Fotografi Hantu, Ketika Hantu Eksis di Dunia Fotografi

17 Juni 2017
|Faizah Pratama
0SHARES

Kebanyakan orang takut berfoto di tempat gelap, sepi, dan tempat-tempat seram. Mereka menghindari tempat tersebut karena khawatir kamera mereka menangkap objek lain yang tidak diinginkan. Tahukah kalian? Di kala banyak orang yang menghindari memotret sosok hantu, justru terdapat aliran fotografi hantu. Fotografi hantu merupakan jenis fotografi yang dikhususkan untuk menghadirkan objek hantu dalam foto. 

 

Bagaimana fotografi hantu itu bermula? Dilansir dari www.bbc.com, pada 1860-an banyak fotografer yang bereksperimen menciptakan efek baru dalam fotografi. Termasuk William Mumler seorang fotografer Amerika yang dapat membuat efek fotografi seolah-olah terdapat sosok hantu dalam foto. Mummler meletakkan plat kaca positif bergambar orang yang sudah meninggal ke depan plat kaca sensitif untuk memotret objeknya. Cara tersebut dapat memunculkan sosok gambar orang yang sudah meninggal seolah-olah ikut berfoto. Foto hantu rekayasa ini justru berkembang menjadi bisnis yang menggiurkan. Para klien mendatanginya untuk membuat foto dengan kerabat mereka yang telah meninggal. Para konsumennya percaya bahwa dengan membuat foto tersebut mereka akan memiliki hubungan supernatural dengan orang yang mereka sayangi. 

 

Di era modern, kita bisa melihat karya-karya Christopher McKenney. Fotografer asal Pensylvania ini memang sengaja membuat foto yang bertemakan hantu. Dengan teknik pengambilan gambar yang mumpuni, ia menghasilkan karya-karya yang menakjubkan. 

 

Disamping fotografi yang sengaja merekayasa kemunculan sosok hantu, ternyata ada juga fotografi yang memang bertujuan memotret sosok hantu tanpa rekayasa sama sekali. Ada penjelasan tersendiri tentang kemungkinan hantu dapat tertangkap lensa kamera. Sebuah blog komunitas fotografi hantu Ghost Photography Community menjelaskan bahwa hantu memiliki wujud visual di bawah tingkatan sinar infra merah. Sosok hantu berada dalam radiasi gelombang elektromagnetik terendah dari bagian infra merah. Saat lensa kamera berada dalam posisi yang setara dengan gelombang tersebut, memungkinkan penampakan visual hantu dapat tertangkap kamera. 

 

Itulah penjelasan tentang fotografi hantu yang ternyata dapat direkayasa dan dapat pula merupakan murni memotret wujud hantu. Bagaimanapun proses pengambilan gambarnya, foto yang ada hantunya tetap terlihat menyeramkan bukan? 


Marah
Marah
0 %
Gokil
Gokil
0 %
Lucu
Lucu
0 %
Kaget
Kaget
0 %
Suka
Suka
0 %
Aneh
Aneh
0 %
PENULIS
Faizah Pratama
"Di mana-mana hatiku senang!"
0SHARES