Kisah Pasangan yang Lebih Memilih Resign untuk Bisa Bertraveling ke Seluruh Dunia

06 Maret 2018
|Muhammad Sidiq Permadi
0SHARES

Banyak orang menginginkan pekerjaan tetap untuk dapat memenuhi segala kebutuhannya di masa yang akan datang. Terutama bagi mereka yang telah memiliki pasangan, pekerjaan tetap adalah sebuah keharusan yang dimiliki karena dengannya kita dapat bertahan hidup. Namun, bagi pasangan yang satu ini, dahaga akan dunia traveling ternyata mengalahkan pentingnya pekerjaan telah dimilikinya. Mereka pun memutuskan untuk tidak melanjutkan pekerjaan mereka alias resign demi dapat berkeliling ke seluruh penjuru dunia.

Perkenalkan, mereka adalah Tanner Broadwell dan Nikki Walsh, sepasang suami istri yang rela memutuskan untuk keluar dari pekerjaannya dan bahkan menjual harta bendanya untuk dapat melakukan kegiatan berkeliling dunia. Mereka terinspirasi oleh cerita dari pasangan Kim Dinan yang sukses menggapai cita-citanya untuk dapat berkeliling dunia .

Pasangan Tanner dan Nikki memiliki mimpi untuk dapat berlayar keliling dunia dengan menggunakan sebuah kapal selama dua tahun lamanya. Mereka pun kemudian mempersiapkan segalanya, termasuk membeli kapal sebagai moda transportasi utama mereka. Untuk dapat memenuhi segala persiapan yang dibutuhkan, Tanneh bahkan mengambil pekerjaan sambilan sebagai seorang supir taksi online agar dapat menambah tabungan mereka.

Saat semua uang telah terkumpul, mereka berdua berhenti bekerja dan membobol tabungan mereka. Kemudian, mereka pun membeli kapal seharga US$ 5000 atau setara dengan Rp68 jutaan plus uang perbaikan untuk kapal tersebut. Memang cukup menguras dompet mereka, namun mereka tetap bersemangat dan bahkan tidak sabar untuk memulai petualangan mereka.

Mereka pun mulai berlayar ke tengah lautan. Namun nahas, baru dua hari perjalanan, kapal mereka menabrak sesuatu di dalam lautan sehingga akhirnya tenggelam. Kapal yang mereka namai Lagniappe ini karam di sekitar Gulf of Mexico, Amerika. Pasangan ini tambah menderita karena tabungan yang ia telah kumpukan sebagai perbekalan harus ikut tenggelam bersama kapal tersebut. Uang mereka pun kini hanya tersisa sebesar US$ 900 atau sekitar Rp1, 2 jutaan tanpa asuransi dan pekerjaan.

Meski perih, namun mereka berdua mencoba realitistis dan kembali mengumpulkan impian mereka

Tanner dan Nikki yang begitu terpukul dengan kejadian tersebut tak lantas mengendurkan cita-citanya untuk bisa berkeliling dunia. Mereka tetap dan terus berusaha, salah satunya adalah dengan membuka sebuah kanal donasi di situs gofund.me. Awalnya, mereka hanya menargetkan mendapatkan donasi sebesar US$ 10.000, namun ternyata kenyataannya malah lebih besar daripada itu. 

Dari donasi tersebut, mereka berdua berhasil mengumpulkan uang hingga mencapai US$16, 061. Tanner dan Nikki pun lega dan bersyukur atas pencapaian tersebut. Kini, mereka berdua siap buat memulai petualangan mereka kembali dan siap mereka segala hal yang terjadi selama perjalanan petualangan mereka berkeliling dunia. Kisah mereka berdua ini dapat kamu liat dan ikuti di akun Instagram @couplessunkendreams.

Pelajaran yang dapat kita petik dari petualangan Tanner dan Nikki adalah persiapkan segala hal dan kebutuhan, sebelum, saat, dan setelah berpetualang. Pikirkan juga dengan matang terhadap hal-hal buruk yang bisa saja menimpa di tengah perjalanan. Beruntung keteguhan hati mereka untuk dapat berkeliling dunia mengalahkan kesedihan akan tragedi tenggelamnya kapal mereka. Kalau engga begitu, mungkin mereka berdua tidak akan jadi seperti sekarang ini.

 


Marah
Marah
0 %
Gokil
Gokil
0 %
Lucu
Lucu
0 %
Kaget
Kaget
0 %
Suka
Suka
0 %
Aneh
Aneh
0 %
PENULIS
Muhammad Sidiq Permadi
"Linguistics - Semiotican"
0SHARES