Gestur Mengacungkan Jari Tengah Itu Kasar? Kok Bisa?

02 Juli 2017
|Romlah Sundari
0SHARES

Jika kamu sedang berada di tengah kemacetan dan kendaraan berlomba-lomba membunyikan klaksonnya, apa reaksimu terhadap situasi itu? Mungkin beberapa dari kita akan mengelus dada dan menerima bahwa manusia memang kadang bisa jadi sangat menyebalkan. Namun beberapa dari kita mungkin akan mengekspresikan kemarahan dengan cara mengacungkan jari tengah ke arah pengendara dengan klakson jebol tadi. Gestur mengacungkan jari tengah memang sudah lama dikenal sebagai ekspresi rasa kesal dan merupakan sesuatu yang dianggap kasar. Namun pernahkah kamu mempertanyakan kesepakatan sosial mengenai gestur ini? Kenapa mengacungkan jari tengah itu menjadi gestur yang kasar? Bukankah semua jari sama saja?

Ternyata, catatan paling awal dari penggunaan gestur ini adalah pada masa Yunani kuno. Seorang penulis naskah drama dan komedian bernama Aristophanes dari Athena menciptakan sesosok karakter yang kesal terhadap Socrates dan berbagai pertanyaannya yang tidak ada habisnya. Untuk mengungkapkan kekesalannya, karakter tersebut lantas mengacungkan jari tengahnya kepada Socrates. Namun tidak diketahui dengan jelas pula apakah Aristophanes merupakan penemu gestur ini atau ia mengadopsinya dari budaya lain. Sedangkan Di zaman Romawi kuno dan abad pertengahan Eropa, jari tengah dikenal dengan sebutan digitus infamis, yang berarti jari yang ofensif.

Gestur mengacungkan jari tengah dari masa Yunani dan Romawi kuno dianggap merepresentasikan bentuk organ kelamin laki-laki. Jari tengah yang mengacung dianggap menyerupai bentuk penis sedangkan jari-jari lainnya yang menggenggam dianggap menyerupai bentuk testikel. Hal ini kemungkinan yang menjadikan mengacungkan jari tengah sebagai simbol dari mengacungkan alat kelamin dan dianggap sebagai sesuatu yang menyinggung.

Di dunia modern, gestur mengacungkan jari tengah sudah tercatat penggunaannya pertama kali di Amerika sejak tahun 1886. Saat itu seorang pelempar dari tim baseball Amerika yang bernama Boston Beaneaters terlihat mengacungkan jari tengahnya saat berfoto bersama dengan tim New York Giants yang merupakan lawan mereka. Penggunaan gestur ini menjadi sesuatu yang begitu umum digunakan di dunia modern saat ini. Bahkan gestur ini sudah menjadi sesuatu yang universal dan dipahami maknanya di seluruh dunia.

Pada perkembangannya, gestur mengacungkan jari tengah kini tidak lagi dikaitkan dengan organ kelamin laki-laki. Bahkan kini penggunaan jari tengah memiliki makna yang lebih beragam lagi, mulai dari ungkapan kekesalan, ketidakpedulian, hingga ungkapan senang. Berbagai orang bahkan menggunakan gestur ini semata untuk kepentingan berpose di depan kamera. 

Meski sudah mengalami perluasan makna dan tidak lagi berkaitan dengan alat kelamin, namun penggunaan gestur ini masih menjadi sesuatu yang berisiko untuk dilakukan. Mengacungkan jari tengah menjadi bentuk umpatan melalui gerak tubuh. Karena itu, meski mungkin maksud dari sang pelaku gestur adalah untuk menunjukkan rasa senang, namun orang lain masih dapat menganggapnya sebagai sesuatu yang kasar dan sakit hati karenanya. Jadi, bukan hanya ucapan yang mesti kita jaga, ternyata bahasa dan gestur tubuh pun merupakan sesuatu yang harus kita cermati pula.


Marah
Marah
0 %
Gokil
Gokil
0 %
Lucu
Lucu
0 %
Kaget
Kaget
0 %
Suka
Suka
0 %
Aneh
Aneh
0 %
PENULIS
Romlah Sundari
Gak Punya Quote Nih!
0SHARES