Di “Kantin Gas Methan”, Pemulung Bisa Makan Gratis dengan Menukarkan Sampah Plastik

03 Desember 2017
|Idham Nur Indrajaya
0SHARES

Salah satu tempat makan yang terletak di Semarang, tepatnya di daerah pembuangan sampah Jatibarang, memiliki suatu cara khusus untuk membantu masyarakat sekitar yang terperangkap dalam kemiskinan. Kantin yang dimiliki oleh sepasang suami istri bernama Sarimin dan Suyatmi ini memang sudah unik jika ditinjau dari lokasinya sendiri, yakni di tempat pembuangan sampah.

Namun, meskipun mungkin sebagian besar orang kota akan merasa tidak nyaman makan di tempat yang berdekatan dengan tumpukan sampah, tempat ini memiliki misi yang sangat mulia bagi para warga sekitar, khususnya untuk orang-orang yang berprofesi sebagai pemulung sampah plastik.

Para pemulung yang makan di kantin ini tidak perlu mengeluarkan uang. Mereka cukup dengan menukarkan sampah plastik dengan makanan yang sudah disediakan oleh Sarimin dan Suyatmi. Sarimin, yang saat ini berusia 56 tahun, akan menerima sampah plastik yang dibawa oleh pengunjung, menimbang beratnya, dan menyediakan makanan yang nilainya disesuaikan dengan sampah yang dibawa.

Sebelum membuka tempat makan tersebut, Sarimin dan Suyatmi pun berprofesi sebagai pemulung sampah. Mungkin mereka merasakan bagaimana sulitnya mendapatkan makanan ketika seseorang berprofesi sebagai pemulung yang pendapatannya terhitung sangat minim. Oleh karena itu, setelah mereka berhasil mengumpulkan modal, mereka pun membangun tempat makan yang mereka namai “Kantin Gas Methan”.

Dilansir dari channelnewsasia.com, Sarimin mengatakan bahwa setiap harinya dia bisa mendaur ulang sampah plastik dengan berat sekitar 1 ton. Dengan menggalakkan konsep penukaran sampah plastik dengan makanan, banjir yang disebabkan oleh sampah plastik pun dapat diperkecil kemungkinannya untuk terjadi. Dengan kata lain, tempat makan ini tidak hanya menguntungkan bagi para pemulung saja, melainkan untuk semua orang.

Dengan menyediakan 30 meja, tempat makan unik ini menyediakan berbagai sajian sederhana dengan harga yang berkisar antara 5 ribu sampai 10ribu. Sejak membuka tempat makan ini, Sarimin dan Suyatmi pun mendapatkan penghasilan yang lebih banyak ketimbang saat mereka menjadi pemulung. Padahal, mereka tidak menarik uang dari makanan yang mereka sajikan. Mereka cukup mendaur ulang sampah plastik yang disumbangkan kepada mereka untuk mendapatkan penghasilan.

Tempat makan dengan konsep yang unik ini telah terbukti mampu mengurangi beban sampah plastik yang tersebar di wilayah Semarang. Para pemulung di sekitar sana pun akhirnya bisa mendapatkan makanan yang lebih layak tanpa harus mengeluarkan uang.


Marah
Marah
0 %
Gokil
Gokil
0 %
Lucu
Lucu
0 %
Kaget
Kaget
0 %
Suka
Suka
0 %
Aneh
Aneh
0 %
PENULIS
Idham Nur Indrajaya
Gak Punya Quote Nih!
0SHARES