Setelah Ditinggal Mati Kalkulatornya, Wanita Ini Ingin Nikah sama Game Tetris Aja

22 Februari 2018
|Idham Nur Indrajaya
0SHARES

Mungkin kamu pernah dengar tentang orang yang memiliki obsesi berlebihan terhadap benda yang tidak bernyawa, bahkan sampai menikahinya. Kecenderungan ini biasanya disebut dengan istilah objectum sexual, yakni orientasi untuk mencintai benda-benda mati yang diperlakukan seolah-olah seperti manusia.

Contoh lain dari orang yang mengidap gejala ini adalah seorang mahasiswi jurusan Matematika di Florida, Amerika Serikat, bernama Noorul Mahjabeen Hassan. Gadis berusia 20 tahun ini mengaku bahwa dirinya sudah menjalin hubungan cinta dengan iPod dan monorel, namun saat ini dia sudah “berkomitmen” dengan sebuah konsol game Tetris yang sempat digandrungi di era 80’ sampai 90’an.

Hubungan yang mungkin terkesan “satu arah” di mata orang-orang ini bahkan sudah diniatkan untuk diikat di jenjang pernikahan. Noorul mengatakan dia akan menikahi kekasihnya itu saat dia sudah lulus kuliah. Sebelum menjalin hubungan dengan kekasihnya yang sekarang, dia baru saja kehilangan pacar kalkulatornya karena kecelakaan yang tidak disengaja. Saat kalkulator miliknya sedang dibersihkan, tiba-tiba saja kalkulator itu tidak bisa menyala lagi dan Noorul pun merasa sangat terpukul dengan kepergian kekasihnya.

“Perasaan saya mulai tumbuh saat saya sedang bermain game bernama Smash Run, dan saya mendengar musik pengiring Tetris yang bagi saya terdengar sangat enak. Setiap kali saya mendengar musik itu, saya langsung ingin bermain Tetris,” ujar Noorul.

“Menurut saya Tetris itu sangat mengagumkan. Game ini mengajarkan untuk mengejar kesempurnaan dan merangsang pikiran. Saya langsung menganggap game ini sebagaimana orang menjalin hubungan kekasih, dan saya menganggapnya sebagai jodoh saya.” (sumber: metro.co.uk)

Dia mulai menjalin hubungan tidak biasa ini pada bulan September tahun 2016, dan sejak saat itu, Tetris selalu menghiasi hidupnya. Dia bisa menghabiskan waktu sebanyak 12 jam setiap harinya untuk bermain Tetris. Noorul menganggap obsesinya terhadap Tetris bukan termasuk ke dalam gejala fetish (kelainan seks), melainkan sesuatu yang lebih emosional dan benar-benar berlandaskan cinta dari dalam hati. Dia juga menambahkan bahwa dirinya tidak pernah tertarik untuk menjalin hubungan cinta dengan manusia.

Kisah ini cinta antara wanita dan tetris ini mungkin terdengar mengejutkan, namun fenomena ini pun menunjukkan bahwa media sosial itu bisa menjadi sangat brutal sehingga memungkinkan adanya orang-orang yang lebih tertarik kepada benda mati ketimbang manusia yang mungkin lebih berpotensi untuk saling menyakiti.


Marah
Marah
0 %
Gokil
Gokil
0 %
Lucu
Lucu
0 %
Kaget
Kaget
0 %
Suka
Suka
0 %
Aneh
Aneh
0 %
PENULIS
Idham Nur Indrajaya
Gak Punya Quote Nih!
0SHARES