10 Peraturan Absurd Sepak Bola Masa Kecil Ini Bikin Kangen Main Bola di Kampung

24 November 2017
|Reza Pratama
57SHARES

Sepak bola sepertinya sudah menjadi bagian dari kehidupan anak laki-laki. Rasanya tak ada anak-anak cowok yang tak pernah main bola. Terlepas dari jago atau tidaknya dalam mengolah si kulit bundar, pasti semua anak cowok pernah merasakan serunya bermain bola. Berbeda dengan permainan sepak bola pada umumnya, permainan sepak bola ketika masa kecil memiliki peraturannya sendiri, yang mana peraturan ini mungkin hampir semua dialami oleh anak-anak era 90-an.

Peraturan ini biasanya sesuai dengan kesepakatan bersama agar pertandingan tetap berjalan dengan seru. Nah, berikut 10 peraturan sepak bola semasa kecil yang bikin kangen main bola di kampung. 

1. Yang bertubuh subur selalu ditunjuk menjadi kiper

Hampir di wilayah manapun, teman dengan tubuh yang lebih besar biasanya akan ditunjuk sebagai kiper. Hal ini sepertinya sudah menjadi hal yang mutlak di belahan Indonesia mana pun. Orang gemuk yang memiliki gerakan lebih lambat dari orang berbadan kurus, dianggap kurang handal dalam mencetak gol karena sepat merasa lelah dan kecapekan. 

2. Gawang dibuat dari tumpukkan sandal para pemain

Karena tak semua lapangan kosong memiliki gawang, maka mau tak mau anak-anak zaman dulu hanya menggunakan sandal yang ditumpuk sebagai pengganti tiang gawang. Jika bola mengenai tumpukan sandal, maka hal tersebut dianggap mengenai tiang gawang. 

3. Kehadiran wasit hanya menjadi pertandingan menjadi nggak seru

Wasit hanya berlaku untuk pertandingan resmi saja. Keberadaan wasit sangat tidak diharapkan dalam pertandingan sepak bola masa kecil, karena hanya akan menghambat pertandingan. Maka dari itu wasit pun hanya dianggap mitos pada permainan sepak bola masa kecil. Pelanggaran atau tidaknya, adalah keputusan bersama. 

4. Handsball adalah satu-satunya pelanggaran dalam permainan

Bisa dikatakan, pelanggaran paling mutlak dalam pertandingan sepak bola semasa kecil hanyalah handsball. Selebihnya maka akan dianggap sah-sah saja.

5. Offside hanya mitos

Sama halnya seperti wasit, peraturan offside juga tidak berlaku dalam permainan sepak bola anak-anak. Mau posisinya selalu di depan gawang lawan juga sah-sah saja.  

6. Bola akan dianggap goal kick jika kiper tidak bisa menggapai bola di atas kepalanya

Karena tidak ada tiang gawang bagian atas, maka goal kick atau tidaknya sesuai dengan tinggi kiper masing-masing. Jika bola tidak bisa digapai oleh kiper, maka hal tersebut dianggap goal kick. Hal ini seringkali menjadi perdebatan para pemain saat menentukan goal atau tidaknya sebuah tendangan. 

7. Skor yang dihasilkan setiap pertandingan bisa mencapai belasan, bahkan puluhan

Mungkin skor 0-0 tidak pernah terjadi di permainan sepak bola anak-anak. Karena waktunya tidak ditentukan, maka skor pun bisa mencapai belasan bahkan puluhan jika belangsung lama. 

8. Pemain yang memakai sepatu hanya akan melukai lawan

Sepatu bola hanya membuat permainan jadi gak seru. Bahkan menggunakan sepatu hanya akan melukai kaki lawan. Anak-anak biasanya lebih nyaman bermain bola tanpa alas. 

9. Jika selisih skor antara kedua kubu terlalu jauh, maka akan diadakan rotasi pemain

Permainan akan dianggap kurang seru jika selisih gol antar kedua tim terlalu jauh. Maka saat itulah biasanya diadakan rotasi pemain agar permainan bisa lebih seimbang. 

10. Bola mengenai kaca rumah orang, pemiliki bola disuruh pulang, dan adzan maghrib adalah tiga hal yang menjadi penyebab berhentinya pertandingan

Karena tak ada batasan waktu, maka ketiga hal di atas merupakan tanda berhentinya pertandingan yang paling mutlak. Mungkin saat bola mengenai kaca tetangga, pertandingan akan berhenti sangat cepat karena semua pemain pasti akan melarikan diri.

Peraturan sepak bola di atas hanya segelintir dari banyaknya kenangan indah yang pernah kita alami semasa kecil. Tak akan pernah bosan rasanya jika membahas tentang masa kanak-kanak. Pasti selalu ada rasa keinginan untuk bisa kembali merasakan keseruan bermain bersama teman-teman yang sudah sangat jarang kita rasakan di masa sekarang. 


Marah
Marah
0 %
Gokil
Gokil
0 %
Lucu
Lucu
0 %
Kaget
Kaget
0 %
Suka
Suka
0 %
Aneh
Aneh
0 %
PENULIS
Reza Pratama
"Hidup seperti Larry!"
57SHARES