Yuk, Kita Berwisata Budaya ke Baduy! Ada yang Sudah Pernah?

salakanusa.com

Setelah beberapa kali membahas mengenai keberadaan macam-macam suku di Indonesia, rasanya gak bakalan lengkap kalau kita gak pernah mengunjungi salah satu dari mereka. Dari yang paling dekat dengan Jakarta, ada sebuah suku pedalaman yang berjarak sekitar 175 km dari Jakarta. Cukup dekat kan? Nah, makanya kali ini YuKepo mau bahas mengenai wisata ke suku Baduy. Ada yang sudah pernah berkunjung ke sana? Yuk, simak aja!

infomudikgratis.blogspot.co.id

Kampung Baduy berada di Kabupaten Lebak, Banten. Jumlah populasi yang ada di desa ini sekitar 8.000 Jiwa. Masyarakat di desa ini memang cukup terisolasi dari dunia luar walaupun sedikit demi sedikit kecanggihan teknologi mulai menjamur di kawasan Baduy Luar. Oh iya, kampung Baduy ini terdiri dari dua bagian yang masing-masingnya terdapat beberapa desa. Baduy tersebut terbagi menjadi Baduy Luar dan Baduy Dalam.

Nah, bagi yang ingin berkunjung ke perkampungan adat ini bisa banget, lho. Memang tempat ini sudah dijadikan tempat wisata budaya. Kalau mau ke sini, kamu bisa menempuh jarak perjalanan dari Jakarta ke Rangkasbitung dengan menggunakan kereta api. Tiketnya juga murah meriah, kok. Tapi, harus dipastikan jadwal keberangkatannya, ya, biar gak terlambat. Nah, perjalanan dengan kereta api dari Jakarta ke Rangkasbitung ini memerlukan waktu tempuh selama kurang lebih dua jam perjalanan. Tergantung adanya kendala atau tidak selama di perjalanan.

culturetripid.blogspot.co.id

Sesampainya di Stasiun Rangkasbitung, kamu jangan senang dulu karena masih memerlukan sekitar tiga sampai empat jam untuk sampai ke Ciboleger. Dari Rangkasbitung, kita bisa naik angkutan umum warna merah (lupa nomornya) menuju ke stasiun kecil tempat angkot elf berada. Btw, angkot elf tersebut biasa disebut bison oleh warga setempat. Sensasi naik bison ini top banget deh! Dengan jalan yang berlubang dan berliku, bisa bikin kita mabok darat. Belum lagi jarak tempuh sekitar dua jam. Harus siap-siapin kantong kresek deh!

Nah, sesampainya di Ciboleger, kita bisa langsung nanjak ke perkampungan adat Baduy. Dari Ciboleger ini jarak tempuhnya sekitar dua jam dengan berjalan kaki. Bagi yang gak biasa hiking pasti bakal ngerasa berat banget deh. Kalo yang udah biasa pasti bakal ngerasa enteng aja. Sepanjang perjalanan kamu bakalan disuguhi pemandangan hutan yang masih asri banget. Kalau bisa diusahakan menggunakan sendal atau sepatu gunung, ya. Oh iya, jangan lupa juga usahakan bawa logistik sebelum nanjak. Soalnya di atas bakal susah banget nemuin warung.

www.instagram.com

Setelah kurang lebih dua jam perjalanan, sampailah kita ke perkampungan yang bisa ditempatin oleh orang yang berwisata. Desa yang biasanya ditempatin adalah Desa Gajeboh. Orangnya ramah-ramah, kok. Malah senang kalau kedatangan orang yang sedang berwisata. Sistem penginapannya ini seperti homestay alias tinggal di rumah warga. Makanya, gak bisa sembarangan dalam berperilaku. Kalau tidak dipersilahkan masuk, mendingan jangan masuk. Sopan santun wajib selalu diterapkan di sini. Di Baduy Dalam kita masih bisa melihat orang-orang beraktivitas seperti biasa, mulai dari mancing ikan hingga memintal benang. Cewek-cewek Baduy juga cantik-cantik, lho.

