobil. Yang lebih unik lagi istilah ‘RBT’ atau ‘Rakyat Banting Tulang’ yang ditujukan oleh transportasi ojek. Apanya yang dibanting?? Haha.

5. Mandi dan barak

Istilah di atas bukan dipakai untuk kegiatan atau lokasi, lho. Mandi dan barak biasanya istilah yang kita sebutkan ketika mampir ke kedai abang bakso. Mandi adalah singkatan dari ‘manis dingin’ atau es teh manis. Sedangkan barak adalah singkatan dari ‘bakso raksasa’ atau bakso dengan porsi besar. Ucok : “Bang, pesan Barak 1 sama mandi 2 ya!”

6. Kreak = sombong

 Ini juga seringkali terdengar dari masyarakat Medan. Orang Medan yang terkenal dengan sifat keras dan suara besar kerap kali memiliki istilah slang untuk menyindir teman atau sepantarannya. ‘Kreak’ biasa ditujukan untuk teman yang sombong atau belagu. Bukan untuk ditiru, ya. Untuk pemahaman saja jika suatu hari mendengar istilah ini.

Ucok : “ Kreak kali kau, ya! Lama nggak jumpa sudah beranak dua rupanya.”

Kawan Ucok : “Biarlah, daripada kau, jomblo akut.”

Ucok : (gigit sandal)

7. Akhiran ‘ai’ menjadi ‘e’

Kalau ini sepertinya sudah secara alami bagi ucapan sehari-hari masyarakat Medan. Entah mengapa, pengucapan pantai, kedai, sungai berganti menjadi ‘pante’, ‘kede’ dan ‘sunge’ dan berlaku bagi kebanyakan masyarakat Medan. Memang selain terdengar sangat Melayu, pengucapan ini juga mudah dicerna kita yang bukan orang Medan, kok.

Sebenarnya masih banyak keunikan bahasa masyarakat rumpun Batak dan Melayu ini. Kamu akan banyak referensi jika tidak ragu untuk berteman dan mau saling berbagi ilmu dan wawasan bersama. Siapa tahu rejeki atau jodohmu datang dari tanah batak? Who knows? Hehe.


Marah
Marah
0 %
Gokil
Gokil
0 %
Lucu
Lucu
0 %
Kaget
Kaget
0 %
Suka
Suka
0 %
Aneh
Aneh
0 %
PENULIS
Shela Pangaribuan
Gak Punya Quote Nih!
230SHARES