Tradisi Jathor, Pemakaman di Udara yang Jadi Daya Tarik Tibet. Berani ke Sini?

08 November 2017
|Olphi Disya
0SHARES

Kalau biasanya di sekitar kita ada orang yang telah meninggal dunia, umumnya akan dimakamkan dengan cara dikubur di dalam tanah. Tapi pemandangan itu nggak lazim ada di Tibet. Pasalnya, jenazah warganya akan dimakamkan di udara. Bagaimana bisa? Siap-siap untuk merinding dan deg-degan membaca penjelasan lengkapnya, ya. Karena pemakaman ini merupakan tradisi yang nggak biasa!

Tradisi unik ini disebut Jhator atau dalam dunia internasional dinamai dengan Sky Burials. Pamakaman langit ini ternyata nggak hanya dilakukan di Tibet, tapi juga beberapa daerah lain di sekitaran Tiongkok, seperti Qinghai, Tibet, Mongolia, serta Inner Mongolia. Para warga kawasan tersebut umumnya menganut agama Buddha sehingga tradisi pemakaman tersebut dilaksanakan di kuil. Salah satunya adalah di Kuil Drigung, Lhasa, Tibet.

Dilansir dari detik Travel, tradisi jathor merupakan tradisi pemakaman yang begitu sakral dan nggak semua orang bisa dimakamkan dengan tradisi ini. Misalnya jenazah yang belum berusia 18 tahun, wanita yang sedang hamil, atau mereka yang meninggal akibat penyakit dan kecelakaan. Seperti prosesi pemakaman pada umumnya, ritual Jathor akan diawali dengan berdoa di kuil, lalu jenazah akan dibawa ke puncak perbukitan atau gunung. Nah, sebelum ritual dimuali, para biksu akan hadir mengelilingi jenazah tersebut.

Ini dia bagian yang mengerikan. Jenazah-jenazah tersebut akan ditelungkupkan tanpa sehelai benang pun di tubuh mereka. Ini dilakukan agar burung hering atau burung pemakan bangkai bisa menghampiri dan memakan mayan tersebut. ada juga burung gagak yang akan ikutan memakan mayatnya, namun biasanya akan ada tulang yang ditumbuk terlebih dulu agar mayat tersebut bisa habis dimakan tak bersisa. Waduh!

Seremnya lagi, beberapa mayat juga ada yang dimutilasi terlebih dulu yang dipotong dengan kapak. Lalu setelahnya akan diumpakan kepada burung pemakan bangkai. Bagian-bagian tubuh mayat yang udah terpotong itu tadi akan dihampiri para burung dan menyantapnya hingga tulang belulang. Ritual ini juga disaksikan oleh keluarga dan kerabat jenazah yang dimakamkan. Hiiii!

Sebenarnya, warga Tibet yang mayoritas menganut agama Buddha percaya bahwa kematian adalah proses menuju reinkarnasi di alam selanjutnya, sehingga kematian disambut seara sukacita. Oleh karena itu, Jathor dianggap sangat sakral dan sarat akan nilai-nilai religi. Masyarakat Tibet percaya bahwa burung pemakan bangkai atau disebut Daikini akan membawa arwah jenazah keluarga mereka menuju surge yang kemudian akan menunggu reinkarnasi ke alam selanjutnya.

Ternyata hal ini juga terkait dengan kepercayaan kaum Buddha yang menganggap ritual ini merupakan ajaran Shkyamuni Buddha yang konon pernah menyelamatkan seekor elang dengan cara memberikan dagingnya sendiri untuk dimakan.

Kalau kamu orangnya nggak kuat ngelihat darah atau nggak tahan dengan bau bangkai, mendingan urungkan niat ke sini. Tapi kalau kamu mau lihat pemakaman yang beda daripada yang lain dan melihat sisi lain dari sakralnya sebuah tradisi, kamu wajib mengunjunginya!


Marah
Marah
0 %
Gokil
Gokil
0 %
Lucu
Lucu
0 %
Kaget
Kaget
0 %
Suka
Suka
0 %
Aneh
Aneh
0 %
PENULIS
Olphi Disya
"Upcoming psychologist. Awesome weirdo."
0SHARES