Sweater Ini Bisa Berubah Warna Kayak Bunglon! Wiiih, Kok Bisa Ya?

05 April 2018
|Mohammad Syahrial
643SHARES

Perkembangan zaman turut pula diikuti oleh perkembangan fashion. Para perancang busana kian berlomba-lomba menciptakan mode terbaru dengan imajinasi dan kreativitas masing-masing. Bisa kita lihat bahwa saat ini mode berpakaian sudah sangat beragam dengan berbagai inovasinya yang terkadang out of the box. Inovasi yang diciptakan di dunia fashion ini pun berkaitan erat dengan fungsi pakaiannya. Sweater adalah salah satunya.

Misalnya, beberapa waktu yang lalu, sebuah brand busana asal Italia menciptakan produk baru berupa sweater yang bisa berganti-ganti warna. Tidak heran jika banyak yang menyebutnya sebagai sweater bunglon.

Wah, benda ini 'kan dari kain, terus gimana caranya berubah warna ya? Penasaran, 'kan? Nggak usah bertele-tele, langsung saja simak informasi keseluruhannya di sini!

1. Koleksi terbaru stone island yang unik

Belum lama ini, sebuah label busana pria asal Italia, Stone Island, mengeluarkan produk terbaru. Produk terbarunya ini khusus dirancang untuk koleksi musim gugur 2017. Sweater yang dinamai ice knit ini super duper unik dan membawa inovasi yang sangat berbeda dari yang ada pada umumnya.

2. Warnanya yang bisa berubah

Keunikan dari baju hangat rajutan ini adalah kemampuannya berubah warna. Hmmm, kedengarannya seperti hewan bunglon ya. Nah, bedanya kalau bunglon berubah warna untuk menyesuaikan dengan lingkungannya agar terhindar dari predator, sweater ice knit akan berubah warna sesuai dengan cuaca. Waduh, kok bisa ya?

3. Menggunakan material wol berteknologi ‘thermo-sensitive’

Rahasia dari keunikan ice knit ini terletak pada material yang digunakannya. Stone Island menggunakan material wol berteknologi thermo-sensitive dalam pembuatan produk terbarunya ini. Bagian luarnya menggunakan bahan yang sensitif terhadap cuaca, sedangkan bagian dalamnya menggunakan bahan wol biasa.

4. Warna akan berubah jika terekspos cuaca dingin

Jadi, kapan warna sweaternya berubah? Nah, sweater akan berubah jika terekspos cuaca dingin. Oleh sebab itu, bagian luarnya dibuat sensitif terhadap cuaca dingin. Walaupun demikian, baju ini tetap hangat karena bagian dalamnya menggunakan bahan wol biasa.

5. Bahannya merupakan campuran pigmen ‘bunglon’ dan pigmen biasa.

Material thermo-sensitive dihasilkan dari campuran pigmen yang dapat berubah warna dengan pigmen tekstil biasa. Jika suhu berubah, maka pigmen thermochromic akan berubah transparan dan pigmen biasa akan tetap pada warnanya. Kebayang 'kan proses perubahan warnanya seperti apa?

6. Perubahan warna terjadi bertahap

Perubahan warna pada sweater ice knit tidak secara langsung dan tiba-tiba lho ya. Sweater akan berubah warna secara perlahan. Sedikit demi sedikit akan mengalami perubahan warna hingga seluruh bagian tertutupi warna baru. Jadi selama proses perubahan, sweater ini tetap terlihat kece! Kamu bisa lihat perubahan warna ice knit seperti pada foto ya.

7. Dibanderol dengan harga Rp 2,3 juta

Karena inovasinya yang sangat unik, tidak heran jika sweater ice knit dibandrol dengan harga yang cukup tinggi, yakni 1.470 Euro atau sekitar Rp 2,3 juta. Oh iya, sweater ice knit tersedia dalam tiga warna yaitu kuning-oranye, hijau zamrud-hijau tentara, dan putih gading-abu gelap.

Nah, itu dia guys informasi tentang sweater bunglon. Ternyata material thermo-sensitive pada bahan wol ini yang menyebabkannya bisa berganti-ganti warna. Keren banget ya inovasinya. Gimana nih? Kalian tertarik membeli?


Marah
Marah
0 %
Gokil
Gokil
0 %
Lucu
Lucu
0 %
Kaget
Kaget
0 %
Suka
Suka
0 %
Aneh
Aneh
0 %
PENULIS
Mohammad Syahrial
Gak Punya Quote Nih!
643SHARES