Tempat-tempat Ini Terinspirasi dari Film dan Serial TV

10 Juli 2017
|Chandra W.
470SHARES

Pernah nggak sih kamu menonton satu film atau serial televisi yang di dalamnya ada satu tempat yang ikonik banget? Beberapa film atau serial televisi biasanya menggunakan taman, kafe, bar, atau tempat-tempat yang muncul dominan sebagai latar belakang. Saking seringnya cerita berlatar tempat itu, penonton jadi mudah teringat dan bahkan juga memberikan inspirasi bagi orang lain untuk membuat tempat yang serupa dengan apa yang ada di film atau serial televisi tersebut.

Salah satu tempat yang terinspirasi dari serial televisi adalah Central Perk Cafe di Singapura. Kalau kalian menonton serial televisi Amerika jadul dengan judul “Friends” kalian pasti tahu kalau kafe yang satu ini adalah tempat nongkrong favoritnya Monica, Rachel, dan gengnya. Friends bercerita tentang kehidupan sehari-hari satu geng yang terdiri dari Monica, Rachel, Phoebe, Ross, Chandler dan Joey yang berusia sekitar 20 tahun.

Tentang cinta, keuangan, dan konflik-konflik yang rentan dialami pada usia dua puluh tahunan, masa-masa ketika seseorang baru menghadapi kehidupan yang senyata-nyatanya dan bebas secara finansial serta hidup jauh dari orangtua. Mereka hampir setiap hari nongkrong di kafe atau coffee house bernama Central Perk yang ada tepat di bawah gedung apartemen Monica dan Chandler. Apalagi Rachel juga bekerja sebagai waitress di sini.

Jit Min, pria berusia 29 tahun berhasil merealisasikan mimpinya membangun kafe dengan tema Friends. Dinamai sama, Central Perk, di kafe ini ada beberapa sudut ikonik yang langsung mengingatkan kita pada karakter di Friends. Misalnya dapur Monica yang dominan warna biru muda, baju pengantin Rachel, foosball table Chandler, dan sofa oranye yang selalu mereka duduki saat bersantai di Central Perk.

Menu-menu yang ada juga terinspirasi dari masing-masing tokoh. Misalnya Janice’s Oh My God Baby Back Ribs ($39), Ahh Unagi ($36), Phoebe’s I Can’t Eat Meat Steak ($69), Chandler’s Thanksgiving Whole Roasted Chicken ($36), Joey’s Fisherman Stew ($38), You’re My Lobster Salad” ($32), Monica’s Marinara Pasta ($32). Agak mahal ya, tapi kalau tujuannya nostalgia sih terbayar lah rasa ingin menikmati suasana Central Perk yang di Friends.

Kalau di Indonesia tepatnya di Yogyakarta, ada satu kafe baru yang terinspirasi dari film yang beberapa tahun lalu laris di pasaran, yaitu Filosofi Kopi. Film yang dibintangi Rio Dewanto dan Chicco Jerikho ini bercerita tentang Kedai Filosofi Kopi yang dibangun oleh keduanya. Chicco berperan sebagai barista bernama Ben dan Rio berperan sebagai Jody yang ahli berbisnis. Ternyata usaha mereka nggak berjalan mulus.

Hampir bangkrut, Ben harus membuat racikan houseblend coffee untuk membuat kafenya ramai kembali. Kedai Filosofi Kopi yang ada di film ini benar-benar ada dan dibangun khusus untuk syuting film Filosofi Kopi. Letaknya di Melawai, Jakarta Selatan. Setelah proses syuting film selesai, kedai kopi ini tetap beroperasi dan ramai banget karena bentuknya bukan sekadar tempat ngopi melainkan ruang kreatif di mana seseorang atau sekelompok orang bisa berproses dan menghasilkan sesuatu untuk dirinya sendiri dan oran lain.

Setelah sukses di Jakarta, Kedai Filosopi Kopi di Yogyakarta dibuka 20 Mei 2017 yang lalu. Berlokasi di Jalan Pandawa, Palagan KM 8,2 Sleman, kedai ini mengangkat tema ‘ngopi di joglo’. Nggak main-main, tempat yang digunakan memang berupa joglo. Jadi serasa tempat lawas tapi konsep modern. Tentu saja di sini kamu dapat menjumpai logo cangkir dengan wajah yang matanya tertutup, ikon yang sangat khas dari Filosofi, buatan seniman Jogja, Farid Stevy. Menu-menu yang ada di sini juga nggak jauh-jauh dari apa yang ada di film. Ada Ben’s Perfecto, kopi Tiwus dan Lestari (film ini diangkat dari novel karya Dewi Lestari). Bagusnya lagi, di sini nggak ada tuh yang namanya koneksi Wi-Fi. Jadi ngopi di sini artinya kamu harus berinteraksi dengan lingkungan sekitar.

Kamu tertarik untuk nyobain yang mana nih?


Marah
Marah
0 %
Gokil
Gokil
0 %
Lucu
Lucu
0 %
Kaget
Kaget
0 %
Suka
Suka
0 %
Aneh
Aneh
0 %
PENULIS
Chandra W.
"Sebaik-baik tulisan adalah yang dibaca sampai akhir."
470SHARES