Mengulik Kue Tradisonal Khas Surabaya yang Hampir Punah

13 Agustus 2017
|Indana Putri

Surabaya, kota metropolitan yang kaya akan warisan kulinernya ini nggak cuma memanjakan lidah penikmatnya lewat makanan berat, tapi juga makanan ringan atau camilan. Sejak jaman penjajahan Belanda, banyak penjual kue khas surabaya yang berkeliling menjajakan dagangannya. Sayangnya, sekarang ini berbagai kue tradisional tersebut sudah jarang ditemui karena masyarakatnya lebih menyukai kue-kue dari luar negeri, seperti cheese cake, crepes, atau lainnya. Bahkan, yang saat ini jadi oleh-oleh kekinian surabaya malah snowcake atau patata yang mana bukan merupakan kue asli surabaya. 

Kali ini,YuKepo pengen ngajak kamu untuk mengenal kue tradisional khas suarabaya yang udah hampir punah. Khas sendiri berarti memang asli dari surabaya, ya, bukan dari tempat lain. Siapkan tissue, ya, karena dijamin kamu bakalan ngiler!

1. Bikang

Bikang yang ini bukan berasal dari Ambon. Bentuk dan rasanya pun jauh berbeda. Bikang ini adalah kue yang terbuat dari santan dan bentuknya merekah mirip bunga dengan warna yang cantik. Rasanya pun gurih, manis, dan enak. Bisa dibuat berwarna warni juga, lho. Kalau kamu nggak bisa membalik bikang ini, dijamin bentuknya bakalan gagal mekar!

2. Bongko Mentho

Kalau kue yang satu ini dibuat dari campuran santan dan tepung beras. Rasanya gurih dan asin karena di dalamnya telah diisi daging dan luarnya dibungkus daun pisang. Mungkin masih sepupuan sama lemper, ya?

3. Cucur

Pecinta rasa manis wajib banget cobain kue yang satu ini. Kue ini terbuat dari campuran tepung terigu, tepung beras, gula pasir, garam, dan kayu manis. Kue cucur ada dua jenis: Kue cucur yang warnanya kecoklatan itu ditambahkan dengan campuran gula merah, sedangkan yang warnanya kehijauan biasanya dicampur daun pandan. Bagian yang paling enak dari kue ini adalah pinggirannya yang crunchy!

4. Lapis Jongkong

Teksturnya lembut dan licin seperti pudding, namun bentuknya berlapis macam lapis legit. Inilah keunikan lapis jongkong Surabaya. Sayangnya, kue ini mulai jarang ditemui karena sulitnya mendapatkan bahan baku, yaitu batang padi yang dibakar, lalu abunya ditebarkan untuk campuran adonan.

5. Perut Ayam

Apa yang kamu bayangin ketika mendengar kata perut ayam? Apakah kamu membayangkan usus terburai? Karena memang kue perut ayam ini berbentuk memanjang dan berputar seperti usus yang digulung. Tapi, tenang aja, kue ini bahan dasarnya terbuat dari tepung terigu, telur, tape, ragi, garam, dan gula kok. Nggak ada campuran usus sama sekali.

Nah, itu tadi berbagai kue tradisional khas Surabaya yang terancam punah. Apa kamu udah pernah mencobanya?


Marah
Marah
0 %
Gokil
Gokil
0 %
Lucu
Lucu
0 %
Kaget
Kaget
0 %
Suka
Suka
0 %
Aneh
Aneh
0 %
PENULIS
Indana Putri
Gak Punya Quote Nih!
SHARES