Mie Lethek Srandakan, Santapan Khas Bantul yang Bikin Obama Ketagihan

03 Juli 2017
|Romlah Sundari
0SHARES

Kunjungan Obama ke Indonesia dalam rangka liburan ini meninggalkan kesan yang mendalam bagi masyarakat Indonesia. Selain rasa bangga karena Indonesia dijadikan tempat pilihan Obama dan keluarganya untuk berwisata, kita juga merasa senang karena keindahan negeri kita diapresiasi dan dipromosikan secara tidak langsung oleh tokoh dunia sekelas Obama. Liburan nostalgia Obama ke Bali, Yogyakarta, dan Jakarta ini juga mengangkat beberapa hal ke dalam spektrum perhatian kita. Salah satunya adalah keberadaan mie lethek, makanan khas bantul yang membuat Obama dan keluarganya jatuh cinta hingga nambah berkali-kali.

Saat bertandang ke Yogyakarta, Obama dan rombongannya menyempatkan diri untuk berwisata di area Bantul, Yogyakarta. Beliau mendatangi Puncak Becici yang terletak di daerah Dlingo, Bantul. Puncak Becici yang memang menawarkan keindahan pemandangan Yogyakarta dari ketinggian dan rindangnya pepohonan, membuat Obama dan keluarganya cukup betah berada disana. Pada jam makan siang, rombongan istimewa ini lantas bergerak ke restoran Bumi Langit yang terletak di Jalan Imogiri, Bantul. Di restoran ini, Obama dan rombongannya yang berjumlah 12 orang dijamu dengan berbagai santapan khas Indonesia. Salah satunya adalah mie lethek. 

Mie lethek adalah salah satu makanan khas Bantul yang diproduksi di daerah Srandakan, Bantul. Sesuai dengan namanya, mie yang satu ini memiliki tampilan yang ‘lethek’ atau kusam karena dibuat dari tepung tapioka atau disebut juga dengan tepung pati singkong dan tepung gaplek. Karena tepung gaplek memang memiliki warna yang kusam, maka jadilah mie lethek juga berwarna kusam cenderung abu-abu. Meski begitu, mie ini punya cita rasa yang istimewa lho, apalagi jika dimasak dengan bumbu-bumbu khas bakmi jawa, mie lethek ini pasti akan masuk ke dalam daftar makanan favoritmu.

Keunikan mie ini bukan hanya dari warnanya yang kusam dan bahannya yang ‘Indonesia banget’. Ternyata cara pembuatan mie lethek pun sangat unik. Untuk membuatnya, bahan-bahan mie lethek akan digiling di sebuah alat penggiling besar yang digerakkan dengan menggunakan tenaga sapi. Setelah itu, bahan-bahan yang sudah digiling akan dikukus dan digiling kembali untuk menentukan kadar air dalam adonan. Setelah adonan jadi dengan kadar air yang tepat, adonan akan dicetak dan dikeringkan dengan cara dijemur selama kurang lebih 18 jam, tergantung cuaca dan teriknya matahari. Cara pembuatan mie lethek yang masih sangat tradisional ini membuat para penikmat mie lethek berdecak kagum. Karena ternyata untuk menciptakan mie yang lezat ini, dibutuhkan waktu dan tenaga yang begitu banyak.

Bagi kamu yang sedang maupun hendak berwisata ke Yogyakarta, mie lethek adalah salah satu sajian yang tidak boleh kamu lewatkan. Jika mau, kamu pun dapat menjadi seperti Obama dan menjajalnya di restoran bumi langit yang indah dan unik. Disini, kamu tidak hanya dapat menikmati mie lethek yang bikin ketagihan ini, kamu juga dapat menikmati pemandangan indah alam mangunan dan belajar mengenai teknik pertanian permakultur. Karena Restoran Bumi Langit bukan hanya sekadar restoran, melainkan sebuah perkebunan permakultur dengan konsep dan nilai filosofis yang unik. Jadi, sudah siap berwisata ke Yogyakarta?


Marah
Marah
0 %
Gokil
Gokil
0 %
Lucu
Lucu
0 %
Kaget
Kaget
0 %
Suka
Suka
0 %
Aneh
Aneh
0 %
PENULIS
Romlah Sundari
Gak Punya Quote Nih!
0SHARES