Salju Abadi dan Keajaiban Lain Alam Papua yang Belum Banyak Dikenal Orang

05 Desember 2017
|Muhammad Sidiq Permadi
0SHARES

Indonesia adalah negara kepulauan. Negara dengan banyak suku, budaya, dan adat istiadat. Keanekaragaman ini menjadikan bangsa Indonesia sebagai bangsa yang multietnis dengan etnis terbesar yang merupakan etnis Jawa. Alam Indonesia juga menyajikan berbagai keajaiban yang dapat membuat kita berdecak kagum. Salah satu tempat yang menyajikan keajaiban itu ada di ujung timur Indonesia. Ya, Pulau Papua.

Kalau kita berbicara mengenai Pulau Papua, hal yang langsung terbayang dalam benak kita adalah berbagai suku yang ada di sana, koteka, dan juga masyarakat pedalaman. Wajar jika kita membayangkan hal tersebut karena sebagian besar wilayah Papua masih belum se-modern wilayah Indonesia lainnya.

Hal itu membuat Papua menyimpan berbagai misteri, termasuk berbagai keajaiban alamnya. Dalam artikel ini, YuKepo akan mengajak kamu mengunjungi lima tempat istimewa dengan sejuta misteri yang ada di pulau paling timur Indonesia ini. Langsung saja, deh. Yuk, kepo!

1. Pasir putih di atas bukit

Tempat pertama yang akan kita kunjungi adalah Wamena. Meskipun di Wamena tidak terdapat pantai, namun hamparan pasir putih nan halus layaknya di pinggir pantai dapat kita temui di sini, tepatnya di sebuah distrik yang ada di Kabupaten Jaya Wijaya. Pasir putih tersebut berada di puncak sebuah bukit yang bernama Sumpula. Untuk dapat ke sana, kamu hanya membutuhkan waktu sekitar 45 menit dari Kota Wamena. Ketika sampai, kamu akan dikenai biaya seikhlasnya untuk dapat mendaki ke puncak bukit. Tinggi bukit yang cukup lumayan membuat kamu harus mengeluarkan tenaga ekstra keras. Namun, ketika mencapai puncak bukit, kamu akan merasakan kepuasan yang tiada tara.

Di puncak Bukit Sumpula terhampar pasir putih nan halus layaknya pasir yang ada di pesisir pantai. Kamu bisa bermain-main di atas pasir itu bersama dengan anak-anak Papua lainnya. Selain itu, dari puncak bukit kamu akan dapat melihat pemandangan alam yang cukup indah. Belum ada yang tahu kenapa bisa ada pasir putih di puncak bukit dan hal itu masih menjadi misteri hingga kini.

2. Mumi Papua

Suku pedalaman yang ada di Papua memang terkenal dengan kebiasaan uniknya, salah satunya adalah dengan mengawetkan kepala suku atau panglima perang mereka setelah meninggal. Hal itu pula yang dilakukan oleh suku yang berada di Kampung Sompaima, Distrik Kurulu, Wamena, Papua. Cara untuk mengawetkan mumi tersebut adalah dengan menjemur dan mengeringkan mumi-mumi itu di dalam gua. Hal yang membuat mumi Papua berbeda dengan mumi di Mesir adalah posisi dari mumi tersebut yang diawetkan dalam posisi duduk. Ada yang sambil kedua tangan memegang lutut dan kepalanya yang mendongak ke atas, ada pula dengan posisi duduk yang berbeda. Di wilayah Wamena sendiri terdapat setidaknya enam buah mumi.

Untuk dapat melihat mumi ini, kamu akan dikenai biaya sekitar Rp100 ribu sampai Rp150 ribu per rombongan. Selain itu, kamu juga bisa membeli berbagai macam souvernir, mulai dari kalung taring babi hingga noken. 

3. Salju abadi

Kamu gak perlu jauh-jauh untuk dapat melihat salju. Datang saja ke Papua dan segera mendaki Gunung Carstensz karena di puncak gunung ini terdapat salju abadi. Namun, untuk dapat mendaki gunung yang termasuk ke dalam rangkaian Pegunungan Jaya Wijaya ini, kamu harus menyiapkan mental dan fisik yang baik karena kamu akan mendaki selama sebelas hari untuk dapat mencapai puncaknya. Pendakian dimulai dari Sugapa yang ada di Kabupaten Puncak Jaya. Setelah itu, kamu dapat menyewa porter dengan kisaran biaya sebesar Rp500 ribu – Rp1 juta per harinya.

Selain itu, kamu juga harus memiliki skill dalam hal tali-menali. Hal itu disebabkan kamu harus melewati jurang setinggi 100 meter dengan cara menggantungkan diri dan merambat di tali yang telah disiapkan untuk dapat melihat salju abadi ini. Gunung Carstensz ini sendiri memiliki ketinggian 4.884 mdpl yang menjadikannya sebagai salah satu titik tertinggi yang ada di dunia. 

4. Telaga Biru yang berwarna hijau

Meskipun namanya Telaga Biru, namun kenyataannya air yang ada di telaga ini berwarna hijau tosca. Telaga ini terletak di Distrik Maima, Wamena. Konon, menurut masyarakat setempat, telaga ini adalah tempat pertama kali manusia menginjakkan kaki di bumi. Kemudian, kalau kamu mampir ke sini, kamu harus mengikuti segala aturan yang berlaku, misalnya saja larangan untuk berenang. Berdasarkan cerita dari masyarakat setempat, dulu sempat ada seorang turis yang melanggar larangan berenang tersebut. Ketika berenang, turis itu melihat penampakan Honai (rumah adat suku Dani) di dalam telaganya. Percaya atau tidak, pokoknya harus ikuti aturan yang ada di sini deh ya kalau tidak mau celaka. 

5. Lukisan misterius yang ada di Gua Kontilola

Untuk dapat menuju gua ini, kamu hanya membutuhkan waktu sekitar 60 menit dari Bandara Wamena. Setelah mendaki tangga-tangga alami dan menyusuri lebatnya hutan selama 10 menit, kamu akan mendapati sebuah gua yang dinamai Gua Kontilola oleh masyarakat setempat. Untuk dapat masuk lebih ke dalam gua, kamu harus menyiapkan berbagai peralatan, seperti senter, helm, boots, dan pengaman lainnya. Misteri yang ada di gua ini pun sudah dapat terlihat ketika kamu memasuki aula besar yang ada di mulut gua.

Di sepanjang dinding yang ada di gua ini terdapat berbagai lukisan aneh. Dikatakan aneh karena wujud dari lukisan tersebut adalah sosok misterius yang memiliki kepala botak dengan mata yang bulat dan jari yang berjumlah empat. Masyarakat setempat percaya bahwa lukisan ini merupakan peninggalan leluhur. Jika kamu menelusuri gua ini lebih dalam, bisa jadi kamu akan menemukan berbagai hal aneh dan janggal lainnya. 

Karena wilayah Papua memang termasuk ke dalam wilayah yang cukup tertinggal dan berada di pedalaman, maka banyak sekali misteri yang masih belum terpecahkan hingga kini. Buat kamu para traveler yang ingin menyaksikan keindahan alam Papua bersama misteri yang ada di dalamnya, patut banget buat mengunjungi kelima tempat di atas. 


Marah
Marah
0 %
Gokil
Gokil
0 %
Lucu
Lucu
0 %
Kaget
Kaget
0 %
Suka
Suka
0 %
Aneh
Aneh
0 %
PENULIS
Muhammad Sidiq Permadi
"Linguistics - Semiotican"
0SHARES