Mengenal Orang Pertama yang Mendaki Gunung Semeru, Siapa Sih Dia?

26 Maret 2018
|Muhammad Sidiq Permadi
228SHARES

Gunung Semeru yang terletak di Jawa Timur menjadi salah satu gunung favorit bagi para pendaki. Dengan tinggi yang mencapai 3.676 meter di bawah permukaan laut (mdpl), Gunung Semeru menjadi gunung tertinggi ketiga di Indonesia setelah Gunung Kerinci (3.805 m) di Sumatra dan Gunung Rinjani (3.726 m) di Nusa Tenggara Barat.

Sejarah mencatat pada tahun 1838 merupakan tahun pertama pendakian Gunung Semeru dimulai. Hal yang mengejutkan adalah pendaki pertama dari gunung ini bukanlah berasal dari Indonesia. Lalu, siapa dia dan dari mana asalnya? Berikut rangkumannya. Yuk, kepo!

C. F. Clignet, seorang ahli geologi asal Belanda merupakan orang pertama yang menjelajahi Gunung Semeru. Ia melakukan pendakian dari arah barat daya, melewati jalur Widodaren. Widodaren sendiri merupakan salah satu gunung yang berada di kawasan Semeru dan terakhir diketahui memiliki ketinggian sekitar 2.650 mdpl.

Usai berhasil mendaki Gunung Semeru, Clignet menulis cerita tentang pendakiannya tersebut dan secara tidak langsung menjadikan nama Gunung Semeru tersohor di daratan Eropa, terutama sekitar tahun 1840-an. Beberapa orang Eropa pun kemudian mengikuti jejak Clignet untuk mendaki gunung tertinggi di Pulau Jawa ini. Orang kedua yang mengikuti jejak Clignet bernama Franz Wilhem Junghuhn yang merupakan seorang ahli botani. Ia melakukan pendakian dengan melewati jalur Gunung Ayek-Ayek, Gunung Inder-Inder, dan Gunung Kepolo. Selama melakukan pendakian, Franz kemungkinan besar melakukan penelitian terhadap alam yang ada di Gunung Semeru ini.

Selanjutnya ada Dr. Wormster, penulis asal Eropa yang melakukan pendakian pada kisaran tahun 1920-an. Sebagai seorang penulis, ia pun turut berkontribusi menyebarkan informasi mengenai Gunung Semeru di daratan Eropa. Bahkan, ia menulis sebuah buku berjudul Bergenweelde yang bercerita tentang keindahan gunung tertinggi di Pulau Jawa tersebut. Ia kemudian menerbitkan karyanya di Belanda dan tersebar luas di Eropa. Berikut penggalan cerita yang ditulis oleh Wormster tentang keindahan Gunung Semeru, terutama Ranu Kumbolo.

“Telaga birunya terbentang tanpa gerakan. Sekali-sekali seekor itik liar mengusik permukaan airnya yang licin, kalau dia menyelam dalam-dalam dan menghilang. Sampai jauh malam saya melihatnya berenang berkeliaran di telaga, dan sekali-sekali mendengar suaranya mengalun diatas air. Di seberang sana, batang-batang kayu besar telah roboh dan terendam didalam air. Berapa tahun sudah batang-batang ini membusuk di dalam air? Diantara dedaunan hijau yang lebat dari pepohonan yang tumbuh tinggi, yang menutupi lereng-lereng gunung di sekitar sini, angin malam berdesis. Sang Rembulan muncul. Setelah sinar matahari, yang dengan tajam menampakkan bentuk-bentuk dari hutan dan telaganya, sinar rembulan mengaburkan semua keadaan.Sekarang puncak-puncak pepohonan tidak bergerak dan nampak samar-samar dilangit yang cerah. Di atas punggung-punggung gunung kelap-kelip bintang bergelantungan. Di muka air telaga Sang Rembulan mulai memainkan sinar peraknya, menerangi bivak kami. Suatu malam tropik yang tenang mengendap diatas telaga gunung, yang sudah berabad-abad terlindung oleh dinding-dinding gunung, dan jarang sekali terganggu ketenangan tidurnya oleh kegaduhan manusia,”.

Itu dia sejarah tentang pendakian Gunung Semeru pertama kali. Kaget gak kalau ternyata bukan orang Indonesia yang jadi pendaki pertama gunung ini?


Marah
Marah
0 %
Gokil
Gokil
0 %
Lucu
Lucu
0 %
Kaget
Kaget
0 %
Suka
Suka
0 %
Aneh
Aneh
0 %
PENULIS
Muhammad Sidiq Permadi
"Linguistics - Semiotican"
228SHARES