7 Pemimpin Besar Dunia yang Jasadnya Diawetkan

10 Juni 2017
|Rhesa Leo
0SHARES

Kematian tentunya menjadi sebuah perpisahan, namun bagi sebagian orang entah karena mereka sangat berjasa, dihormati atau bahkan ditakuti semasa hidupnya menjadikan kematian mereka “abadi”. Tubuh mereka yang terbujur kaku sengaja diawetkan agar bisa terus dikenang bahkan dapat dilihat dari balik kaca transparan oleh generasi-generasi yang akan datang agar perjuangan dan pengaruh mereka semasa hidup dulu dapat terus dikenang. 

1. Kim Il Sung

Kematiannya di usia 82 tahun akibat serangan jantung, Kim II Sung, sang diktator komunis menyebabkan rasa kehilangan besar bagi rakyat Korea Utara. Jasad pemimpin besar Korea Utara yang diberi julukan presiden abadi ini kemudian dibalsem alias dimumifikasi dan disemayamkan di dalam sebuah peti kaca. Rakyat yang berkunjung ke Istana Matahari Kumsusan di Pyongyang pun dapat melihatnya.

2. Vladimir Lenin

21 Januari 1924 menjadi hari berkabung nasional bagi Uni Soviet, Vladimir Lenin sang revolusioner komunis menghembuskan nafasnya yang terakhir pada hari itu. Namun berbeda dengan Kim II Sung, proses pengawetan atau mumifikasi Lenin awalnya nggak direncanakan sama sekali. Musim dingin ekstrem yang melanda Rusia kala itu membuat jasadnya tetap awet secara alami sehingga lebih dari 2 bulan lamanya, rakyat Soviet yang sangat mencintanya dapat melihat dan memberikan penghormatan terakhir kepada sang pemimpin. Hingga akhirnya timbul ide dari pejabat tinggi Soviet kala itu agar jasad Lenin diawetkan. Akhirnya Vladimir Vorobiev, ahli anatomi tubuh dan Boris Zbarsky, ahli biokimia melakukan teknik pembalseman untuk mengabadikan tubuh Vladimir Lenin.

3. Evita Peron

Evita Peron, Ibu negara Argentina dikenal sangat dekat dengan rakyatnya. Kematiannya karena kanker tentu membuat banyak rakyat Argentina yang merasa kehilangan. Rakyat Argentina pun meminta agar jasad istri dari Presiden Juan Peron ini diawetkan jenazahnya agar bisa terus dikenang sepanjang masa oleh Rakyat Argentina. Dua tahun lebih rakyat memberikan salam penghormatan kepada jasad Evita Peron. Sayangnya pada April 1955, sebuah kudeta pecah di Argentina. Bukan hanya menggulingkan pemerintahan Peron, mereka juga merampas jenazah Evita Peron. 16 tahun kemudian jenazah Evita berhasil ditemukan kembali dalam kondisi yang buruk, rahang bengkok, kulit wajah hancur serta beberapa jari kaki yang hilang. Pada tahun 1973 ketika Juan Peron kembali menjadi Presiden akhirnya jenazah Evita dikuburkan secara layak di pemakaman keluarga La Recoleta.

4. Mao Zedong

Mao Zedong adalah tokoh paling penting dalam terjadinya revolusi di China. Sang pendiri RRC ini menggulingkan Kaisar China yang terakhir, Xuantong. Meskipun semasa hidupnya ia pernah berpesan agar jasadnya dikremasi, namun pada akirnya jasadnya tetap diawetkan juga pada tanggal 9 September 1976.

5. Ferdinand Marcos

Ferdinand Marcos dikenal sebagai pemimpin diktator Filipina. Ia berkuasa lebih dari 26 tahun sebagai Presiden Filipina. Banyak orang yang mengaitkan kemiripan antara gaya kemimpinan Ferdinang Marcos dengan sosok Soeharto di Indonesia. Saat revolusi EDSA pimpinan Corazon Aquino terjadi, pemerintahan Marcos berhasil digulingkan. Marcos dan istrinya menyelamatkan diri ke Honolulu, Hawaii. Setelah 3 tahun bersembunyi di Hawaii, Marcos meninggal dan jasadnya diawetkan oleh sang istri. Pada tahun 1993 Pemerintah Filipina akhirnya memperbolehkan jasad sang mantan presiden untuk dimakamkan di tanah kelahirannya.

6. Joseph Stalin

Kematian Stalin menyimpan banyak misteri, ada rumor yang mengatakan bahwa dia diracun, namun ada juga yang percaya bahwa dia meninggal akibat serangan stroke. Empat hari setelah kematiannya, jenazah Joseph Stalin diawetkan dan diletakan di samping jenazah pendahulunya Vladimir Lenin di dalam Mausoleum Lenin. Namun atas perintah Nikita Kruschev akhirnya jenazah Stalin dimakamkan di tembok Kremlin agar para pengagumnya bisa melupakan sosok Stalin. Bukan cuma memindahkan jasad Stalin, Nikita juga mengubah hal-hal yang berbau Stalin seperti mengganti nama kota Stalinabad menjadi Dushanbe dan Stalingrad menjadi Volgograd.

7. Hugo Chavez

Hugo Chavez, Presiden Venezuela meninggal setelah berjuang melawan penyakit kanker. Pengabdiannya yang begitu besar kepada tanah airnya sangat dikagumi oleh Rakyat Venezuela. Setelah kepergiannya, wakil presiden Nicolas Maduro menyarankan agar jasad Hugo Chacez diawetkan serta disimpan dalam peti kaca di Museum Revolusi. Hal ini dimaksudkan agar generasi penerus Venenzule bisa terus mengenang jasa dan perjuangan pemimpin besar mereka.

Itu tadi 7 pemimpin besar dunia yang jasadnya diawetkan. Siapa pemimpin dunia di atas yang jadi pemimpin favorit kamu?


Marah
Marah
0 %
Gokil
Gokil
0 %
Lucu
Lucu
0 %
Kaget
Kaget
0 %
Suka
Suka
0 %
Aneh
Aneh
0 %
PENULIS
Rhesa Leo
Gak Punya Quote Nih!
0SHARES