Di Gajeboh atau Baduy Luar ini memang masih memperbolehkan kita mandi dengan menggunakan sabun, main hp, atau teknologi lainnya. Tapi, jangan coba-coba, ya, kalau mau melakukan hal tersebut di Baduy Dalam. Haram Hukumnya! Kamu bisa minta diantarkan ke Baduy Dalam oleh orang Baduy Luar. Soalnya, kalau gak diantar, kadang suka gak bisa masuk. Biar lebih aman, makanya harus diantar orang Baduy Luar. Biar gak nyasar juga sih.

travel.kompas.com

Nah, perjalanan dari Baduy Luar ke Baduy Dalam biasanya menghabiskan waktu sekitar tiga sampai empat jam. Jauh banget pokoknya! Tapi, perjalanan tersebut gak akan ngebosenin karena selalu menyuguhkan tantangan dan pemandangan yang luar biasa indahnya. Top abis deh pokoknya! Jangan lupa bawa air putih yang banyak, soalnya perjalanannya jauh banget dan udah pasti gak ada warung. Walaupun boleh aja sih kita minta air minum ke warga. Hanya saja jarak antarkampung memang jauh-jauh banget.

Nah, kalau sudah masuk ke dalam kawasan Baduy Dalam, sebaiknya kamu hati-hati dalam berperilaku. Soalnya peraturan adatnya masih kuat banget. Selain itu, sebaiknya kamu gak mempertunjukkan alat-alat teknologi apa pun itu. Selain melanggar peraturan, ada mitos yang menyebutkan bahwa alat-alat tersebut bisa rusak, terutama kamera. Nah, orang Baduy Dalam walaupun kelihatannya lebih primitif, namun mereka juga paham mengenai kondisi Indonesia saat ini. Soalnya, banyak juga dari mereka yang suka mengembara ke Jakarta dengan berjalan kaki. Hebat banget ya! Mereka juga gak kalah ramah dengan orang Baduy Luar. Asik deh pokoknya berbincang dengan mereka!

Bagi yang sudah pernah berkunjung ke Baduy pasti bakal merasa ketagihan. Mulai dari ketagihan nanjak, ketagihan mandi di kali, sampai ketagihan bercengkerama dengan masyarakat sekitar. Nah, kalau sudah sampai sini, jangan lupa sisihkan uang untuk membeli cenderamata khas mereka. Mulai dari kain tenun, madu, ikat kepala, hingga baju khas Baduy lainnya. Pasti bakalan lebih bangga pakai produk lokal dong? Apalagi ini produk suku pedalaman. Ayo ke Baduy!

0%
Marah
0%
Gokil
0%
Lucu
0%
Kaget
0%
Suka
0%
Aneh
SHARES
Ketahui Dulu Bedanya England, Great Britain, dan United Kingdom Sebelum Traveling ke Inggris

Ketahui Dulu Bedanya England, Great Britain, dan United Kingdom Sebelum Traveling ke Inggris

Pesona Pulau Sipadan dan Ligitan, Wisata Spektakuler Hasil Sengketa Indonesia-Malaysia

Pesona Pulau Sipadan dan Ligitan, Wisata Spektakuler Hasil Sengketa Indonesia-Malaysia

Sebelum Mengunjunginya, Pastikan Kamu Siap Menikmati Sarapan Khas dari 10 Negara Ini

Sebelum Mengunjunginya, Pastikan Kamu Siap Menikmati Sarapan Khas dari 10 Negara Ini

Selain JFC, Inilah Destinasi Wisata yang Harus Kamu Kunjungi Ketika di Jember

Selain JFC, Inilah Destinasi Wisata yang Harus Kamu Kunjungi Ketika di Jember

Inilah 5 Kawasan Street Food Populer di Bangkok yang Cocok dengan Lidah Indonesia

Inilah 5 Kawasan Street Food Populer di Bangkok yang Cocok dengan Lidah Indonesia

Festival Budaya Dieng 2017: Ritual Memangkas Rambut Gimbal yang Magis dan Menakjubkan

Festival Budaya Dieng 2017: Ritual Memangkas Rambut Gimbal yang Magis dan Menakjubkan

loading