Hutan Vertikal Ini Bisa Jadi Solusi untuk Menekan Polusi Udara. Coba di Indonesia Ada…..

04 Januari 2018
|Idham Nur Indrajaya
0SHARES

Polusi udara akan selalu menjadi masalah di wilayah kota metropolitan yang dipenuhi dengan asap dari kendaraan bermotor atau pabrik-pabrik. Selain bisa berdampak kepada kesehatan organ pernapasan, ternyata udara yang kotor pun tidak baik untuk kesehatan mental, lho. Masalahnya, wilayah perkotaan sudah sangat padat dengan bangunan, area yang bisa dipakai untuk hutan kota pun semakin menipis. Semakin sulit mencari udara segar. 

Seorang arsitek bernama Stefano Boeri pun menjawab persoalan tersebut dengan rancangan bangunan berkonsep unik yang diprakarsainya, yakni hutan yang dibangun secara vertikal hingga membentuk seperti menara.

Berhubung hutan buatan memanjang ke atas yang digarapnya memiliki struktur yang bertingkat-tingkat, permasalahan lahan perkotaan yang sudah sempit pun bisa teratasi. Penasaran kayak gimana hutan vertikal ini?

1. Selain berfungsi sebagai paru-paru kota, menara ini pun dijadikan sebagai rumah susun

Menara hutan buatan yang dirancang oleh Boeri tidak hanya menjawab persoalan kekurangan udara bersih yang semakin gawat, melainkan mampu juga menyiasati lahan pemukiman yang semakin minim.

2. Menara diisi dengan tumbuhan-tumbuhan hijau yang sangat banyak jumlahnya

Bangunan pada foto di atas dinamakan Menara Hijau Nanjing, dan bangunan itu merupakan hutan vertical pertama yang dibangun di Tiongkok. Menara yang terletak di Distrik Nanjing ini memuat 1.100 pohon dan 2.300 tanaman merambat.

3. Menara ini mampu menyediakan 60 kg oksigen setiap harinya

Selain menyediakan oksigen dalam jumlah yang cukup banyak, menara ini pun menyerap 25 ton karbon dioksida setiap tahunnya. Hal itu pun menjadi bukti bahwa Menara ini memberikan manfaat yang sangat besar bagi masyarakat.

4. Selain di Tiongkok, menara ini juga sudah dibangun di Milan, Italia, dan Paris, Perancis

Foto di atas memperlihatkan menara hutan pertama yang digarap oleh Boeri dan dibangun di Kota Milan, Italia. Bangunan ini memuat 900 pohon dan 2.000 tanaman yang menghiasi gedung dan menyediakan oksigen dalam kadar yang sangat banyak. Bangunan ini dibangun pada tahun 2014.

5. Menara hutan di Italia diberi nama “Bosco Verticale” (Hutan Vertikal)

Jika tanaman yang terdapat di Hutan Vertikal Milan dihamparkan di lapang terbuka, seluruh tumbuhan itu membutuhkan wilayah seluas 7.000 meter persegi. Berhubung kota sudah begitu padat, tentunya lahan seluas itu adalah suatu hal yang tidak memungkinkan.

 

6. Sebagai kota yang sangat padat, Paris pun turut membangun menara ini

Meskipun belum benar-benar rampung, menara yang dibangun di kota Paris ini sudah memuat tanaman dalam jumlah yang sangat besar. Hal yang belum selesai dikerjakan adalah penambahan jumlah tanaman.

Uniknya, menara hutan di kota Paris akan menggunakan struktur bangunan yang seluruhnya terbuat dari kayu. Menara hutan di Paris dinamai Foret Blanche.

7. Tanaman yang tersedia di hutan vertical Paris akan setara dengan hutan seluas satu hektar

Selain tiga kota besar yang sudah disebutkan di atas, proyek ini juga rencananya akan berlangsung di Amerika Selatan, Amerika Serikat, dan beberapa negara di Eropa dan Tiongkok.

Gimana menurut kamu? Solusi yang sangat tepat 'kan untuk persoalan polusi di kota-kota besar? Apalagi menara ini juga bisa membantu menambah jumlah pemukiman penduduk. Kira-kira, di Indonesia bakal dibangun juga nggak ya hutan vertikal seperti ini?

 


Marah
Marah
0 %
Gokil
Gokil
0 %
Lucu
Lucu
0 %
Kaget
Kaget
0 %
Suka
Suka
0 %
Aneh
Aneh
0 %
PENULIS
Idham Nur Indrajaya
Gak Punya Quote Nih!
0SHARES