Kenapa Makanan di Pesawat Kadang Rasanya Nggak Enak? Ternyata Ini Jawabannya!

15 Januari 2018
|Muhammad Sidiq Permadi
265SHARES

Ketika kamu berpergian dengan menggunakan pesawat terbang, maka kamu pasti akan mendapatkan sebuah servis yang mana para pramugari ataupun pramugara akan memberikan kamu sebuah sajian, entah itu berupa snack, minuman, ataupun makanan berat. Hal itu bergantung pada seberapa jauh dan seberapa lama perjalanan yang kamu lakukan.

Kalau misalnya kamu tengah dalam perjalanan menuju USA, kamu akan mendapatkan sajian berupa makanan berat seperti nasi goreng ataupun yang lainnya. Namun, terkadang ketika berada di dalam pesawat, rasa dari makanan pesawat tersebut tidak seenak makanan yang biasa kamu makan di rumah makan. Nah, ternyata hal yang demikian itu ada penjelasannya, lho. Yuk, kita cari tau penjelasannya bareng-bareng. Yuk, kepo!

1. Bahan makanan dipisahkan dan disimpan secara khusus sesuai dengan karakteristiknya masing-masing

Sebelum bahan makanan diolah, bahan-bahan tersebut dipisahkan sesuai dengan jenisnya. Misalnya, sayur-sayuran dan buah-buahan diletakkan dalam gudang khusus penyimpanan untuk kategori bahan nabati. Begitu pun dengan makanan berbahan hewani. Tujuannya agar tidak terjadi kontaminasi bakteri pada bahan makanan tersebut. Nah, setelah dipisahkan, sayur-sayuran dan buah-buahan kemudian dicuci dengan menggunakan air bersih yang mengalir, lalu dikeringkan dan terakhir disimpan dalam rak yang besar. Agar lebih higienis, sayur-sayuran dan buah-buahan tersebut dibungkus dalam plastik transparan. Begitu pun dengan makanan berbahan hewani.

2. Karyawan pengolah makanan harus tetap steril

Untuk menjaga kesterilan makanan, para koki ataupun karyawan pengolah makanan pesawat juga harus benar-benar menjaga kesterilan diri mereka. Setiap kali bekerja, mereka harus mengenakan penutup kepala, penutup mulut, sarung tangan, serta baju khusus. Hal ini dilakukan dengan harapan kuman-kuman yang ada dari luar tidak ikut terbawa ke dalam.

3. Makanan selalu dimasak dalam jumlah besar

Ini menjadi sebuah kesulitan tersendiri bagi para koki di tempat pembuatan dan pengolahan makanan pesawat karena mereka harus memasak makanan-makanan tersebut dalam jumlah yang besar. Biasanya, makanan diolah 10 jam sebelum dibawa ke dalam pesawat. Agar makanan tidak basi, makanan tersebut harus didinginkan terlebih dahulu, kemudian dihangatkan kembali. Ribetnya lagi buat para koki adalah mereka harus menemukan dan mendapatkan rasa yang pas dari tiap-tiap makanan. Hal ini dikatakan cukup sulit karena ketika berada di ketinggian, rasa makanan akan berubah secara otomatis.

4. Suhu makanan harus diperhatikan dengan seksama

Saat proses penyimpanan makanan, suhu makanan tidak boleh lebih dari 15 derajat. Makanan yang sudah dibungkus tidak dibolehkan terkena paparan sinar matahari lebih dari 45 menit. Hal ini sangat menyulitkan, bukan?

5. Microwave tidak dibenarkan sebagai penghangat makanan

Kalau kamu mengira makanan-makanan di dalam pesawat dihangatkan dengan menggunakan sebuah microwave, maka kamu salah besar. Setelah makanan disimpan di dalam rak khusus, makanan tersebut akan dipindahkan ke dalam sebuah oven panas selama berlangsungnya masa penerbangan kurang lebih sekitar 20 menit sebelum diletakkan di nampan dan disajikan kepada para penumpang. 

6. Suara bising dari pesawat memengaruhi indera pengecap

Nah, ada sebuah penelitian yang dilakukan oleh seorang asisten profesor ilmu makanan dari Cornell University, Robin Dando. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, Dando mengungkapkan bahwa dalam lingkungan suara yang bising, indera pengecap pada tubuh manusia dapat mengalami gangguan. Dando dan teman-temannya percaya bahwa terganggunya fungsi dari indera pengecap disebabkan oleh terganggunya saraf chorda tympani yang ada di telinga. Saraf yang berhubungan langsung dengan indera pengecap ini terganggu dengan adanya suara bising seperti ketika berada di dalam kabin pesawat. 

Nah, itu dia jawaban kenapa kadang rasa makanan di dalam pesawat kurang begitu enak dan bahkan terkesan hambar. Ternyata, proses yang harus dilalui makanan tersebut sangatlah panjang dan sulit. Faktor dari ketinggian serta kebisingan pun dapat memengaruhi rasa makanan. Wah, baru tau ya!


Marah
Marah
0 %
Gokil
Gokil
0 %
Lucu
Lucu
0 %
Kaget
Kaget
0 %
Suka
Suka
0 %
Aneh
Aneh
0 %
PENULIS
Muhammad Sidiq Permadi
"Linguistics - Semiotican"
265SHARES