7 Barang Kreatif Ini Ternyata Terbuat dari Kotoran. Inovatif, Tapi Bikin Jijik

28 Januari 2018
|Mohammad Syahrial
78SHARES

Kotoran dan benda kotor lainnya ya memang nasibnya harus dibuang. Karena kalau ditimbun, lama-lama akan jadi sarang penyakit. Entah itu benda mati atau dalam bentuk kotoran yang lainnya, feses. Feses, baik itu yang berasal dari manusia maupun binatang merupakan ampas dari proses pencernaan makanan di dalam organ pencerna.

Benda ini ialah sesuatu yang menjijikan karena merupakan kotoran dan bau. Tapi bagaimana jadinya jika feses binatang yang biasa dimanfaatkan di bidang pertanian kini dijadikan bahan pangan? Atau bagaimana jika feses manusia juga dimanfaatkan sebagai bahan panganan yang inovatif? Bahkan termasuk kreatif juga.

Ewwww! Jangan buru-buru bilang gitu. Bisa jadi, kamu sudah pernah menyantap benda-benda inovatif ini. Hayooo, yang mana nih?

1. Kopi luwak

Pasti kalian udah familiar banget nih sama yang namanya kopi luwak. Kopi luwak adalah kopi yang bijinya diambil dari kotoran hewan luwak. Hewan asli Indonesia ini seneng banget makan biji kopi, tapi biji kopi yang dimakan luwak ini nggak hancur lho. Hanya terfermentasi dan keluar bersama kotoran luwak dalam kondisi utuh.

Walaupun berasal dari kotoran luwak, kopi luwak ini harganya dibanderol mulai dari 200 ribu sampai 9 juta rupiah lho. Luar biasa!

2. Un kuno kuro beer

Un Kuno Kuro Beer sama seperti kopi luwak, memanfaatkan biji kopi yang difermentasi dalam pencernaan hewan. Un Kuno Kuro Beer menggunakan biji kopi Black Ivori yang sebelumnya telah dimakan oleh gajah, dikeluarkan bersama kotoran, dan diolah menjadi bir. Un Kuno Kuro Beer ini juga punya harga yang mahal banget lho. Bir ini dijual dengan harga mencapai 13 juta rupiah per botolnya!

3. Daging dari kotoran manusia

Aduh, ini nyeleneh banget sih. Seorang ilmuwan Jepang, Mitsuyuki Ikada, menciptakan inovasi berupa daging buatan yang dibuat dari kotoran manusia. Ide gila Ikada ini didapatkannya ketika ia dimintai tolong oleh dinas pembuangan Tokyo yang bingung karena selokan mereka penuh dengan kotoran. Ikada yang menyadari bahwa kotoran manusia mengandung bakteri yang kaya protein, mulai bereksperimen memisahkan protein dari kotoran dan menjadikannya daging yang mengandung 63% protein, 25% karbohidrat, 3% liquid, dan 9% mineral. Daging buatan ini harus dimasak dengan cara yang benar ya agar tidak menyebabkan keracunan saat dimakan. Ada yang berani makan?

4. Loowatt

Nah, kalo ini inovasinya memanfaatkan kotoran untuk membuat listrik, pupuk, dan juga biogas. Loowatt ini diciptakan oleh Virginia Gardiner. Loowat menggunakan kantung yang akan langsung menyegel kotoran yang masuk dan menjatuhkannya ke kompartemen dalam toilet yang setiap seminggu sekali akan diambil oleh tim Loowatt dan diantar ke fasilitas khusus untuk mengubah kotoran tersebut diubah menjadi pupuk, biogas, dan juga listrik.

5. Teh kotoran panda

Selain kopi dan bir, ada juga nih teh yang dibuat dari kotoran hewan. An Yashi, seorang pengusaha teh sekaligus pengajar di Sinchuan University, membuat teh hijau dengan memanfaatkan kotoran dari panda. Panda hanya menyerap 30% nutrisi dari tanaman tersebut. Nah, kotoran yang dihasilkan panda ini dinilai masih kaya akan vitamin dan mineral dari bambu, sehingga cocok untuk dibuat inovasi minuman berupa teh.

6. Baby poop sausages

Kalian pasti pernah dong makan sosis. Makanan olahan daging ini termasuk sangat digemari di Indonesia. Tapi kalian kebayang nggak sih kalau ada sosis yang dibuat dari kotoran bayi manusia? Para peneliti bereksperimen membuat sosis dengan bantuan bakteri baik yang ada di kotoran bayi. Mereka mengumpulkan sampel bakteri dari 43 kotoran bayi dan membuat 6 sosis. Setelah dicicipi, ternyata rasa dari sosis kotoran bayi ini lebih enak dari sosis biasanya. Hmmm, agak segan juga ya makannya.

7. Korean poo wine

Kalau di Jepang kita menemukan daging dari kotoran manusia, di Korea kita akan menemukan wine dari kotoran manusia. Ttongsul adalah wine yang dibuat dari nasi dan kotoran manusia yang sudah difermentasi. Kotoran yang dipakai bukanlah kotoran manusia dewasa melainkan kotoran anak kecil. Tingkat alkohol Ttongsul hanya sekitar 9%. Ttongsul ini dianggap sebagai obat yang bisa bermanfaat untuk kesehatan.

Itu dia berbagai inovasi yang dihasilkan dari kotoran alias feses. Ternyata walaupun sudah menjadi limbah, masih tetap memiliki manfaat ya dan juga anehnya ada yang kepikiran memanfaatkannya. Gimana? Ada yang mau kamu coba salah satu dari benda ini?


Marah
Marah
0 %
Gokil
Gokil
0 %
Lucu
Lucu
0 %
Kaget
Kaget
0 %
Suka
Suka
0 %
Aneh
Aneh
0 %
PENULIS
Mohammad Syahrial
Gak Punya Quote Nih!
78SHARES